
Gadis cantik berlari memasuki bangunan megah yang begitu Ia rindukan. Beberapa orang pekerja tampak terkejut melihat kedatangan Sang Nona Muda. Selena beberapa kali mengusap air mata yang sudah sempat mengering namun jatuh lagi membasahi pipi. Semua terpaku diam di tempat melihat kedatangan sosok yang begitu dirindukan. Beberapa detik kemudian pelukan dan tangisan menghujani tubuh Selena. "Sayang. Kamu kembali. Kamu baik baik saja?" Bunda memeluk tubuh anaknya lebih erat. Ia tak menyangka akhirnya Selena, Putri tercinta bisa berkumpul lagi dengan mereka.
Suasana begitu hening beberapa saat. Mereka telah melepas rindu yang begitu menyiksa. Semua beban serasa menguap dan menghilang ketika Selen hadir kembali di tengah kehangatan keluarga. Gadis itu diam membisu dengan berbagai pertanyaan yang di layangkan padanya. Keluarga tentu mengintrogasi, kemana? dengan siapa? dan bagaimana Selena bisa menghilang. Namun tidak ada jawaban yang mereka dapat. Si gadis sudah berjanji untuk tidak menceritakan kejadian yang telah dialami pada seseorang sebagai syarat agar bisa pulang. Entah apa yang akan terjadi nanti Selena tidak terlalu memikirkan. Namun yang terpenting Ia sudah berkumpul lagi dengan keluarganya.
__ADS_1
Bunda memeluk erat tubuh anak gadisnya yang tengah tertidur pulas. Ia begitu khawatir sehingga tidak berselera makan selama Selena menghilang dan menjadikan wanita itu sakit. "Bunda istirahat saja. Biar kami yang menjaganya." Kata Sean dan Shon menghampiri. "Bunda tidur disini." Jawab wanita itu masih dengan senyum yang tidak pernah luntur. Keduanya mengangguk membiarkan Wanita itu untuk menikmati waktu dengan anak tercinta.
Selena hanyut dalam pelukan dua orang paruh baya yang masih sama sama bugar itu. Kakek Neneknya langsung datang begitu mendengar kabar bahwa cucunya telah kembali. "Kakek dan Nenek menghawatirkamu sayang." Katanya sambil mengusap lembut kedua Pipi Sang cucu. "Maaf." Jawab Selen sambil tersenyum. Melihat wajah lelah keluarganya membuat Selen merasa sangat bersalah. Mereka sudah mengerahkan banyak tenaga dan waktu untuk mencari keberadaannya. Ia juga tahu Kakeknya pasti sudah memarahi Sang Ayah habis habisan. Kedua pria itu tak saling bicara sedari tadi. Mungkin rasa canggung masih sama sama menguasai.
__ADS_1
Malam hari tiba. Di sebuah restoran mewah. Suasana salah satu ruangan VVIP tampak hening. Keempat pria yang sedang duduk di sana belum ada yang angkat bicara. Mereka masih menunggu salah satu dari mereka untuk mengungkapkan tujuan undangan makan malam kali ini. Pria itu mengulur sedikit waktu untuk mempersilahkan tamunya menyantap hidangan yang telah di siapkan. Mereka mengangguk menuruti keinginan Sam. " Sam. Terimakasih atas bantuan detektif yang kamu kirimkan kemarin." Kata Ayah Selen membuat dua pemuda di dekatnya menggeram dalam hati. Andai saja Sang Ayah tau pasti dia tidak akan berterimakasih atau bahkan memenuhi undangan makan malam hari ini. "Tidak masalah. Aku bersyukur Selena telah kembali dalam keadaan baik baik saja." Jawabnya sambil tersenyum tulus. Pria itu sangat pandai bersandiwara. Tak ada raut wajah mencurigakan darinya. Sam tertawa dalam hati. Ini sangatlah lucu. Penculik yang mereka cari sedang berada di dekatnya. Makan dengan santai namun tidak ada yang menyadari kecuali......Ya dua kakak Selena menatap Sam tidak suka. Dari awal memang sudah seperti itu. Namun kali ini tatapan itu lebih tajam dan memburu.
Sam mengelap sudut bibirnya dengan sapu tangan. Pria itu sangat elegan dan berkelas. "Tujuan Saya mengundang kemari adalah untuk menjalin silaturahmi dan yang paling utama adalah meminta izin untuk meminang Selena." Kata Sam menyampaikan tujuannya. Semua yang ada disana tak bereaksi. Masih diam membisu. Entah apa yang bisa disampaikan dalam situasi seperti ini. Ayah Selena menghela napas. Pria itu mengatakan jika semua keputusan berada di tangan Selena. Mereka tak akan ikut campur dengan kisah asmara anak gadisnya. Pria itu sebenarnya menyampaikan penolakan secara halus agar tidak menyakiti Sam. Ayah Selena cukup tau Sam itu orang seperti Apa. Ia takut jika Anak gadisnya disakiti oleh Sam kelak. Berbeda dengan sang Ayah yang bijak. Sean dan Shon menolak dengan tegas dan terang terangan tujuan pria itu. Mereka tak merestui adiknya di peristri Sam. Seorang yang kejam dan Arogan. "Kami tidak akan membiarkan Selena jatuh di tangan orang sepertimu." Kata pemuda itu dengan penuh tekanan dan pergi berlalu meninggalkan dua pria yang masih berada di sana. "Maafkan anakku Sam. Mereka memang over protective kepada adiknya. Aku harap kamu memakluminya ya." Ayah Selena merasa tidak enak dengan kata kata kasar kedua anak kembarnya tadi. "Tidak masalah Kak." Jawab Sam dengan tenang. "Aku pergi dulu. Aku harap kamu bertemu jodoh yang terbaik. Terimakasih makan malamnya." Pria itu segera beranjak setelah berpamitan. Sam mengepalkan tangannya. Pria itu sedang tersulut emosi sekarang. Menerima penolakan tak akan membuatnya gentar. Tekadnya malah semakin bulat untuk memiliki Selen seutuhnya.
__ADS_1