
Sam memeluk dan menciumi seluruh wajah sang istri. Mereka sedang bermaaf maafan di rumah Bunda setelah pulang dari Sholat Ied. Merayakan lebaran tahun ini sangat berkesan bagi Sam. Di temani istri dan keluarga baru yang begitu Ia sayangi. Kakek dan Nenek Selen juga datang. Dua orang paruh baya itu sama seperti cucu kembarnya. Namun mereka baik. Hanya perlu waktu saja bagi Sam untuk menyesuaikan diri. "Ayo makan dulu." Ajak Bunda dan diangguki mereka semua.
Nenek Selen mengomel sedaritadi karena cucu perempuannya tak mau makan. Ia kesal hanya melihat wanita hamil itu makan kue kering sedaritadi. "Sudah jangan di paksa Nek. Nanti muntah." Tegur Sean. "Dia sedang hamil. Harus makan yang banyak. Lihat tubuhnya kurus sekali. Kamu di kasih makan tidak?" Tanyanya sambil menelisik ekspresi semua orang. "Selen eneg kalo makan nasi Nek. Bawaannya perut nolak terus." Jawab Selen membuat Neneknya paham. "Hm. Jangan sampai lelah dan banyak pikiran ya Sayang." Wanita paruh baya itu mengecup pipi Selen dengan lembut sebelum memeluk erat cucu perempuan satu satunya.
__ADS_1
Sam menggandeng tangan sang istri memasuki kamar Mamanya. Wanita itu masih terbaring lemah dan tersenyum melihat kedatangan anak dan menantunya. "Mama. Minal aidzin wal Faidzin. Selen minta maaf atas semua kesalahan yang pernah Selen lakukan." Ia mencium tangan mertuanya. "Mama yang minta maaf Sayang. Sam Mama minta maaf." Lirihnya sambil memandang sang putra. "Sam juga minta maaf." Jawab pria itu sambil mencium tangan Mamanya. Hati Sarah menghangat. Ia sangat bersyukur di berikan kesempatan untuk meminta maaf atas segala kesalahannya.
Tiga orang sedang duduk bersama di dalam ruangan tempat Sarah di rawat. Bertrand menatap ipar dan kakaknya. Pria itu meminta maaf. Sam tidak merespon sementara Selena menanggapinya dengan hati yang terbuka. Beberapa menit berlalu. Suara monitor jantung berbunyi membuat mereka panik. Sam langsung menyuruh adiknya untuk memanggil dokter.
__ADS_1
Mereka sedang cemas menunggu kabar dari dokter yang tak kunjung keluar. Mereka berharap keadaan Sarah akan baik baik saja. Ya meskipun wanita itu bisa dibilang jahat. Namun bagaimanapun Sarah adalah Ibu dan mertua bagi mereka.
Sam berdiri sambil merangkul pinggang istrinya. Kedua orang itu masih berdiri disana beberapa menit setelah pemakaman selesai. Keluarga pulang terlebih dahulu. Memberikan Sam waktu untuk mengekspresikan rasa dukanya kehilangan sang Ibu. Tangan Selen mengusap punggung suaminya. Memberikan ketenangan dan kehangatan pada pria itu. "Kita pulang hm." Katanya hanya di jawab anggukan oleh sang istri. Selena tau suaminya juga berduka. Namun Sam tidak memperlihatkannya pada semua orang. Pria itu terlihat tegar dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Suasana lebaran yang biasanya di selimuti rasa suka cita berubah menjadi duka. Perkumpulan keluarga yang biasanya mengobrol di kala malam di ganti dengan lantunan ayat suci untuk mendoakan wanita yang baru saja menghembuskan napasnya siang tadi. "Honey. Beristirahatlah." Kata Sam khawatir dengan Selena yang sedaritadi menemaninya. Wanita itu tak beristirahat sama sekali. "Aku tidak apa." Jawab Selen sambil tersenyum untuk meyakinkan sang suami jika dia benar benar baik baik saja.
Selen menghampiri suaminya. Pria itu sedang duduk termenung di sofa. Sam langsung memeluk istirnya. Ia menenggelamkan kepalanya di dada sang istri. "Mas. Kamu boleh bersedih. Jangan pendam semuanya seorang diri." Kata Selen saat air mata sang suami menetes di lengannya. "Aku bersyukur bisa meminta maaf di detik detik terakhir sebelum Mama meninggal. Aku bersyukur akhir akhir ini hubungan kami membaik." Sam terisak tak bisa lagi menahan gejolak di hatinya. Selen mengusap punggung suaminya dengan lembut. Wanita itu menegapkan duduk Sam dan mengusap air mata pria itu. "Bersyukurlah karena masih di beri kesempatan." Ia tersenyum menatap lekat wajah sang suami. "Karnamu. Karna kamu aku mau pergi kesana dan mendapat kesempatan untuk memperbaiki." Balas pria itu sambil memeluk istri tercinta. "I Love You Honey. Beruntungnya Aku bisa memilikimu. Malaikat tak bersayap." Sam berkata dengan sangat jelas untuk mengungkapkan rasa syukurnya karena memiliki istri seperti Selena.
__ADS_1