
Sky memasuki rumah Omanya dengan wajah di tekuk. Bocah tampan itu tak menghiraukan sang adik yang sedaritadi mengganggunya. "Assalamualaikum." Selena mengucapkan salam saat masuk ke dalam mengikuti kedua anaknya. "Waalaikumsalam Sayang. Kita kangen." Ucap Bunda langsung memeluk Putrinya dan si kembar bergantian. "Huh. Kalian terlalu lama liburan." Sean dan Shon ikut memeluk Selena. "Hm. Maaf kak. Aku bawain banyak oleh oleh nih." Selena menunjuk barang barang yang sedang di bawa suaminya. "Bisa bisanya. Ayo duduk." Kata Ayah menggandeng tangan putrinya dan mengajak duduk. "Kalian sudah antar oleh oleh ke rumah Bill, Saifan sama Julian?" Selena menggeleng sambil tertawa kecil. "Mas Sam nggak mau." Katanya sembari menahan tawa. "Kenapa Sam?" Tanya Ayah Selen pada menantunya. "Lama nggak ketemu mereka pasti nggak akan ngebiarin Istri aku pulang Yah. Makannya aku suruh orang antar di rumah mereka. Pasti mereka sedang cariin kita. Hp aku sama istri daritadi di matikan. Takut di telpon mulu." Jawab Sam membuat mereka menggelengkan kepala.
__ADS_1
Selena menghentikan obrolan ketika kedua anaknya sedang berdebat. Ia tidak memang sengaja tidak melerai karena menunggu keduanya akur. Tapi ternyata tidak. Perdebatan keduanya masih terus berlanjut. "Kalian kenapa sih hm?" Tanya Selena akhirnya membuat keduanya diam. "Shai selalu menggangguku Bu." Jawab Skyler langsung memeluk Ibunya. "Tidak. Shai tidak mengganggu Abang." Jawabnya tak mau di salahkan. "Sudah sudah. Jangan berdebat lagi. Sini duduk tenang sama Ibu." Selena memangku kedua putra putrinya.
__ADS_1
Hanya tersisa Selen dan kedua orang tuanya sementara Sam, dan yang lain sedang pergi ke halaman belakang. "Sayang." Panggil Ayah Selena sembari menggenggam tangan putrinya. "Kamu....Tidak mau tinggal saja di depan." Ucapnya sedikit kesulitan. Bukannya apa apa. Hanya saja Ia tak tahan karena harus berjauhan dengan Selena. "Ayah mau Selen kembali tinggal di rumah depan?" Tanyanya dan mereka mengangguk. "Bukan hanya Ayah dan Bunda. Tapi kami semua menginginkan kamu selalu dekat dengan kita. Kamu tau kan kami sangat menyayangi kamu nak. Kami tidak tahan harus berjauhan." Jawabnya membuat Selena mengangguk paham. "Nanti Selena bicarakan dulu ya." kata Sang putri membuat keduanya lega. Sam mana bisa menolak keinginan Selena. Pria itu akan cenderung menuruti apapun yang diinginkan sang istri.
__ADS_1
"Sudah. Cup...Cup." Selena sedang menenangkan putrinya yang menangis. "Kamu apain Sam?" Tanya Bunda sembari menatap kesal menantunya itu. "Nggak Sam apa apain kok Bun. Sam cuman tegur tadi karna Shai nakal." Jawabnya membela diri. "Turun dari Ibu Shai. Ibu capek." Katanya sembari menarik kaki sang adik yang berada di gendongan Ibunya. "Gamau...." Shai menangis semakin kencang sembari mengeratkan pelukannya pada Selena. "Huh." Kesal Skyler memilih untuk duduk kembali. Ia kasihan pada Ibunya karena sudah terlalu lama menggendong gadis manja itu. "Mandi dulu yuk. Mas. Minta kunci mobilnya. Aku mau ambil baju anak anak." Sam menggeleng "Biar aku aja." jawabnya langsung bergegas pergi agar tidak membuat istrinya lama menunggu.
__ADS_1
Mereka berkumpul di ruang tengah sambil mengobrol. "Kalian jangan pulang ya. Menginap disini saja. Ini sudah malam." Kata Bunda. Selen melirik suaminya dan pria itu mengangguk sambil tersenyum. "Iya Bun." Jawab Selen cepat. "Kita nanti tidur sama Ibu ya." Kata kedua bocah itu memohon. Selena mengangguk sambil tersenyum membuat Sam gusar. Kalau di rumah mertua Ia tak berani debat dengan kedua anaknya. Ia lebih memilih untuk mengalah dan diam. "Ibu. Sky mau eskrim." Kata bocah tampan itu menatap Sang Ibu penuh dengan permohonan. "Baik. Ayo Ibu ambilkan. Sekalian tidur ini sudah malam." Sky mengangguk kemudian berdiri lebih dulu diikuti adiknya. "Pamitan dulu sayang." Sky dan Shai mencium tangan semua orang bergantian. "Selamat malam." kata kedua bocah itu di balas pelukan. Mereka memandangi wanita yang sudah berjalan menjauh sembari menggandeng tangan kedua anaknya. Senyuman terbit di bibir masing masing orang karena rasa kagumnya pada Selana. Wanita itu sangat luar biasa dalam mendidik anak anaknya.
__ADS_1