Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Meminta Pertanggungjawaban


__ADS_3

Selena menggendong putrinya sedangkan Sam menggendong Sky. Mereka sedang beristirahat setelah puas berkeliling di komplek candi Borobudur. "Ayo duduk disana dulu." Kata Selena dan suaminya mengangguk setuju. "Capek ya?" Tanya Selena melihat putra putrinya sudah lemas. Cuaca hari ini memang sangat panas. Maklum jika kedua bocah itu kelelahan. "Minum dulu sayang." Selena memberi kedua anak dan suaminya minum. "Makasih Sayang." Sam tersenyum menatap Sang Istri yang sangat perhatian. "Setelah ini kita makan siang dulu Mas. Atau mau makan siang di pantai sekalian?" Tanyanya meminta pendapat. Selena membawa bekal dari rumah karena anak anak dan suaminya rewel soal makanan. Lidah mereka tidak cocok dengan menu yang ada disini dan menyuruh Selena untuk membawa makanan sendiri dari rumah. Selain lebih enak juga kebersihannya terjamin.


Mereka melanjutkan perjalanan ke pantai. Di sepanjang perjalanan Sky dan adiknya tidur dengan pulas di pangkuan Sang Ibu. "Masih jauh ya Pak?" Tanya Selena pada supir yang selalu ikut serta dalam perjalanannya. "Lima belas menit lagi sampai Bu." Jawabnya dan Selan mengangguk. "Biarkan mereka tidur sendiri. Kamu pasti lelah." Sam khawatir dengan istrinya jika kelelahan. "Nggak papa. Aku nggak capek kok." Selena tersenyum. Ia tidka ingin membuat suaminya cemas. Ya meskipun lelah namun Ia akan terlihat baik baik saja.

__ADS_1


Mereka telah sampai di pantai setelah mampir sebentar untuk sholat ashar di masjid. "Kalian mandi disini mau?" Tanya Selena pada keduanya. "Tidak Ibu. Kamar mandinya jelek." Kata Shai begitu jujur. Sam menggeleng pelan. Tabiat putrinya sama seperti dirinya. Mulutnya tak berfilter. "Jangan begitu. Tidak baik." Tutur Selana membuat gadis kecil itu langsung minta maaf. "Kita beli bakso mau?" Tawarnya dan Sky mengangguk. "Yasudah. Kita makan bakso dulu setelah itu baru main ke pantainya." Selena menggandeng tangan putra putrinya. "Ayo pak." Tak lupa wanita itu mengajak sang supir pribadi. "Duh Bu. Saya masih kenyang." Jawabnya tidak enak karena sedaritadi di belanjakan oleh majikannya. "Ayo dong Pak. Jangan menolak. Kita makan sama sama." Ajak Selen akhirnya membuat pria paruh baya itu mengangguk.


Mereka sedang makan bakso di kedai sederhana. Sam merasa risih. Tidak terbiasa makan di tempat terbuka seperti ini. Pria yang biasanya makan di tempat mewah dan private tentu saja membuatnya merasa aneh. Sam hanya memperhatikan istrinya yang makan sambil menyuapi anak anak bergantian. "Mas. Kok nggak di makan?" Tanya Selan dan Sam menggeleng pelan."Tunggu kamu selesai. Aku minta di suapi." Kata pria itu. Sam sudah terbiasa memperlihatkan sikap manjanya pada semua orang. Jadi Ia tidak malu sama sekali meskipun ada pak supir di depannya. "Iya. Tunggu sebentar." Jawab Selen.

__ADS_1


Selena sudah selesai makan bersama anak anak kini tengah menyuapi suami manjanya. Mata wanita itu tak berhenti mengawasi Shai dan Sky yang sedang bermain di sekitar pantai. Ia di bantu juga oleh supir untuk mengawasi kedua putra putrinya. "Habis ini langsung pulang ya. Jangan kemana mana lagi." Kata Sam. Pria itu sangat malas harus keluar keluar. Apalagi melihat istrinya yang kerepotan dengan si kembar membuatnya tak tega. "Kamu capek ya?" Tanya Selana menatap suaminya. "Enggak Honey. Aku cuman kasihan sama kamu sedaritadi kamu harus repot urus anak anak. Jadinya kamu kan capek." Tutur pria itu sembari membelai lembut wajah cantik sang istri. "Aku nggak papa kok Mas. Jangan khawatir." Jawab Selena meyakinkan Sam.


"Astaga Mas. Kamu belum mandi juga?" Tanya Selen karena melihat sang suami masih tiduran di sofa tanpa menggunakan atasan. "Nunggu kamu Honey." Kata pria itu kemudian berdiri dan memeluk istrinya dengan erat. Sam menangkup wajah Selena. Mencium bibir manis itu dalam dalam. "Aku mencintaimu sayang." Kata Sam penuh kesungguhan kemudian menggendong tubuh ringan itu masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Sam melucuti semua pakaiannya dan pakaian sang istri hingga tak bersisa. Pria itu menatap penuh damba pada wanita yang kini tengah berada dalam kungkungannya di bathup tanpa isi. "Mas." Napas Selena terengah engah setelah pangutan terlepas. "Kamu harus bertanggung jawab karena menyiksaku kemarin." Bisik Sam dengan suara menggoda. "Kemarin? Kenapa?" Tanya Selan kebingungan. "Kemarin kamu meninggalkanku tidur Honey. Padahal aku sedang berada di puncak." Jawab Sam. Ia sudah tak tahan lagi langsung menjamah tubuh istrinya. "Oh...Sayang..."Rancu Sam menikmati setiap inchi tubuh indah Selena. "Aku sudah tidak tahan." Pria itu langsung memulai kegiatan panasnya bersama wanita yang begitu Ia cintai.


Sam tersenyum cerah sedaritadi. Pria itu sangat puas dengan percintaannya yang baru berakhir beberapa jam lalu. Ia kemudian menghampiri istrinya yang sudah berbaring di ranjang. Wanita itu baru kembali dari kamar anak anak setelah memastikan putra putrinya sudah tertidur. "Lelah hm?" Tanya Sam mengecup bibir singkat Selena kemudian memijit kaki wanita itu. "Nggak usah kamu pijit Mas. Aku nggak papa." Selana mencoba memberontak namun Sam memaksa dan mau tidak mau membuatnya pasrah. "Aku ngantuk Mas." Sam tersenyum mendengar ucapan sang istri. "Tidurlah Sayangku." Sam ikut berbaring memeluk istrinya. Menenggelamkan Selen dalam pelukan hangat. "Aku Sangat mencintaimu. Istriku." Ungkap Sam sembari memandangi wajah cantik Selena yang sudah tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2