Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Anthony?


__ADS_3

Sam merangkul pinggang istrinya memasuki kantor. Ini adalah pertama kalinya pria itu membawa Selen ke perusahaan selama hamil. "Kamu lelah Honey?" Tanya pria itu sesaat sebelum memasuki lift. Selena menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan suaminya. "Kalau lelah bilang hm." katanya sambil mengusap lembut kepala Sang Istri.

__ADS_1


Mereka memasuki sebuah ruangan dan sedikit terkejut karena Bill serta Julian sudah berada di sana. "Pengacau." Gumam Sam kesal melihat dua orang yang sedang duduk sambil membicarakan sesuatu. "Mama." Maura tiba tiba muncul lalu memeluk Selena membuat Sam mendengus kesal. Tidak cukupkah Tuhan menyiksanya dengan keluarga sang istri yang Posesif, Teman dan asisten pengganggu dan di tambah bocah kecil yang selalu memisahkannya dengan sang istri. "Sayang. Maura kok disini?" Tanya Selen sambil mengecup pipi gadis itu beberapa kali. "Dia semangat mandi hanya untuk bertemu kamu pagi ini." Kata Julian membuat Maura tersenyum. "Gendong Mama." Bocah itu merentangkan kedua tangannya. "No Maura. Mama sedang hamil. Tidak boleh minta gendong. Papa sudah katakan itu tadi." Tegur Julian. "Maaf Mama." Selena tersenyum kemudian memeluk gadis itu. "Mau eskrim?" Tanyanya dan gadis kecil itu mengangguk semangat. Selen menatap suaminya, meminta izin pada pria itu untuk pergi ke kantin bersama Maura. "Boleh ya." Pintanya membuat sang suami luluh. "Hati hati honey dan kamu jangan buat istri Om kerepotan." Tuturnya mendapat cubitan dari sang istri. "Hati hati." Kata Sam mengingatkan lagi sambil mengecup kening istrinya sebelum pergi.

__ADS_1


Selen berjalan menuju kantin sambil menggandeng tangan Maura. Semua karyawan menyapanya dengan ramah dan di balas wanita itu dengan ramah juga. "Maura mau eskrim yang mana?" Tanya Selen sedikit mengangkat tubuh gadis kecil itu untuk memilih. Sam mendengus sebal memperhatikan istrinya dari CCTV. Pria itu langsung berbicara lewat speaker yang menggema di seluruh kantor untuk menegur istrinya membuat Selen merasa malu. "Kau berlebihan kawan. Istrimu pasti sangat malu sekarang." Julian berkata sambil menyenderkan kepalanya. "Diam kau." Jawab Sam melirik sahabatnya itu dengan tajam. "Hampir lupa. Kenapa kalian berdua kemari dan menganggu pagiku?" Tanya pria itu kemudian menaruh laptopnya kembali di meja. "Ada pengiriman besar besaran hari ini. Kau harus mengawasinya sendiri." Sam mengangguk. "Dan ini adalah laporan keuangan. Tuan Anthony akan menemui Anda nanti tepat jam 9 malam di dermaga. Sebuah kapal pesiar akan menjadi tempat Anda dan Tuan Anthony bertemu." Kata Bill sambil menyerahkan Map pada atasannya. "Anthony?" Gumam Sam begitu tidak asing dengan nama itu. "Ya. Anthony Hamilton. Konglomerat dan orang yang profesinya seperti dirimu. Dia baru pindah kesini. Dia ingin berbicara denganmu karena ingin membicarakan pesanan khusus yang telah dia ajukan beberapa hari yang lalu. Kau lupa jika ada janji dengannya hari ini?" Tanya Julian membuat Sam mengangguk. "Bisa temui dia. Aku tak ingin meninggalkan istriku sendiri." Julian menggeleng pelan. "Kau harus datang sendiri. Kau sudah berjanji." Kata pria itu bergegas pergi setelah menghabiskan tehnya. "Bill." Pria itu menatap Bill yang masih duduk di tempatnya. "Ada yang sedang kau pikirkan?" Tanya Sam menelisik orang kepercayaannya itu tengah berwajah suram. "Tuan. Saya mau izin pulang satu hari saja. Saya mendapat kabar jika Ibu saya sedang sakit." Kata pria itu merasa tidak enak hati. Hari ini adalah hari pertamanya kerja setelah mendapat libur seminggu. "Pulanglah. Kabari aku jika ada sesuatu." Jawab Sam. "Terimakasih Tuan." Katanya. Ia Sangat bersyukur Sam bisa bermurah hati.

__ADS_1


Sam bernapas lega. Ia kini sudah berada di rumah sedang menikmati pijitan sang istri. Sam sangat pusing. Hanya untuk pulang saja pria itu harus bernegosiasi sangat lama pada Putri sahabatnya. Maura tak ingin berpisah dengan Selena membuat kepalanya hampir pecah mengatasi bocah itu. "Masih pusing?" Tanya Selen. Tiba tiba pria itu mengecup bibir istrinya dengan tempo cepat dan berkali kali. "Honey. Nanti malam aku akan bertemu klien jam sembilan. Kamu tidak apa aku tinggal sebentar?" Tanyanya sambil mengelus wajah Selen yang tepat berada di atasnya. Wanita itu mengangguk. "Kamu tidak apa?" Tanya Sam. Ada guratan kekhawatiran dari wajahnya. "Aku tidak apa." Jawab Selen tersenyum meyakinkan suaminya.

__ADS_1


Sam sedang memperhatikan Selena yang sedang makan eskrim. Ia khawatir namun juga tidak tega untuk mencegahnya. Pasalnya Selen sudah makan eskrim pagi tadi bersama Maura dan sekarang wanita itu mau lagi. "Apakah seenak itu Honey?" Tanya Sam sambil mengusap lembut kepala istrinya. "Enak. Kamu mau?" Selen menawari suaminya sambil memasukkan lagi satu sendok eskrim ke dalam mulut. "Aku mau." Jawab Sam lalu mencium bibir istrinya dengan rakus hingga bisa merasakan es krim coklat dingin yang berada di dalam mulut sang istri. "Manis." Katanya sambil tersenyum puas mengusap bibir Selena dengan Ibu jari.

__ADS_1


__ADS_2