
Selen dan kedua kakaknya tengah mengajak si kembar bermain di taman belakang. Keduanya begitu girang berjalan kesana kemari di atas rerumputan dengan bertelanjang kaki. "Pelan pelan Sayang." Wanita itu merengkuh tubuh putranya dan membawa dalam gendongan. Sky sangat aktif daripada adiknya. Selen harus menjaga secara ekstra karena putranya sangat senang berlari lari. Ia takut jika nanti Sky terjatuh. "Ibu. Mau nen." Celotehnya sambil memeluk leher Selen. "Hey Boy. Kamu sudah besar. Sudah tidak boleh nen lagi." Shon mencubit gemas pipi keponakannya itu. "Uncle." Kesalnya sambil cemberut. "Lihat adikmu Sky. Dia begitu tenang." Sean menghampiri mereka sambil menggendong putri kecil Selena. "Mau ikut Ibu." Shai merentangkan tangannya ingin ikut di gendong. "No Sayang. Ibu tidak kuat harus membawa kalian berdua. Sama Uncle saja ya." Kata Sean dan Shai merengek. "Kemari sama Ibu." Selen meraih tubuh Shai dari kakaknya. "Nanti kamu capek harus gendong mereka berdua." Selena menggeleng pelan sambil membenarkan posisi kedua anaknya. "Tidak apa. Ayo masuk. Sudah mulai sore." Ajaknya pada kedua pemuda tampan itu.
__ADS_1
Sam memasuki rumah diikuti Alex yang berjalan di belakangnya. Hubungan mereka terjalin baik antara Bos dan Pengawal. "Hy kak." Sam ikut duduk bergabung bersama dua iparnya yang sedang mengobrol di ruang tengah sementara Alex berpamitan. "Baru pulang?" Tanya Sean dan Sam mengangguk. "Istriku mana?" Pria itu melepaskan jas yang masih melekat di tubuh. "Sedang memandikan twin." Jawab Shon. Sam kemudian berpamitan pada keduanya untuk segera memenuhi sang istri.
__ADS_1
Selen merasakan tangan kekar tengah memeluknya dengan erat ketika Ia sedang memakaikan baju untuk putranya. Sam begitu merindukan sang istri. Hari Ini begitu sibuk mengurus pekerjaan sehingga membuatnya terpaksa harus pulang sore. "Mandi dulu. Bajumu sudah aku siapkan." Kata Selen tanpa menoleh. Pria itu menggeleng. Bisa dirasakan karena dagu Sam kini sudah berada di pundak Selena. "Temani." Jawabnya sambil menghirup aroma wangi tubuh istrinya. "Sudah ganteng anak Ibu." Selen tidak menjawab malah memuji anaknya membuat Sam mendengus sebal. "Ibu. Mau nen." Sky merentangkan tangannya. "Big No. Sekarang kalian sudah besar. Sudah tidak dapat jatah Nen dari Ibu." Sam memeluk Selen memunggungi anak anaknya. "Ayah...." Keluh keduanya sambil merengek. Selen mencubit suaminya membuat laki laki itu melepas pelukannya dengan tiba tiba. Ia begitu kesal. Jika Sam membuat anaknya menangis pria itu tidak mau bertanggung jawab. Jadi Selen yang harus menenangkannya. "Jangan sedih. Nanti Ibu kasih eskrim mau?" Ia mencoba menghibur kedua anaknya. Bukannya tak mau memberi ASI. Namun kini minuman favorit anak anak dan Suam...... Ah lupakan. Pada intinya sudah tidak memproduksi lagi. "Tidak mau es krim." Sky menggeleng. "Kamu mau apa sayang?" Tanya Selena dengan lembut. "Jalan jalan." Bocah tampan itu menunjukkan mata berbinarnya. "Mau jalan jalan kemana?" Sam kini yang bertanya. Ia tak mau keluar lagi karena malas. Pria itu ingin menghabiskan waktunya dengan sang istri. "Ke Taman besar." Jawab Sky dan Sam menolak permintaan anaknya.
__ADS_1
Selen cemberut sedari tadi. Bagaimana tidak, Sam membuat anak anaknya menangis karena mencari Ibunya. Pria itu tak memperbolehkan Sang Istri untuk keluar dari kamar melihat keadaan buah Sky dan Shai. Untuk menebus kesalahannya dan agar Sang Istri berhenti merajuk. Ia membawa mereka untuk jalan jalan di taman sesuai permintaan Sky. "Kan aku sudah minta maaf Honey." Katanya sambil menurunkan Shai dari gendongannya ketika sudah sampai. "Ingat kata Ibu ya. Jangan terlalu jauh Sayang. Mainnya hati hati." Selen berpesan kepada kedua anaknya dan mereka mengangguk patuh. Wanita itu duduk diikuti sang suami yang duduk sambil merangkulnya. Selen tidak menoleh sama sekali. Ia fokus kepada kedua anaknya yang sedang bermain tak jauh dari sana. "Honey." Panggil Sam dengan lembut. "Cintaku." Panggilnya lagi karena tidak mendapat respon. "Cup...." Sam mencium bibir istrinya. "Mas. Nanti anak anak lihat." Selen akhirnya menatap Sam membuat pria itu tersenyum. "Jangan mengabaikanku Cintaku, Sayangku. Aku tidak menyukai itu." Ia merengkuh tubuh Selena. Membawa wanita itu dek dekapan hangatnya. "Lain kali jangan di ulangi lagi. Melihat anak menangis itu memberikan luka tersendiri bagi seorang Ibu Mas." Kata Selen dengan serius dan Sam mengangguk.
__ADS_1