
Ketika Rasya masuk ke dalam restauran semua teman-temannya telah berkumpul menunggu Rasya sehingga membuat Rasya menjadi heran.
"Ada apa ini?" Tanya Rasya keheranan.
"Bagaimana Rasya berhasil?" Tanya Wina penasaran. Salah satu pelayan di restauran pizza dan merupakan teman Rasya.
"Iya, apakah berhasil?" Sambung Abdi.
"Iya bagaimana?" Tanya teman-teman Alya selanjutnya.
Rasya duduk di tengah-tengah diantara mereka. Rasya menarik nafas dalam kemudian mengatakan.
"Berhasil!"
Teman-teman Rasya bersorak gembira mendengar kata 'berhasil'
"Bagaimana bisa berhasil?"
"Bukankah DPR Wiranto sangat mengerikan dan sangat ditakuti. Tidak mungkin keputusannya begitu saja bisa dibatalkan." ucap Alfian mengatakan fakta kebenaran tentang Wiranto.
"DPR Wiranto yang kalian katakan kejam dan rakus harta itu kalah pintar denganku." ucap Rasya penuh kegembiraan.
"Benarkah?" Tanya teman-teman Rasya serentak.
"Dia bahkan ketakutan dan langsung mencabut sanksinya." Jawab Rasya.
__ADS_1
"Bagaimana cara melakukannya?" Tanya Fajar salah satu pelayan di restauran juga.
"Rahasia..." Jawab Rasya.
Sedangkan Alya ia sudah selesai belajar di kampus. Sudah saatnya ia pulang bersama teman-temannya. Mereka berdiri menunggu angkutan umum bersama 6 temannya.
"Oh... Jadi ini Alya?"
"College beauty?"
"Dream girl?"
Tanya pria berkulit coklat berbadan tegap setelah keluar dari mobil diikuti oleh Randy dan yang lainnya. Alya tidak mengenal satupun dari mereka kecuali Randy.
"Iya itu dia, dia yang menolak cintaku." Randy menjelaskan.
Sarah, Keyla, Vina dan Rara memilih untuk kabur dan tidak ikut campur sedangkan Raina dan Celine masih setia menemani.
"Kalian siapa?" Tanya Alya ketakutan.
"Randy suruh mereka pergi!" Ucap Alya ketakutan.
"Kenapa takut?" Tanya pria tegap tersebut sambil menyeringai iblis.
"Kau siapa berani menolak sepupuku, hah?" Tanya pria tegap tersebut sambil melotot.
__ADS_1
"Jangan mendekat?" Ucap Alya dan kedua temannya.
Celine dan Raina di tendang oleh pria tersebut hingga jatuh tersungkur.
"Kalian pergi atau aku akan membunuh kalian!" Ancam pria tegap itu yang merupakan sepupu Randy. Terpaksa Raina dan Celine kabur melarikan diri.
Pria tersebut kembali mendekati Alya. Alya semakin ketakutan.
"Kau takut?" Tanya pria tersebut lagi.
"Jangan mendekat!" Teriak Alya.
"Kau takut kami menyentuhmu?" ucap pria tegap tersebut tertawa. Randy dan yang lainnya pun ikut tertawa.
Mereka mencoba memegang tangan Alya. Alya sekuat tenaga menghindar. Namun akhirnya mereka berhasil memegangi tangan Alya akan tetapi tendangan mendarat di tubuh pria tersebut. Alya langsung memeluk Rasya dan bersembunyi di dada Rasya dengan rasa takut. Ternyata ketika itu Rasya sedangkan menghantarkan pizza akan tetapi ia melihat Alya di ganggu dengan cepat Rasya langsung menyelamatkan Alya.
"Berikan Alya pada kami?" Teriak Randy tak tahu malu. Rasya menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang sekelompok orang tersebut. Dengan ilmu bela diri mereka 10 sedangkan Rasya 1 mampu mengalahkan orang tersebut. Ketika mereka benar-benar kalah mereka langsung melarikan diri berlari ketakutan.
"Pengecut!" Teriak Rasya.
Alya memeluk Rasya, Alya sangat berterima kasih pada Rasya. Untung saja ada Rasya kalau tidak. Tidak tahu akan menjadi apa Alya telah ini. Rasya langsung menghantarkan Alya pulang.
"Sebaiknya kamu berhati-hati!" Ucap Rasya memperingati.
"Iya, terima kasih telah menyelamatkanku." ucap Alya yang masih sangat ketakutan dan menundukkan pandangan. Rasya mengambil minuman untuk menenangkan Alya.
__ADS_1
"Minum ini dulu dan tenangkan pikiranmu!" pinta Rasya.
"Terima kasih," Alya langsung meminumnya.