Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Hadiah


__ADS_3

Wajah pria itu tampak berseri dengan rambut yang masih basah karena baru saja mempraktekkan wudhu. Lolos dengan ujian pertama, kini Sam melanjutkan ke ujian selanjutnya. Sang istri meminta suaminya mempraktekkan Sholat yang telah dipelajari beberapa hari ini untuk mengecek kemajuan belajar pria itu. Selen menyugar rambut Suaminya ke belakang kemudian memakaikan peci. "Kalau aku benar semua. Aku boleh minta apapun. Sebagai Hadiah. Bagaimana hm?" Kata Sam sambil menarik turunkan kedua alisnya. Selena mengangguk kemudian membantu Sang Suami untuk berdiri. "Oke." Pria itu mulai menghadap kiblat. Ia tersenyum karena yakin akan menang banyak kali ini. Sam mulai gerakan sholat dan membaca setiap bacaan dengan lantang. Semuanya di lakukan dengan benar tanpa kesalahan sedikitpun. Sam buru buru menghampiri istrinya setelah selesai. Ia berlutut menghadap Selena yang duduk di sofa. "Yang pertama aku minta cium." Kata pria itu membuat Selen melotot. "Memangnya ada berapa permintaan?" Tanyanya sambil menangkup wajah pria itu. "Ada banyak. Kamu boleh mencicilnya sekarang." Jawab Sam sambil menunjuk bibirnya memberi kode. Selen mengangguk. Ia mengecup bibir suaminya itu sekilas namun Sam tak membiarkan. Pria itu menahan tengkuk sang istri dan ciuman panas pun terjadi.


Selena menunggu suaminya yang sedang menata rambut. Wanita itu memenuhi permintaan kedua dari sang suami. Sam telah menyewa barbershop yang sedang di tempati saat ini. Pria itu ingin selalu menggenggam tangan Istrinya. Alhasil Selen duduk di dekat Sam. "Jangan tatap istriku atau aku congkel matamu." Kata Sam melihat Barber yang tengah menanganinya melirik sang istri. "Maaf Tuan." Katanya dengan takut. Selen meremat tangan suaminya untuk menegur pria itu karena bermulut pedas. Ia kemudian meminta maaf kepada pria itu.

__ADS_1


Selesai dengan urusan merapikan rambut. Sam mengajak Sang Istri untuk membeli pakaian. Pria itu sibuk memerintah para karyawan untuk memperlihatkan koleksi kemeja dan jas baru yang tersedia. Mereka memperlakukan Sam dengan sangat sabar meskipun dalam hati sedikit kesal. Mereka bolak balik kesana kemari karna permintaan yang tidak sesuai. Bagaimanapun juga Sam adalah member tetap. Pria itu bisa berbuat sesuka hati karena sudah mereservasi tempat ini setiap berbelanja. Sementara Selena. Wanita itu sudah menasihati suaminya. Dan Sam menjawab jika itu sudah pekerjaan mereka. "Kita akan belanja untuk kamu Honey." Kata pria itu membuat Selen menggeleng. "Bajuku masih banyak." Jawabnya dengan cepat. Sam pasrah. Sudah beberapa kali membujuk tapi jawaban istrinya masih tetap sama.


"Kamu bikin Bunda kaget Sayang." Katanya sambil berbalik kemudian membalas pelukan anak perempuannya. "Bunda." Sam datang mencium tangan wanita itu membuat Bunda terkejut dan terbengong sebentar. "Ayo duduk." Katanya setelah sadar dari lamunan. "Sayangnya kakak datang." Kedua pemuda itu langsung duduk memeluk Selen memisahkan Sam dengan istrinya. "Ayah dimana?" Tanya Selena tidak mendapati keberadaan pria itu. "Sedang memberitahu pak ustadz untuk datang ke pengajian nanti malam." Jawab Sean.

__ADS_1


Selena sudah tampil cantik dengan gamisnya. Ia sedang memilihkan baju Koko untuk dipakai Sang Suami. "Warnanya harus sama dengan baju kamu Honey." Kata pria itu memperingati sambil duduk mengamati istrinya."Yang ini." Selen membawa baju Koko dengan wana yang sama untuk di pakaikan pada Sam. Wanita itu menatap tubuh atletis suaminya yang penuh tato sebentar kemudian segera melakukan tugasnya. "Kamu tidak nyaman melihat tato di tubuhku Honey?" Tanya Sam pada istrinya namun tidak mendapat jawaban. "Sudah selesai." Katanya setelah beres memasangkan peci. "Terimakasih Honey." Kata pria itu merengkuh tubuh Selen dan mencium bibir mungil istrinya beberapa kali.


Sean dan Shon menahan tawanya melihat penampilan baru Sam. Pria yang terbiasa berpenampilan mewah itu kini sangat berbeda dengan baju Koko dan peci. "Adik ipar. Kau terlihat......" Sean menjeda kalimatnya. "Berbeda." Lanjut Shon. Sam tau kakak iparnya itu sedang meledek. Mereka sangat suka mencari perkara. Padahal Sam sudah ingin berdamai atas sikap tengil dan menyebalkan keduanya. "Bunda. Ayah." Pria itu mencium tangan sepasang suami istri itu. "Assalamualaikum." Kata Sam membuat mereka terkejut bukan main. Selena tersenyum. "Waalaikumsalam." Jawab Selen diikuti keluarganya. "Apa aku kelihatan aneh Honey?" Tanya Sam penasaran. "Kamu tampan." Jawab Selena membuat pria itu mengecup pipinya di depan semua orang.

__ADS_1


Pengajian berjalan dengan lancar. Hanya tersisa mereka yang tengah mengobrol di ruang keluarga. Suasana tampak ceria dengan gelak tawa Selena dan kedua kakak kembarnya. "Berhentilah menggelitiki adik kalian. Perutnya sakit nanti karena tertawa." Kata Ayah. "Uh. Sayangnya kakak." Mereka mengusap air mata Selena yang sudah menetes di pipi. Sam tersenyum melihat keakraban mereka. "Ipar." Panggil Sean membuat pria yang sedang mengobrol dengan mertuanya itu menoleh. "Kemarikan Arapaima milikmu. Aku ingin makan ikan." Kata pemuda itu membuat sang Ayah tersedak. Sean sebenarnya hanya ingin menguji seberapa jauh Sam akan berkorban. "Pelan pelan Yah." Bunda mengusap tengkuk suaminya. "Kamu kenapa sih?" Tanya Bunda melihat sikap absurb anaknya. "Boleh. Asal benar kamu makan." Kata Sam dijawab anggukan oleh Sean.


Sam memasuki kamar istrinya setelah selesai mengobrol dengan mertua. Ia mengamati kamar mewah nan rapi yang di dominasi warna putih itu. Di sisi kanan terdapat perpustakaan mini dengan sekat kaca transparan. Sam melangkah menghampiri Istrinya. Pria itu tersenyum melihat Selena yang tertidur dengan buku ditangan. "Fikih wanita." Gumam Sam membaca judul buku itu kemudian meletakkan di rak. Ia memperhatikan koleksi buku istrinya. Ada novel, buku buku tentang agama dan buku dengan berbagai bahasa yang Sam tidak mengerti. Pria itu mengangkat tubuh Selen perlahan. Ia berjalan kemudian merebahkan Selen di ranjang dan membuka jilbab Sang istri. Pria itu tersenyum kemudian mendaratkan ciuman di seluruh wajah Selena.

__ADS_1


__ADS_2