Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Sky Mencintai Ibu


__ADS_3

Sam bolak balik ke ruang kerja istrinya. Pria itu menanyakan hal hal yang tidak penting. Sengaja karena ingin di perhatikan. Selen sedaritadi sibuk berbicara dengan kliennya lewat sambungan telpon membuat Sam Cemburu. "Apa sih Mas?" Tanya Selena sambil menjauhkan telponnya karena kini Sam sudah duduk di sampingnya lagi setelah beberapa detik lalu keluar dari ruangannya. "Em...." Pria itu tampak berfikir sambil memeluk istrinya untuk mencari alasan. Selen menggeleng dan melanjutkan obrolannya lagi. "Jadi bagaimana?" Tanya Wanita itu sembari meraih buku catatan dan penanya. "Baik. Dimajukan tanggal 13 Minggu depan. Lima gaun pesta. Satu berhijab dan empat pendek dengan model yang telah di sepakati. Kemudian tiga tuxedo dengan warna yang sama. Benar?" Tanya Selena memastikan. Sam hanya memperhatikan Istrinya. Pria itu tak melepaskan pandangannya dari Selena. Ketika sedang bekerja Wanita itu sangat luar biasa. Begitu profesional dan cerdas. "Baik. Kami akan segera siapkan." Selen menutup buku catatannya. "Sama sama." Jawabnya kemudian meletakkan gagang telpon itu kembali ke tempat. "Sudah selesai?" Tanya Sam dan Selena mengangguk. "Kamu tadi mau tanya apa lagi?" Ia menatap suaminya dan Sam menggeleng sambil tersenyum. Pria itu menyembunyikan kepalanya di dada sang istri. "Nggak jelas kamu. Awas. Aku mau pergi." Katanya sambil berdiri dari duduk. "Kemana?" Sam mengekori istrinya yang kini sudah melangkah. "Jemput anak anak."


Sam dan istrinya kini sudah berada di depan sekolahan Si kembar. Pria itu terpaksa ikut karena tak ingin berpisah dari sang istri. "Lama." Keluhnya karena menunggu Sky dan Shai yang tak kunjung keluar. "Sabar. Nah itu mereka keluar." Mata Selen berbinar melihat anak anaknya berlari mendekat. "Ibu." Keduanya langsung memeluk Selena. "Hy Sayang. Ayo pulang. Ibu sudah masak enak." Ajak Selen menggandeng si kembar memasuki mobil. Sam menghela napas. Begini semenjak ada mereka berdua. Posisinya sebagai Kaisar di istana di geser. Dulu saat belum ada mereka Sam dengan leluasa menghabiskan waktunya bersama sang Permaisuri hati. Namun kini hanya sekedar untuk tidur berdua saja kadang terganggu. Selena memang sudah tidak marah. Tapi entah mengapa selalu ada jarak di antara mereka semenjak kejadian itu.

__ADS_1


Sampai di rumah Selena langsung mengantarkan anak anak ke kamar. Menyuruh keduanya untuk bersih bersih dan sholat sembari menyiapkan pakaian baru untuk mereka.


Wanita itu memasuki kamarnya setelah selesai mengurus keperluan si kembar. "Honey." Sam memeluk istrinya. "Mandilah. Aku siapkan baju." Kata Selena sambil berjalan ke arah walk in closet. Sam mengikuti istrinya kemudian memeluk lagi wanita yang tengah menyiapkan pakaian itu dengan erat. "Kenapa Hm?" Tanya Selena. "Pengen peluk kamu." Jawab Sam. "Mandi dulu. Anak anak nanti kelamaan nunggu." Selen melepaskan pelukan suaminya. "Kamu kenapa?" Tanya Sam melihat istrinya melangkah pergi. "Maksud Mas?" Sam menghela napas. "Sikap kamu kenapa masih dingin padaku. Aku tau aku salah. Aku minta maaf Honey." Ia mengungkapkan semua isi hatinya. Selen berbalik menatap sang suami. Ia ingin seperti dulu. Tapi jujur hatinya masih sakit teringat perlakuan pria itu. Bukan hanya sikap Sam yang kasar dan pencemburu. Namun yang membuatnya luka dalam adalah kehilangan anak yang begitu Ia cintai meskipun belum melihat atau menyentuhnya. Selen berjalan mendekat dan memeluk tubuh kekar itu dengan erat. Sam sedikit tersentak. Ini adalah pertama kalinya untuk Selena berinisiatif. Ia memejamkan mata merasakan pelukan begitu nyaman dan membuatnya melambung tinggi. "Maaf." Lirih Selena. "Tidak Sayang. Aku yang minta maaf. Aku yang salah. Semua yang aku lakukan menyakitimu. Aku minta maaf Honey. Sayangku." Sam menangkup wajah Selen dan mencium bibir mungil itu dengan sangat lembut.

__ADS_1


Seperti yang diinginkan Shai. Sore hari mereka sudah berada di mall untuk jalan jalan. Selen dan Sam hanya mengikuti anak anak. Tepatnya mengikuti Shai karena gadis itu menarik tangan Sang Ibu kesana kemari. Meminta untuk dibelikan beberapa makanan ringan. "Kamu mau apa Sayang?" Tanya Selen sambil berjongkok. Skyler sedari tadi diam tidak meminta apapun. "Kamu mau itu?" Tanyanya karena sedaritadi mata Sky fokus pada salah satu toko perlengkapan olahraga. Sky tersenyum dan mengangguk. "Jika ingin sesuatu segera bilang pada Ibu ya." Kata Selena dengan lembut lalu mengecup kening anak lelakinya. Ia menggandeng tangan Skyler memasuki toko dan Membelikan segala perlengkapan olahraga mulai dari bola basket dan lain lain.


"Terimakasih Ibu " Keduanya memeluk Selena dengan erat setelah sampai di rumah. "Sama sama Sayang." Jawab Selena dengan lembut. Mereka begitu antusias membuka belanjaan masing masing. Sam tersenyum kemudian memeluk istrinya. "Mereka sangat menyayangimu Honey." Kata Sam diangguki sang istri. Senyuman terbit dari bibir wanita itu karena melihat kebahagiaan anak anaknya. "Sky mencintai Ibu." Kata Bocah lelaki itu tiba tiba memeluk Selena dengan erat lalu mengecup pipi mulus Ibunya. "Shai juga." Gadis kecil itu mengikuti kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2