Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Mengerjai Eldo


__ADS_3

Setelah mendapatkan anggukkan kepala. Eldo langsung mengelus perut istrinya dan mencium dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, ini Papa. Kamu baik-baik aja ya di dalam jangan sampai menyusahkan Mama kamu." Eldo menciumnya sekilas.


"Sudah kan? Aku ingin bekerja hari ini." tapi rasa mual tiba-tiba datang. Ia kembali muntah dan terduduk lemas.


"Sebaiknya kamu jangan pergi bekerja dulu." Eldo memberikan air hangat pada Dilah.


"Aku bosan di rumah, apalagi melihatmu disini," Dilah ingin mengambil tas namun lagi-lagi ia muntah kembali membuat dirinya bertambah lemas.


"Kau anak yang baik, kau tak membiarkan Mamamu jauh dari Papa," Eldo berbicara dengan anaknya yang masih di dalam kandungan.


"Sepertinya aku tidak bisa bekerja hari ini." Dilah merebahkan tubuhnya di sofa. Eldo mengepal tangannya sambil membatin yes, yes, yes.


"Mengapa kau terlihat senang melihatku menderita seperti ini?" tanya Dilah dengan judesnya.


"Aku senang, akhirnya kita bisa menghabiskan waktu berdua." Eldo duduk di dekat kaki Dilah.


"Kau tidak bekerja?" Dilah bangkit dan melihat kesal pada Eldo.

__ADS_1


"Iya, aku akan menjagamu. Aku akan jadi suami dan ayah yang siaga." Eldo tersenyum lembut.


"Sini tanganmu," pinta Dilah.


"Ya Tuhan, kau ingin memegang tanganku? Kau ingin memegang tanganku? Aku bahagia sekali." Dilah mengannguk. Eldo mengulurkan tangannya.


Dilah mengambil tangan Eldo kemudian ia tersenyum jahat. Ia gigit tangan Eldo sekuat-kuatnya.


"Waduh... Sakit!" pekik Eldo. Eldo menarik tangannya kemudian ia menghembuskan udara agar rasa nyeri berkurang.


"Kau jahat ya, kau gigit tanganku sekuat itu." Eldo mengelus tangannya.


"Dia yang memintanya? Dia yang memintanya?" Eldo membungkukkan tubuhnya dan mencium perut istrinya.


"Sayang, jangan minta yang aneh-aneh. Kamu tidak kasihan sama Papa lihat tangan Papa terasa sakit." Dilah menahan tawanya melihat Eldo berbicara. Dilah tersenyum jahil. Ia belum puas menjahili Eldo.


"Apa sayang kamu mau masakan Papa? Tidak Sayang Papamu tidak bisa masak sepertinya dia tidak mau masak buat kamu. Biar Mama saja ya." Dilah mengelus perutnya kemudian ia ingin bangkit. Tapi tangan Eldo mencegahnya.


"Kamu tetap duduk disini. Aku akan masak untuknya. Aku kan sudah berjanji akan menjadi suami dan ayah yang siaga."

__ADS_1


Eldo pergi ke dapur sedangkan Dilah tertawa kecil. Ia benar-benar senang mengerjai Eldo tapi ia bingung mau mengerjai apa pada Eldo setelah ini. Dilah menghidupkan televisi sambil mengambil kripik kentang dan tertawa melihat komedi di acara tersebut.


Eldo duduk di samping Dilah. Ia memberikan hasil kerja kerasnya pada Dilah.


"Ini sayang untuknya," Eldo memberikan piring berisi makanan ia pun tak tahu apa yang dimasaknya. Ia asal saja memasak tapi kebersihan dijamin lah.


"Apa ini? Bentuknya tidak meyakinkan," Dilah melihat aneh pada makanan tersebut.


"Entahlah, aku hanya memasak saja." Eldo mengangkat bahunya.


Dilah tak ingin mengambil makanan tersebut dari tangan Eldo. Melihat wajah Eldo yang penuh berharap membuatnya menjadi kasihan. Ia ambil satu sendok penuh. Dilah sedikit bergidik melihat makanan tersebut dengan pelan-pelan ia mencobanya.


Kok enak sih? Padahal bentuknya tidak meyakinkan.


"Tidak enak ya?" tanya Eldo lirih.


Malu sekali rasanya jika aku mengatakan makanan aneh ini enak. Tapi rasanya memang enak.


Atau jangan-jangan anakku suka makanan Eldo.

__ADS_1


Tiba-tiba Dilah tergangga membuat Eldo tersenyum kecil.


__ADS_2