Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Beri Aku Kesempatan


__ADS_3

Sam melangkahkan kakinya dengan berat memasuki ruang keluarga di mansion mertuanya. Pria itu duduk di singgle sofa setelah di persilahkan. "Kau tau kenapa kami berkumpul dan mengundangmu kesini?" Tanya Ayah Selena sambil menatap menantunya itu. Sam menggeleng pelan. Sebenarnya Ia tau mereka mengundangnya kemari pasti ada sangkut pautnya dengan sang istri. Namun Sam tak mau menjawab. Biarkan nanti mereka yang akan menjelaskannya sendiri.


Beberapa menit kemudian sosok wanita datang sambil menggandeng kedua anaknya. Ia tampak biasa saja belum menyadari kehadiran seorang pria yang telah membuatnya terluka. Selena tampak sedikit terkejut lalu Ia segera menetralkan ekspresinya ikut duduk bergabung bersama mereka. "Honey." Lirih pria itu masih dapat di dengar semua orang yang ada disana. Selen tidak menjawab. Ia memilih untuk menunduk. Meneteskan air matanya ke bawah agar tidak terlalu kentara bahwa Ia masih terpukul mengingat kehilangan anaknya. "Sayang. Kalian tidak merindukan Ayah?" Tanya Sam kepada kedua anaknya. Itu adalah ungkapan pertama kalinya bagi Sam. Ungkapan yang memperlihatkan bahwa Ia adalah benar benar seorang Ayah. "Maaf. Ada atau tidaknya Ayah bagi kami sama saja. Ayah tidak pernah menganggap kami ada. Sedikit pun tak pernah. Jika memang Ayah tak menginginkan kami seperti yang Ayah ungkapkan beberapa bulan lalu. Sky harap itu tidak akan berubah. Kami bisa bahagia hanya bersama Ibu." Kata Bocah itu lalu menggandeng tangan adiknya untuk pergi. Mereka semua menatap Sam. Terlebih Selena. Ia tak menyangka Suaminya akan berkata seperti itu pada darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


Semenjak kepergian Sky suasana menjadi lebih tegang. "Tanda tangani ini. Lepaskan putriku. Carilah kehidupan barumu. Untuk harta yang telah kau berikan putriku akan mengembalikan semuanya. Cucuku akan menjadi tanggung jawabku karena kau tak menginginkannya." Ayah Selen membanting map di depan menantunya. Sam meraih benda itu dengan tangan bergetar. Napasnya tercekat karena surat perceraian yang sudah terdapat tanda tangan Selena di dalamnya. "Daripada hidup berdua saling tersakiti inilah jalan yang terbaik. Lepaskan Selena. Biarkan dia bebas dari kehidupanmu." Tuturnya membuat pria itu menggeleng dengan cepat. Sam tidak mau bercerai. Ia tidak ingin melepaskan istrinya. "Aku minta maaf. Aku akan memperbaiki semuanya. Aku tidak ingin bercerai. Dia akan tetap menjadi istriku. Honey. Maafkan aku. Beri aku kesempatan." Kata Sam mengungkapkan semuanya setelah sedaritadi diam. "Aku mohon. Akan aku perbaiki segala kesalahanku. Aku janji." Ia menggenggam tangan Selen dan seketika wanita itu memberontak. "Hentikan. Kau membuatnya takut." Tegas Sean membawa adiknya menjauh.


"Sudah cukup." Selena meninggikan nada bicaranya. "Selama ini aku selalu sabar. Memberimu maaf dan berkali kali kesempatan untuk berubah. Aku menunggu, menunggumu untuk menjadi lebih baik. Menerima semua perlakuan kasarmu yang seenaknya. Aku lelah. Kau bilang kau akan berubah. Tapi penantianku sampai sekarang sia sia. Kau tetap sama. Kau tak mau mendengarkanku sekali saja. Butuh hati yang besar untuk menerima semua ini. Aku mencoba bertahan bertahun tahun lamanya dengan sikapmu. Aku mencoba menjadi istri yang baik. Menemanimu di kala kau susah dan mencoba memahami mu. Aku menyerah sekarang. Aku rasa kita sebaiknya berakhir sampai disini. Jalan kita masing masing. Itu lebih baik." Ungkap Selen meninggalkan semua orang yang ada disana.

__ADS_1


Sean dan Shon tengah duduk berhadapan dengan seseorang. "Jika kau bertanya langsung padaku mungkin akan lebih jelas. Tidak perlu menyuap Asistenku dan membuatnya mabuk untuk mengetahui semuanya." Kata Alex sambil memakan steaknya dengan santai. "Jika ini berjalan mudah. Aku juga tak ingin bertemu dengan Sekertaris bodohmu itu." Jawab Sean begitu menohok membuat Alex mengingat kebodohan Anthony. "So. Tuan Saifan apa yang membuatmu memburu Sam?" Tanya Shon to the point. Saifan tampak tersenyum miring. Ia kemudian menceritakan masa kelamnya sekitar sepuluh tahun yang lalu. Sang adik perempuan satu satunya dibunuh oleh Sam di depan mata kepalanya sendiri setelah pria itu berhasil membinasakan kedua orang tuanya. "Sebelumnya pria itu telah menjebak ku bermalam dengan wanita sehingga aku memiliki seorang putri. Istriku meregang nyawa saat melahirkan." Lanjut pria itu. "Kenapa dia melakukan semua itu padamu? dan kenapa dia tidak mengenalimu?" Tanya Sean penasaran. "Dia menginginkan sebuah pulau pribadi milik keluarga kami. Ayah tak memberikannya karena itu peninggalan keluarga. Sam menghancurkan kami dengan keji agar mendapatkan apa yang Ia mau. Pertama dia membuatku di benci keluarga dengan menjebak ku berzina. Sehingga aku diusir dari rumah dan hidup sendiri. Dia tau aku yang akan mewarisi pulau itu. Berbagai cara tak berhasil membuatnya membunuh keluargaku. Untuk urusan tidak mengenaliku mungkin pria itu lupa. Dia mengalami kecelakaan beberapa tahun setelah kejadian itu. Aku rasa otak pria itu sedikit bergeser dari tempatnya." Jelas Saifan sambil terkekeh membuat kedua saudara kembar itu mengangguk paham.


Duh....Gimana nih...Pisahkan Selen dan Sam atau tidak ya....

__ADS_1


Author bingung.....


__ADS_2