Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Milik Anak Anak


__ADS_3

"Honey." Panggil Sam dengan lembut sambil memeluk istrinya yang sedang menidurkan Skyler di samping Shaina setelah diberi ASI. "Kenapa belum mandi Hm? Air dan bajunya sudah aku siapkan." Tanya Selen sambil membalikkan badan menghadap pria yang hanya memakai boxer itu. "Temani aku." Kata Sam dengan manja sambil mengecup bibir lembab sang istri beberapa kali. Wanita itu sangat sibuk dengan kedua anaknya tentu saja membuat Sam cemburu. Ia juga butuh di perhatikan sebagai seorang suami.


Jemari lentik Selen dengan terampil mengancingkan kemeja pria di depannya. Setelah beres Ia berlanjut mengikat dasi dan memakaikan jas. Sam memang sangat manja. Sedari tadi pria itu selalu minta di layani dari hal sepele sekalipun. Seperti sekarang ini. Hanya memakai jam tangan saja Sam minta di pakaikan oleh istrinya. "Sudah selesai." Kata Selen puas sudah menyelesaikan tugasnya untuk melayani BIG BABY. "Parfumnya belum Cintaku." Pria itu tersenyum sambil mencium gemas bibir istrinya karena tak tahan. Selen menggeleng. Sungguh manja bayi besarnya itu. Namun Ia tetap melakukan sesuai dengan keinginan suaminya. Ia berjalan menghampiri lemari kaca yang berisi ratusan koleksi parfum suaminya. Selen meraih botol kaca mewah berwarna hitam lalu kembali lagi. Wangi maskulin itu langsung melekat pada tubuh Sam saat cairan yang di dalamnya di semprotkan di area leher dan dada pria itu. "Pilihan yang bagus Honey." Ia meraih pinggang istrinya untuk mengikis jarak di antara mereka. "Jika saja kau sudah pulih mungkin aku akan memangsamu sekarang." Pria itu memeluk tubuh Sang istri sembari menahan hasratnya yang menggebu. Selen merasakan milik suaminya sudah mengeras. Ia menghela napas dan berusaha menjauh. "Ah..." Lenguh Sam ketika Selen bergeser mengenai miliknya. "Aku tidak sengaja." Katanya serba salah. "Ayo sarapan." Selen menggandeng tangan Sam untuk segera bergegas. "Sebentar." Pria itu mencekal pergelangan tangan istrinya. "Kau menyiksaku Honey." Pria itu membuka celananya dan membimbing tangan sang istri untuk masuk ke dalam. Tangan kanan Sam membuka kancing gamis Selena. Ia begitu bergairah melihat bulatan kenyal yang membuat darahnya berdesir. Sam melahapnya dengan rakus. "Ah...Honey. Cintaku." Pria itu mendesah ketika tangan lembut istrinya bermain di bawah sana sesuai yang Ia perintahkan. "Gluk..." Sam terdengar menelan sesuatu dari sumbernya. "Mas. Itu milik anak anak." Pekik Selen melihat Sang Suami mengambil jatah kedua buah hatinya.

__ADS_1


Sam makan di suapi istrinya. Pria itu mengunyah sangat lama tidak seperti biasanya. Ia sengaja melakukan itu agar bisa berlama lama dengan sang istri. Semenjak si kembar lahir Selen tidak pernah sesantai ini. Wanita itu selalu menemani kedua anaknya. Katanya takut jika menangis saat terbangun nanti. "Mas. Kamu nanti kesiangan. Makannya agak cepet ya." Kata Selen. Sam menggeleng. Ia mengelak dengan mengatakan tidak berangkat pun tidak masalah baginya. Hari ini Ia hanya akan menandatangani berkas saja.


Pukul 10. Benar benar pukul 10 Sam baru sampai di kantor setelah menyelesaikan sarapan panjangnya. Pria itu berjalan dengan santai memasuki ruangannya. Bill dan Julian sudah menunggu pria itu dua jam lamanya. Dan dengan wajah tidak berdosa Sam langsung duduk dan ikut bergabung bersama dua pria itu. Bill memilih diam sementara Julian mengumpat dan mengatai sahabatnya itu. "Gila. Benar benar gila. Aku sama Bill sudah nunggu kamu dua jam lamanya. Memangnya kamu ngapain aja ha? Nggak mungkin kan Kamu olahraga panas sama istri secara dia baru lahiran. Kemana aja kamu? Masa sampai kantor jam 10 dan pulang jam 11. Astaga. Bisa gila aku lama lama." Julian dengan kesal terus mengomel. "Aku sarapan nikmat." Jawab Sam sambil membuka berkas yang sudah ada di atas meja satu per satu. "Sialan." Umpat Julian membuat Sam terkekeh. Entah kenapa akhir akhir ini Ia senang membuat sahabatnya itu kesal. "Bill." Panggil Sam. "Ya. Bos." Pria itu menoleh menatap Sam yang masih berkutat dengan berkasnya. "Semua kepindahan anak anakmu sudah kamu urus dengan baik?" Tanyanya memastikan. "Sudah Bos. Terimakasih bantuan Bos dan Nyonya." Kata Pria itu membuat Julian mendengus sebal. "Dan Tentu saja Julian." Lanjutnya. Mereka begitu banyak membantu Bill. Pria itu harus membawa anaknya hidup disini karena Ibu Bill sudah meninggal beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Hanya sisa satu orang yang berdiri sebagai pengawal resmi yang Sam pilih. "Perkenalkan dirimu." Kata Sam dengan tegas. Pria itu mengangkat pandangannya menatap sang lawan bicara. "Nama Saya Alex Tuan." Jawabnya dengan tegas pula. "Baiklah. Besok kau bisa mulai bekerja. Tugasmu akan di jelaskan oleh Bill." Kata Alex berdiri kemudian meninggalkan mereka tanpa berpamitan.


Bill menghampiri pria itu dan mengajaknya duduk. Ia mulai menjelaskan tugas Alex dengan rinci. "Jadi tugas utama saya menjaga Istri Tuan?" Tanyanya dan Bill mengangguk. "Tapi jangan terlalu dekat. Bos tidak suka." Jelasnya diikuti beberapa aturan lain yang harus dipatuhi.

__ADS_1


__ADS_2