
Sam selalu merangkul pinggang istrinya sepanjang perjalanan menuju ruangan tempat anak Alex di rawat. Padahal Selen sudah beberapa kali melepas karena malu menjadi pusat perhatian namun suaminya seolah tidak peduli. "Diamlah Honey." Pria itu berbisik pada istrinya. "Atau aku cium di sini sekarang juga. Kamu pasti akan malu." Ancam pria itu membuat Selena tak berkutik. Bukan hanya ancaman. Sam pasti akan melakukannya. Selen pernah beberapa kali dalam situasi seperti ini. Jadi belajar dari pengalaman wanita itu lebih baik diam dan menurut.
Sam dan Selena sedang berbicara bersama Alex. Mereka membahas kondisi gadis yang tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit. "Fira tidak mau makan sama sekali." Keluh pria itu tampak cemas dengan kondisi anaknya. "Kamu sudah tau siapa yang melakukan semua ini?" Tanya Sam dan Alex menggeleng. "Masih di selidiki lewat rekaman CCTV. Mereka akan melaporkan ke saya Bos." Jawab pria itu membuat Sam mengangguk. Selen meraih makanan yang dibawanya dari rumah. Ia berjalan mendekat pada Fira.
__ADS_1
Gadis itu mendudukkan diri melihat kedatangan wanita cantik yang kini sudah duduk di dekat ranjangnya."Berbaringlah jika masih sakit." Selena menuturinya sambil tersenyum. "Tante...?" Tanya Fira kebingungan. "Tante Istrinya Bos Papa sayang." Jawab Alex yang mendengar pertanyaan anaknya. Pria itu masih duduk di sofa sambil mengobrol dengan Sam. Melihat wajah Selena membuat hati Fira menghangat. Gadis itu tiba tiba menangis kemudian memeluk Selen dengan erat. Alex ingin mendekat kemudian diurungkan karena mendapat kode dari Selena. "Keluarkan semuanya Sayang." Selen menepuk punggung Fira dengan pelan. Fira melepaskan pelukannya setelah menangis cukup lama. "Ceritakan semuanya. Aku akan mendengarkan." Selen tersenyum sambil mengusap punggung tangan gadis itu dengan lembut. "Boleh panggil Tante Mama?" Tanyanya mendapat protes dari Alex karena anaknya telah lancang. "Tentu saja Sayang." Jawab Selen membuat Fira tersenyum. Ia kemudian menceritakan segala keluh kesahnya. Gadis itu sangat tertekan. Mereka selalu menindas Fira yang pendiam. Mengejek dan membully secara mental maupun fisik.Tidak ada tempat bercerita untuknya. Oleh karena itu Fira memendamnya sendiri. "Lain kali jika ada masalah jangan sungkan untuk bercerita." Kata Selen dan Fira mengangguk sambil memeluk wanita di depannya itu dengan hangat.
Fira sangat bahagia. Baru kali ini Ia merasakan kehangatan seorang Ibu. Sikap Selena yang lembut dan baik membuat gadis itu jatuh cinta pada pandang pertama. "Sekarang makan dulu ya. Mama bawakan masakan yang enak buat kamu. Lihat. Ada dessert dan cemilannya juga." Selena memperlihatkan kotak makan yang di bawanya. "Boleh minta suapi?" Tanyanya dengan lirih. "Fira. Jangan keterlaluan." Alex berkata sambil meninggikan nada bicaranya. "Boleh " Selena tersenyum kemudian mulai menyuapi Fira.
__ADS_1
"Ibu." Sky dan Shai berlari langsung memeluk Selena. Mereka begitu senang di jemput Ibunya. "Ayo pulang." Sam tidak betah langsung mengajak mereka masuk ke mobil. Pria itu tidak terbiasa di tempat rampai dengan ibu ibu seperti ini. "Honey. Duduk di depan." Tegas pria itu mau tidak mau membuat Selen pindah duduk di samping suaminya. Sam terlihat mengejar napasnya beberapa kali. "Kenapa?" Tanya Selena. "Tidak ada. Hanya sedikit tidak nyaman berada di sekolahan anak anak. Sangat ramai." Pria itu berkata dengan jujur sambil fokus mengemudi. "Ibu. Kenapa Ibu menjemput kita? Biasanya Paman Alex." Tanya Shai penasaran. "Paman sedang menemani anaknya yang sakit sayang. Jadi Ayah sama Ibu yang jemput kalian." Jawab Selen sambil menoleh ke belakang. "Kenapa? Kalian tidak suka di jemput Ayah sama Ibu?" Tanya Sam. "Suka Yah. Kita senang. Iya kan kak?" Shai mengguncangkan tubuh Sky. "Kalian sedang bertengkar?" Tanya Selena melihat Sky tidak merespon adiknya. "Tidak Ibu. Sky hanya lapar. Ingin cepat pulang dan makan." Jawabnya sambil tersenyum. "Ibu harap kalian bisa akur. Jangan ada permusuhan ya. Itu tidak baik." Tutur Selen dan keduanya mengangguk.
Sam menghela napasnya. Niat ingin bermesraan dengan sang istri harus gagal karena kedua anaknya sudah tiduran di ranjang sambil memeluk Ibu mereka. Sam mendengar Shai banyak bercerita pada Sang Istri. Berbeda dengan Sky yang memilih memejamkan mata dengan nyaman sambil memeluk Ibunya. Sam menaiki ranjang ikut bergabung bersama mereka. "Berhentilah bercerita Shai. Kakakmu sedang tidur nanti terbangun." Sam memotong ocehan gadis kecil itu. "Tidurlah. Ini waktunya tidur siang." Lanjutnya lagi sebelum mendapat teguran dari sang istri. Shai mengangguk kemudian ikut memejamkan mata sambil memeluk ibunya di sisi kanan. Sam ikut berbaring. Ia menggenggam tangan istrinya dengan erat. "Jangan hamil lagi." Bisik pria itu membuat Selen membuka matanya kembali. "Mereka cukup mengganggu." Lanjut Sam segera mengecup bibir istrinya sebelum wanita itu protes.
__ADS_1