
"Tunggu dulu, Fina kau tahukan Amerika Serikat luas. Dia berada di negara bagian mana?" ucap Dilah agak kecewa.
"Nah! Itu, itu yang belum kuketahui," Fina tersenyum lebar menunjukkan giginya.
Dilah menghela nafas kecawa, Fina menjadi malu. Ia setengah-setengah dalam mencari tahu informasi.
"Ya sudah lah Fina, terima kasih telah memberi tahu padaku," ujar Dilah agak kecewa.
"Hemm..." Fina menggaruk kepalanya pelan.
"Kenapa?" tanya Dilah ketus.
"Bolehkah aku mencium putramu?" tanya Fina malu-malu.
***
Amel sedang menonton televisi, ia menonton drama romantis komedi kesukaannya. Ketika sedang asik-asiknya menonton. Pintu rumahnya di ketuk dengan sangat keras membuat dia kesal. Dengan kesal, Amel melangkah untuk membuka pintu.
"Anda kamu tahan atas tuduhan pencemaran nama baik," ujar Pak polisi sambil memegang tangan Amel.
"Saya tidak bersalah, Pak," ujar Amel berteriak.
Ini pasti Dilah yang telah melaporkanku, batin Amel menduga.
"Nanti jelaskan di kantor polisi," Amel di ringkus ke kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi, Amel di intrograsi. Amel tidak mau menjawab pertanyaan sebelum ia mengetahui siapa yang melaporkan dia atas kasus tersebut.
__ADS_1
"Pak, siapa yang melaporkan saya?" tanya Amel kesal, ia menduga Dilah dibalik ini semua.
"Saya yang melaporkannya," ujar Riki tegas.
Amel menangkap wajah itu dari sorot matanya. Ayahnya Dilah dibalik penangkapannya.
"Aku bisa mencabut laporannya asal..." Riki mengantungkan kata-katanya.
"Asal apa?" tanya Amel geram.
"Asal kau menikah dan berhenti mengusik rumah tangga orang lain," ujar Riki dengan tegas.
Amel menjadi geram, untuk saat ini ia belum memiliki kekasih. Ia hanya simpanan laki-laki kaya. Tidak ada yang berniat untuk menikahinya.
"Baik jika tidak setuju, kau akan mendekam di penjara," ujar Riki selanjutnya.
"Kau bekerja dengan siapa?" tanya Pak polisi tersebut.
"Aku bekerja sama dengan Danial," ujar Amel tanpa rasa takut.
Atasan polisi langsung mengutus beberapa polisi untuk menangkap Danial. Danial ditangkap di kediamannya.
"Lepaskan saya, Pak!" suara Danial terdengar di pintu masuk kantor polisi.
"Ini Pak tersangka selanjutnya," ujar polisi tersebut.
"Amel! Kau!" Danial geram melihat Amel. Amel menyeret namanya.
__ADS_1
"Aku tidak mau mendekam dipenjara ini sendirian kau harus ikut denganku," ujar Amel serius.
"Aku punya penawaran," ujar Riki tersenyum misterius.
Danial ingin sekali memukul Riki karena telah melaporkan kasus tersebut melalui jalur hukum. Namun tangannya ditahan oleh polisi yang berjaga.
"Apa penawarannya?" tanya Danial sambil mengepal tinju.
"Aku ingin kalian menikah dan berhenti merusak rumah tangga orang lain. Jika kalian melakukan itu, aku akan mencabut laporannya," ucap Riki tersenyum misterius.
"Beraninya kau menjodohkan kami, sudah cukup kau menjodohkan kekasihku dengan pria kampungan itu," ujar Danial geram dan menunjuk Riki dengan kesal.
"Kekasih katamu? Putriku kau bilang kekasihmu, bukankah kau telah berhianat padanya?" Riki naik pitam dibuat Danial.
"Aku sudah cukup baik memberimu penawaran itu. Jika tidak mau ya sudah." kesal Riki.
"Pak, masukkan mereka kejeruji besi itu!" seru Riki karena kesal.
"Danial! Aku tidak mau dipenjara tapi aku juga tidak mau menikah denganmu. Tapi aku tidak punya pilihan, aku tidak mau jadi narapidana itu akan menghancurkan nama baikku,"
"Baiklah, aku akan menikahi Amel," ucap Danial pasrah.
"Baik sekarang juga kalian akan menikah," ucap Riki membuat Amel dan Danial jantungan.
"Se, sekarang?" tanya Amel dan Danial hampir bersamaan.
NB: Negara bagian\= Provinsi
__ADS_1
Jika komentarnya 20 aku lanjut besok upnya😊😊