
Keluarga kecil Sam sudah sampai di Jogja. Mereka kini tengah beristirahat setelah membereskan barang di kamar masing masing. "Nanti malam kita ke Malioboro. Kita liburannya di sini cukup lama sayang. Jadi banyak waktu untuk jalan jalan." Jelas Selana dan kedua bocah itu mengangguk paham. "Disini panas ya Bu." Keluh Sky. "Kurang dingin. ya." Selen meraih remote AC untuk menyesuaikan suhunya.
Sam baru selesai mandi. Ia kembali ke kamar sambil berdecak kesal. Anak anaknya selalu memisahkan dia dengan sang istri. Kedua bocah itu tak berhenti menempel pada Selen. Dengan terpaksa Ia naik ke atas ranjang. Membaringkan tubuhnya di samping Sang istri sembari memeluk Selen yang sudah terlelap.
"Mau kemana hm?" Tanya Sam memeluk istrinya yang sibuk merapikan jilbab. "Mau belanja." Jawabnya langsung berdiri. "Aku ikut." Kata Sam dan Selena mengangguk. "Sebentar aku pakai baju dulu." Sam bergegas pergi mengambil kaosnya setelah berhasil mencium bibir Selena.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di swalayan setelah beberapa menit perjalanan. Sam tak melepaskan gandengan tangganya dari sang istri. Pria itu malah semakin mengeratkan tautan jemarinya ketika turun dari mobil. "Ayah lepas." Keluh Shai karena Ia juga ingin di gandeng sang Ibu. Sam menggeleng tak mau mengalah pada putrinya. "Mas." Tegur Sang Istri namun Sam tidak bergeming.
Sam tak berhenti mengumpat dalam hati karena istrinya sedaritadi mendapat tatapan dari orang orang. Mereka juga tak jarang berbisik memuji wanita cantik dengan gamis berwarna cream itu. "Kalian mau dimasakkan apa sayang?" Tanya Selana pada si kembar. "Apa saja. Masakan Ibu enak semua." Jawab Sky. Selen mengangguk. "Kalau kamu Mas?" Tanyanya namun Sam tidak menjawab. "Mas." Panggil nya lagi beberapa kali hingga pria itu tersadar. "Eh. Iya Honey. Ada apa?" Tanya Sam. "Kamu ngelamunin apa sih?" Sam menggeleng kemudian tersenyum. Pria itu berjalan mendekat kemudian mencium bibir istrinya membuat Selen mencubit pria itu karena kesal. Sam ingin membuktikan pada mereka jika Sang istri hanya miliknya. "Kamu apa apaan sih? Untung anak anak tidak melihat. Tapi..." Bisik Selena sembari memandang sekitar. Ia kini sadar sedang menjadi pusat perhatian. Wanita itu hanya bisa tersenyum canggung dan cepat cepat meneruskan belanjanya. Ia tak mau berlama lama disini karena sudah malu.
Sepanjang perjalanan Sam tak berhenti mengajak istrinya berbicara. Namun wanita itu hanya menjawab singkat. "Jangan ngambek dong Honey. Aku kan cuma...." Sam bingung harus meneruskan kata katanya. Jika mengatakan cuma tidak sengaja itu bohong. Ia sengaja melakukannya untuk membuat semua orang berhenti menatap Istrinya. " Ayo turun." Kata Selena segera membuka pintu mobil ketika sudah sampai di depan rumah.
__ADS_1
Selesai makan malam Selen mengajak anak anak untuk jalan jalan di Malioboro. Wanita itu menggenggam tangan kedua anaknya karena takut terpisah mengingat tepat yang begitu ramai. Sam cemburu. Ia hanya mengikuti istri dan kedua putra putrinya tanpa bisa menggandeng tangan Selena. "Mau apa sayang?" Tanya Selena sembari berjongkok menyetarakan tingginya dengan si kembar. "Sky mau bakso Ibu." Jawabnya cepat. Pertama kali makan bakso dengan Selena beberapa hari yang lalu membuatnya ketagihan. "Kalau Shai?" tanya Selena. "Shai tidak tau Bu. Shai hanya ingin jalan jalan sama Ibu." Jawabnya. Selena mengangguk. Wanita itu kembali berjalan menggandeng keduanya untuk mencari tempat penjual bakso di sekitar.
Mereka duduk sebentar di bangku setelah puas berkeliling untuk membeli berbagai jenis makanan. "Minum dulu." Selena membuka botol air mineral dan memberikannya pada anak anak. Sam mengelap napas. Pria itu sedaritadi tidak di perhatikan. Selen hanya fokus pada kedua anaknya. "Mau minum Mas?" Tanya Selen dan suaminya mengangguk. "Bukain sekalian dong Honey. Masa mereka aja yang kamu perhatiin." Keluhnya. Selena mengangguk kemudian membukakan tutup botol untuk suaminya. "Bantu aku minum." Kata Sam membuat wanita itu menghela napas. "Sabar." Batin Selena dalam hati. Ia tersenyum kemudian menuruti keinginan suaminya.
Sam baru saja ingin menyusul istrinya setelah dari kamar mandi. Suara ketukan pintu membuatnya membelok. Ia membuka pintu kamarnya. Dua sosok bocah sudah berdiri di depan lengkap dengan piyama tidur. "Ayah. Kita mau tidur sama Ibu." Sam menggeleng. "Kalian tidur sendiri. Ibu sudah tidur. Nanti kebangun kalau kalian ikut tidur." Jawab Sam hanya sebagai alasan. Padahal Istrinya sedang membaca buku di balkon. "Benarkan Ibu sudah tidur? Biasanya....." Shai tidak yakin. "Iya. Sudah tidur. Ibu kan tadi sudah temani kalian sebelum tidur. Sekarang kalian tidur juga. Selamat malam." Sam buru buru menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
"Honey." Pria itu menghampiri istrinya yang sedang menutup pintu balkon. "Jangan tidur dulu hm." Kata Sam meraih tubuh ringan istrinya. Membawa wanita itu untuk duduk di pangkuan. Tak tahan, Sam langsung mencium bibir manis Sang Istri dalam dalam. "Aku ngantuk Mas." Selana mulai memejamkan mata dalam pelukan Sam. "Duh Honey. Jangan tidur dulu lah. Kita main. Sebentar saja." Katanya merasa kesulitan. "Honey." Sam memanggil istrinya dengan lembut. "Hey sayang." Panggilnya lagi tak mendapat respon. Selen benar benar sudah di alam bawah sadar secepat itu. Sam menghela napas karena harus menahan hasratnya. Ia membaringkan tubuh Selena di ranjang dengan perlahan. Menggunakan lengan kekarnya untuk bantalan kepala sang istri. Sam menciumi seluruh wajah Selena lalu membawa tubuh itu dalam dekapan hangat. "Huft...Kau menyiksaku Sayang." Keluhnya ikut memejamkan mata.