Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Kabur dan Gagal


__ADS_3

Sam kembali ke ruang makan setelah beberapa saat menerima panggilan telpon. Pria itu duduk kemudian tersenyum melihat Selen yang memakan sarapannya dengan tenang. Tidak ada rengekan minta pulang hari ini membuat hati Sam menghangat. Sepiring kecil buah berry dan keju di letakkan di depannya membuat Selen mendongak. "Makanlah. Aku akan pergi sebentar. Jangan coba coba untuk kabur Honey. Itu akan percuma." Kata Sam berdiri kemudian mengecup kepala Selena sekilas sebelum pergi.


Seorang pria berjalan tegap memasuki mobil mewah yang terparkir di area bandara. "Apa kabar?" Tanya Julian setelah duduk di samping sahabatnya. "Seperti yang kau lihat." Jawab Sam tanpa menoleh. Ia sangat kesal karena harus menjemput sendiri pria sialan itu. Sam mengecek seluruh berkas yang beberapa saat lalu diberikan oleh Julian. Ini hal yang bisa Ia lakukan untuk mengatasi rasa bosannya di sepanjang perjalanan.


Selena sedaritadi mondar mandir sambil mengamati sekitar. Kakinya melangkah menyusuri taman. Disana ada pintu gerbang dengan celah yang cukup untuk badannya. Selen mengendap endap. Setelah memastikan semuanya aman gadis itu mulai merangkak keluar. Selen tak menyangka jika di luar adalah hutan belantara. Namun pikirannya sudah kalut. Ia berlari tak tentu arah. Yang ada di pikirannya adalah terbebas dari tempat mengerikan ini.


Sam baru sampai sudah meluapkan emosinya. Ia memukul, menendang dan memaki semua yang bertugas menjaga mansion hari ini.


"Cepat cari. Sampai gadisku tidak ketemu. Aku akan menghabisi kalian." Ancamnya sambil menodongkan senjata. "Baik Tuan." Jawab Mereka langsung membubarkan diri untuk melaksanakan perintah Tuannya. Julian hanya bisa menghela napas atas tingkah sahabatnya. Pria itu begitu mengerikan saat sedang marah. Julian bersyukur Sam adalah sahabatnya. Ia berharap mereka akan akur sampai nanti nanti.

__ADS_1


Selena sudah kehabisan tenaga. Gadis itu berlari sangat jauh menyusuri jalan. Ia tidak bertemu seseorang yang bisa dimintai pertolongan. Selen menangis. Ingin sekali putus asa dalam keadaan seperti ini. Ia hanya bisa memeluk lututnya ketakutan karena hari mulai sore. Selena mendongak saat sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Ia berdoa dalam hati semoga itu adalah bantuan yang Tuhan kirimkan. Namun tidak. Takdir mempermainkan Selena. Samuel sudah berada tepat di depannya dengan beberapa orang berbadan kekar. Ia memilih berlari menjauh. Namun saat beberapa langkah suara tembakan membuatnya menunduk ketakutan. "Jika kau pergi. Nyawa tiga orang ini akan aku habisi." Kata Sam memberi ancaman.


Sam menyeret tubuh Selena dengan kasar. "Sam jangan lakukan ini." Julian mencoba memperingati. Jujur pria itu sangat kasihan dengan perlakuan Sam yang terlalu kasar dan memaksa. "Diam kau." Bentaknya tak mau mendengarkan.


Sam menghempaskan tubuh Selen ke dalam bathup yang udah penuh dengan air. "Sakit..." Kata Selen di sela tangisnya karena terbentur. Sam tidak perduli. Kemarahan sudah membutakan pria itu. Ia melepas pakaiannya dan ikut masuk ke dalam. "Aku sudah memperingatkan mu." Bentaknya membuat Selen menangis lebih kencang. Sam merengkuh tubuh Selen. Mendekatkan wajahnya ke wajah cantik gadis itu. Ia mencium paksa bibir Selen. Tenaga pria itu sangat kuat membuat Selena tak berdaya. Ia mulai menangis dalam diam. "Kau menyakitiku. Kau memperlakukanku dengan hina." Selen memukul dada bidang Sam dengan sisa tenaga yang ada.


Seorang gadis dengan wajah pucatnya tengah duduk di sofa. Ia tak menyentuh makanannya sama sekali. Rasa lapar, haus dan sakit tak Ia perdulikan. Satu yang ada di benaknya saat ini. Pria kejam itu telah menciumnya dengan sembarangan. Mungkin sebagian orang merasa itu adalah hal yang biasa. Namun bagi Selena itu adalah dosa besar dan perbuatan yang hina.


Selena hanya berbaring di ranjang karena tubuhnya sangat lemas. Gadis itu mengabaikan Sam yang menemaninya sedaritadi.

__ADS_1


"Makan dulu Honey." Kata Sam dengan lembut.


"Aku mau sholat."


"Baiklah aku bantu." Katanya hendak meraih tubuh ringkih itu namun Selen menjauh.


"Jangan sentuh aku." Gadis itu memberi peringatan dan menekankan setiap katanya membuat Sam mengalah.


Sam sedang menyuapi Selena makan. Gadis itu baru mau makan dengan berbagai ancaman dari pria di depannya. "Aku kenyang." Kata Selena setelah makan beberapa suap.

__ADS_1


"Katanya Mubazir itu dosa. Habiskan Honey. Kamu baru makan sedikit." Bujuknya membuat Selen menurut. "Bagus Honey." Kata Sam tersenyum melihat piring yang dipegangnya telah kosong.


Sam menghampiri Selena yang tertidur di sofa. Ia buru buru memindahkan Selena ke ranjang agar nyaman. Sam mengamati wajah cantik itu dengan lekat. Tangannya membelai lembut seluruh wajah Selena. Ia merasa menyesal. Hatinya teriris mendengar setiap tangisan gadis yang begitu dicintainya. Namun ini adalah cara gila yang harus dilakukan untuk memiliki Selen. Hanya dia yang berhak atas gadis itu. "Maafkan aku Sayang." Katanya mengecup kening Selena dan merengkuh tubuh gadis itu ke dalam pelukan.


__ADS_2