Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Apapun Untuk Kebahagiaanmu


__ADS_3

Sam memeluk tubuh istrinya dengan erat. Pria itu tak merelakan Selen untuk bangun dari tidur. Rasanya nyaman sekali mendekap tubuh sang istri sembari menghirup aroma wangi yang begitu menenangkan. "Aku mau Sholat." Kata Selen sembari mencoba melepaskan lengan suaminya. "Iya. Sebentar lagi." Jawab Sam tetap tak mau melepaskan. "Jangan menunda. Tidak baik." Jawab Selen. Pria itu tiba tiba melepaskan pelukan kemudian mencium bibir mungil Istrinya berkali kali. "Morning kiss." Sam tersenyum sembari menatap wajah cantik sang istri.


Sepasang suami istri tengah berkutat di dapur dan belum keluar padahal mereka sudah satu jam disana. Sam selalu mengomel. Menyuruh istrinya untuk berhati hati. Selena sedikit ceroboh membuat pria itu harus mengawasi dengan cermat. "Hati hati." Kata Sam untuk yang kesekian kalinya. Selen hanya mengangguk berharap suaminya itu duduk manis dan mengunci mulutnya sebentar. Sikap Sam yang cerewet membuatnya sedikit risih. "Sudah jadi." Kata Selen setelah menyelesaikan kegiatannya membuat pancake dan salad buah. "Biar mereka yang bawa. Kita tunggu di ruang makan." Kata pria itu menaruh kembali piring yang sudah di pegang istrinya. "Aku ingin sarapan di luar." Selen meminta dan Sam menurutinya.

__ADS_1


Cuaca begitu cerah. Sam dan Selena sedang sarapan di Gasebo dekat taman belakang. "Aku sudah kenyang." Keluhnya saat sang suami terus menyuapi. Sam tak mau memaksa. Ia harus membuat Istrinya senyaman mungkin. Pria itu kemudian memakan sarapan sisa sang istri dan di lanjutkan sarapannya sendiri. "Enak." Kata pria itu di sela sela kunyahannya.


Selena sedang menonton Tv sambil menikmati beberapa cemilan. Ia mengabaikan Sam yang menidurkan kepala di pangkuannya. "Honey." Panggil Sam dengan lembut. "Ada apa?" Tanyanya masih memperhatikan lagi layar besar di depannya. "Kenapa kamu mengabaikanku?" Tanya Sam tidak terima dan mengecup bibir manis sang istri. Selena lebih mementingkan film daripada suaminya membuat Sam cemburu. Pria itu mematikan TV membuat Selen menghela napas. "Huek...." Selena menutup mulutnya. Wanita itu menyingkirkan kepala Sam kemudian lari ke kamar mandi. "Honey." Panggil sam dengan cepat mengejar sang istri dengan buru buru.

__ADS_1


Sam memijat tengkuk istrinya dengan lembut. Ia khawatir jika Selena sakit. Istrinya terus muntah muntah sedari tadi. Namun saat Ia akan menghubungi dokter dengan cepat Selen menolak. "Honey." Sam begitu terkejut melihat istrinya pingsan. Beruntung Ia dengan cepat menangkap tubuh Selen sebelum menyentuh lantai.


Kebahagiaan mereka rasakan akan adanya anggota baru di dalam keluarga. "Sam. Kau dengar kan apa yang dikatakan dokter." Kata Ayah Selen memperingati menantunya itu. "Dengar Yah. Aku akan menjaganya dengan baik." Jawab Sam sungguh sungguh. "Aku pegang ucapanmu." Sean menatap iparnya itu dengan tajam. Sam mengangguk, Daripada Ayah dan Bunda, kedua kakak iparnya itu jauh lebih menakutkan. "Um..." Selen menggeliat membuat mereka semua mendekat. "Sayang kamu sudah bangun." Kata Bunda di jawab senyuman oleh anak perempuannya. "Selamat Sayang kamu akan menjadi seorang Ibu." Kata Sean membuat Selena termenung sebentar. "Apa iya?" Tanya Selen dijawab anggukan oleh mereka semua. "Alhamdulillah." Wanita itu tersenyum atas kepercayaan yang telah Tuhan berikan. Hati Sam luluh. Niatnya memiliki anak hanya untuk mengikat sang istri berubah seketika saat melihat senyum bahagia Selena. Sam senang dengan cara ini bisa membuat Istrinya bahagia. Ia akan lakukan apapun untuk kebahagiaan istri tercinta.

__ADS_1


Selan masih lemas karena sedari tadi muntah muntah. Belum ada makanan yang bisa masuk ke perut wanita itu membuat semua orang kalang kabut. "Coba makan apelnya sayang." Sean menyuapi adiknya. Mereka lega akhirnya Selen tidak memuntahkan kembali apel yang dia makan. "Kamu mau jeruk Honey?" Tawar Sam dan Selena menggeleng. "Bunda. Dimana tempat membeli susu hamil?" Tanya pria itu pada mertuanya. "Di apotik ada. Bunda akan belikan." Katanya hendak beranjak namun dengan cepat di cegah oleh Sam. Aku akan beli sediri." Jawab Sam. Pria itu ingin melayani semua kebutuhan istrinya sendiri. "Denganku." Kata Shon mendapat anggukan dari iparnya.


Selena sedang duduk mengamati Sam yang sedang membuatkannya susu. Pria itu bersikeras membuat sendiri tanpa mau dibantu oleh siapapun. "Diminum Honey." Kata pria itu menyerahkan segelas susu vanila hangat untuk istrinya. "Terimakasih." Selen tersenyum mengapresiasi kerja keras sang suami. Ia tersenyum ketika mengingat Sam yang bolak-balik membaca petunjuk penyajian. Pria itu berjongkok bertumpu pada dua lututnya membuat Selena terkejut. "Mau apa?" Tanya Selen. Sam memeluk istrinya menenggelamkan kepalanya di dada Selen yang tertutup gamis dan jilbab. "Akan aku lakukan apapun untuk kebahagiaan mu." Kata Sam dengan sungguh sungguh.

__ADS_1


__ADS_2