
Sam memeluk dan mencium istrinya berkali kali sebelum berangkat. Pria itu sudah memberikan perintah pada pengawal barunya untuk selalu menjaga dan melaporkan segala kegiatan sang Istri. "Mas. Hari ini aku mau ke rumah sakit sebentar sama Bunda buat vaksinasi anak anak." Sam mengangguk. "Maaf aku tidak bisa temani. Tidak apa kan Honey?" Tanya pria itu sambil mengelus lembut wajah istrinya. "Tidak apa." Jawab Selen sambil tersenyum. "Baiklah. Aku berangkat dulu. Kamu baik baik di rumah Honey. Aku mencintaimu Sayang." Sam mengungkapkan kata kata manis seperti bisa kemudian memberi ciuman sebelum melangkah memasuki mobil yang sudah menunggunya sedari tadi.
Alex sedang menunggu Selena bersiap. Ia akan mengawal wanita cantik itu untuk pergi ke rumah sakit. "Ouh...Kamu terbangun sayang." Celoteh Selen terdengar semakin mendekat bersama Bundanya. Mereka menghampiri Alex yang berdiri menunggu. "Om Alex. Bisa tidak Om Alex saja yang menyetir. Maksudku tidak usah bawa supir." Jelas Selena karena tidak ingin terlalu banyak orang. "Baik Nyonya." Jawabnya patuh kemudian mempersilahkan dua wanita itu.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan mereka mengobrol ringan. Bunda Selen begitu ramah mengajak pria yang tengah fokus menyetir itu untuk membicarakan hal hal ringan. "Jadi kamu di sini sendiri?" Tanya Bunda Selen sambil menimang cucunya. "Bersama Putri saya Nyonya. Saya pindah ke sini setelah orang tua saya meninggal." Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari jalan raya di depannya.
Selen sibuk menenangkan anaknya yang menangis. "Sky....Jangan menangis sayang." Selen berjalan meninggalkan rumah sakit bersama Bundanya untuk menuju mobil yang sudah menunggu. Alex dengan cepat membuka pintu mobil untuk dua wanita itu. "Terimakasih." Selen tersenyum manis membuat pria itu sedikit tersentak. "Sama sama Nyonya." Jawabnya sambil membalas senyuman.
__ADS_1
Selen selesai menidurkan anaknya langsung menghampiri sang Bunda yang berada di ruang keluarga. "Kakak." Ia langsung menghampiri Sean dan Shon. Wanita itu mendapat ciuman dan pelukan hangat dari kedua saudara kembarnya. "Lihat. Kakak bawa sesuatu buat kamu Sayang." Sean meraih paper bag dan memberikannya pada sang adik. "Sudah Bunda bilang jangan terlalu memanjakan adikmu." Kesalnya karena Sean dan saudaranya membelikan Selena burger. "Makasih Kak." Ia memeluk mereka dengan hangat. "Bunda tidak di peluk? Padahal Bunda sudah kasih izin kamu makan itu." Ia pura pura marah dan memalingkan wajah. "Terimakasih Bunda." Selen beralih memeluk Bundanya.
Tepat tengah malam Selen terbangun. Ia melonggarkan pelukan suaminya. Berusaha menjauh dari dada bidang Sam yang di tumbuhi bulu halus itu. "Honey." Sam mendudukkan diri memeluk Selen yang duduk di tepi ranjang. "Prank." Suara sesuatu dari luar membuat keduanya tersentak. Mereka bergegas mengecek ke kamar bayi namun tidak ada apa apa. Sam memeluk istrinya membawa wanita itu turun ke lantai bawah.
__ADS_1
Alex menceritakan semuanya setelah tangannya diobati oleh dokter. Pria itu menderita luka yang cukup parah karena pecahan kaca. Seseorang dengan sengaja melempar sebuah batu besar hingga membuat kaca di rumah Sam hancur. "Selidiki semuanya. Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi." Tegas pria itu sambil membawa sang istri pergi dari tempat kejadian.
Selen ketakutan. Wanita itu baru mau kembali ke kamar setelah memastikan anak anaknya aman. "Tidurlah Honey. Jangan terlalu di pikirkan. Aku akan selalu melindungi mu." Alex mendekap tubuh istrinya dengan hangat. "Aku takut anak anak akan terluka." Kata Selen dengan pelan. "Tidak akan terjadi. Aku akan melindungi kalian." Ucap Sam sambil mengecup kening istrinya.
__ADS_1