Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Obrolan Nyleneh


__ADS_3

Selena berbalik kemudian berjalan cepat menuju suaminya. Wanita itu membuka kembali kemeja yang sudah melekat pada tubuh Sam. "Itu namaku." Kata Selen sambil menutup mulut memperhatikan namanya terukir di dada sang suami. "Astaga Honey. Kamu setiap hari memandikan aku dan baru tau?" Sam begitu heran dengan istrinya. Selen mengangguk. Benar Ia setiap hari memandikan suaminya. Namun Ia juga tidak memperhatikan semua tato di badan pria itu. "Sejak kapan?" Gumam Selena masih bisa di dengar oleh Sang suami. "Sejak tertarik padamu." Jawab pria itu kemudian menceritakan semuanya. Segala upaya dan tindakan nekatnya untuk Selena.


Sam memperhatikan sekitar. Sikap karyawannya tak seperti dulu saat Ia sehat. Mereka cenderung sedikit mengacuhkan Sam. Beberapa dari mereka bahkan hanya tersenyum pada sang Istri dan tidak menyapanya sama sekali. Pria itu mengangguk paham dengan situasi saat ini.

__ADS_1


Sam sudah sampai di ruangannya. Disana ada Bill dan Julian yang menunggu. "Honey. Kamu pulanglah terlebih dahulu. Sudah ada mereka disini." Kata Sam dengan lembut. Ia akan menyampaikan sesuatu pada dua orang di depannya itu. "Tapi...." Selen sedikit tidak tega. Bagaimana jika nanti Sam membutuhkan sesuatu. "Jangan khawatir. Aku akan baik baik saja." Kata Pria itu meyakinkan istrinya. "Baiklah. Aku pulang dulu. Nanti aku jemput untuk ke rumah sakit. Hari ini ada jadwal terapi." Katanya dan dijawab anggukan oleh sang suami. "Assalamualaikum." Pamit Selena sambil mencium tangan Sam. "Waalaikumsalam." Jawab ketiga orang itu. "Selen pulang dulu Om." Ia berpamitan pada Bill dan Julian. " Iya cantik. Hati hati." Jawab Julian genit membuat Sam melemparkan bantal sofa dengan kencang pada wajah pria itu.


"Sudah bisa menjawab salam sekarang?" Tanya Sam. "Istrimu membuat kami terbiasa." Jawab Julian dan Bill ikut mengangguk setuju. "Ada yang ingin kalian laporkan padaku?" Sam curiga dengan keduanya karena meminta Ia langsung datang untuk bertemu. Bill menjelaskan jika Mama Sam sudah tau semua harta telah dialihkan atas nama Selena. Ia juga mengatakan jika Sarah telah menemui Joseph dan memperingatkan Sam untuk selalu melindungi sang istri. Julian terkekeh menirukan cerita Joseph yang sedang di rayu oleh Mama Samuel. "Mamamu benar benar keren." Kata Pria itu sambil tertawa kencang. "Jika yang merayu begitu istrimu. Aku pastikan tidak ada lelaki yang menolaknya. Lah tapi ini...." Julian tertawa lagi tak bisa menyelesaikan kalimatnya. "Bajingan kau." Teriak Sam.

__ADS_1


"Bos."


Sam menjelaskan kepada keduanya untuk merombak semua pegawai. Pria itu hanya ingin mempertahankan mereka yang tulus dan kompeten. "Baik Bos. Akan kami laksanakan." Jawab Bill sambil mengangguk. "Tunggu dulu. Mau sampai kapan kamu akan berpura pura lumpuh seperti ini?" Julian menatap sahabatnya itu dengan heran. "Aku tidak pura pura. Aku memang lumpuh sementara. Dan sekarang kan aku sudah sembuh." Jawab Sam sambil menyesap minumannya. "Lalu kenapa kau masih berpura pura? Oh jangan jangan kamu menikmati setiap dimandikan dan dimanja oleh Istrimu. Iya? Dasar suami laknat. Memangnya kamu tidak kasihan Selena kerepotan?" Julian menatap kesal pria di depannya itu. "Diam kau. Aku kasihan. Tapi masih ada sesuatu yang perlu aku ungkap." Jawab Sam dengan tatapan tajam. "Eh tunggu dulu. Jika kamu seperti ini kamu malah merugi. Memangnya kamu dapat jatah dengan kondisimu yang lumpuh?" Tanya Julian membuat Bill sedikit risih. Dua orang itu dengan terang terangan membahas masalah ranjang. Tau sendiri kan Jika Bill adalah seorang duda. Julian Juga duda sudah memiliki anak, namun pria itu bisa bermain wanita dan Sam punya istrinya yang cantik. Lah Bill....Pria itu menggeleng pelan mendengarkan obrolan nyleneh keduanya yang masih berlanjut. Meskipun duda dan bebas. Bill tidak asal menyentuh wanita. Pria itu lebih memilih untuk sendiri dan fokus pada kedua anaknya.

__ADS_1


"Kenapa Honey?" Tanya Sam memperhatikan istrinya sedaritadi membaca kertas yang diberikan dokter. "Kenapa tidak ada jadwal terapi lagi?" Tanyanya heran. Sam menggenggam tangan Selena. Pria itu mengecup bibir Sang Istri beberapa kali hingga Selen mendongak menatap wajahnya. "Sudahlah. Jangan terlalu di pikirkan." Sam tersenyum untuk menenangkan wanita itu. "Kita pindah ke pengobatan alternatif saja." Usulnya namun Samuel menggeleng dengan cepat. "Honey. Mengertilah. Tolong dengarkan aku. Aku sudah ikhlas. Apa kamu malu jika kondisiku selamanya begini?" Tanya Sam membuat wanita itu mengucapkan kata TIDAK dengan cepat. "Kalau begitu biarkan begini saja." Sam merengkuh tubuh istrinya. Ia menikmati aroma harum mawar dari tubuh Selen yang begitu menenangkan.


Sam memeluk Selena yang sedang tertidur dengan tenang. Ia kasihan dengan Sang istri yang setiap hari harus lelah mengurusinya. Sam semakin mengeratkan pelukan pada wanita itu setelan menciumi seluruh wajah cantik Selena dengan lembut. Sandiwara ini harus tetap berlanjut. Ada beberapa hal yang perlu Ia ungkapkan. " Maafkan aku Honey." Lirih pria itu merasa sangat bersalah telah melibatkan istrinya dalam situasi rumit.

__ADS_1


__ADS_2