Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Lomba Cerdas Cermat 3


__ADS_3

Jantung Luna berdebar kencang bahkan tangannya terasa dingin. Ia menghela nafas dan mulai menguasai diri. Ia benar-benar gugup karena lawannya adalah Lucia orang yang paling pintar di kelasnya dan juga orang yang paling membencinya. Luna sebisa mungkin berakting.


Babak semi Final dimulai, Luna begitu gugup. Ia melihat kearah Ali dan Dilah, kemudian ia mengalihkan pandangan kearah pendukungnya. Hatinya mencoba menguatkan dirinya.


Aku tak boleh mengecekan Pak Ali dan pendukungku. Luna


Pembawa acara menunjuk layar LED, disana terdapat soal yang akan dijawab.


"sebuah zat radio aktif meluruh menjadi setengah dalam waktu 2 jam. Jika pada pukul 06.00 massa zat tersebut 1.600 gram, massa zat yang tersisa pada pukul 14.00 adalah..."


Luna, Lucia, Rudi, dan Ciko mencari jawaban dengan menulis pada kertas buram. Tak beberapa lama Lucia memencet bel. Hal itu membuat Luna, Rudi, dan Ciko terkejut.


"100 gram," ucap Lucia tersenyum licik.


"Benar, 10 poin untuk Lucia," ucap pembawa acara.


"Soal selanjutnya, Firman menanam modal RP20.000.000,00 dengan bunga majemuk 5%/tahun. Maka besar bunga Firman setelah 2 tahun adalah.."


Para peserta beradu cepat untuk mencari jawaban.


Teeeeet!


Lucia memencet bel membuat Luna, Riko, dan


Ciko frustasi. Kepala sekolah International school pun terheran-heran.

__ADS_1


"Rp22.050.000" jawab Lucia tersenyum tipis.


"Benar, 10 poin untuk Lucia. Mari berikan tepuk tangannya," ucap pembawa acara untuk memberi semangat Lucia.


"Soal berikutnya, sebuah kotak berisi 5 bola merah, 4 bola biru dan 3 bola kuning. Dari dalam kotak diambil 3 bola sekaligus secara acak. Peluang terambilnya 2 bola merah dan 1 bola biru adalah..."


Para peserta kembali menulis di kertas buram untuk mencari jawaban.


Teeet!


"2/11 peluang terambilnya 2 bola merah dan 1 bola biru," ucap Luna percaya diri.


"Sial!" kesal Lucia karena ia kalah cepat memencet bel.


"Benar, 10 poin untuk Luna,"


"Soal selanjutnya, f(x)\=(x¹+1)¹ dan f¹(a)\=320a dengan a>0 maka a²-a²\=...."


Teeet


Luna memencet bel, "0" jawabnya penuh percaya diri.


Rudi mengusap wajah kesal, ia bahkan belum menjawab sama sekali sedangkan Ciko hanya garuk-garuk kepala, ia bingung cara mengalahkan kedua gadis cantik tersebut. Karena ia bukan wakil andalan dari sekolahnya. Ciko hanya beruntung pada babak penyisihan. Hal ini membuat ia terlihat tidak secemas Rudi.


"Soal terakhir matematika cerdas cermat, Dalam sebuah bioskop, terdapat 10 baris kursi dan masing-masing baris terdapat 12 kursi. Pada hari libur hanya baris yang paling depan yang belum terisi penonton. Jika keluarga Budi ingin menonton bioskop dengan anggota keluarga 5 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, maka peluang bahwa kursi tepi (di kedua ujung) diduduki oleh laki-laki adalah....

__ADS_1


A 1/33


B 3/33


C2/33


D4/33


E5/33


"Pertanyaannya semakin seru," ucap pembawa acara.


"Waduh itu soal banyak sekali," penonton tersebut melotot tajam kearah layar LED.


"Ini benar-benar sulit,"


Teeeet..


Ciko memencet bel, membuat kepala sekolah SMA International School terperangah. Pasalnya wakil mereka Rudi belum menjawab sama sekali soal yamg diberikan. Padahal Rudi adalah perwakilan andalan SMA International School.


"E," ucap Ciko tanpa ragu.


"Benar, 10 poin untuk Ciko." sebagian penonton bertepuk tangan untuk Ciko.


"Sekor sementara Lucia 20 poin, Luna 20 poin, Ciko 10 poin, dan Rudi masih 0,"

__ADS_1


"Heh, perwakilan andalan macam apa ini? Kau tahu bukan bahwa sekolah SMA International School selalu menang selama 25 tahun terakhir, Mulya. Jika Rudi tidak menang dalam lomba ini, aku akan memecatmu!" kepala sekolah SMA International School melotot tajam kepada guru mentornya.


__ADS_2