
Sam duduk di samping Selena yang tengah fokus membaca sesuatu. "Ekm...." Suara Sam membuat Gadis itu menutup dan mencium kitab yang sedang di pegang nya."Sudah selesai Honey?" Tanyanya sambil tersenyum manis. Selen mengangguk singkat untuk menanggapi. "Aku ingin memberikanmu sesuatu." Katanya langsung berjongkok dan mengenakan sesuatu di pergelangan kaki Selena yang tertutupi kaos kaki. Sam menjelaskan gelang kaki berlian cantik yang dipasangkan pada Selena itu adalah sebuah alat pelacak. Ia akan mendapat peringatan jika Selena mencoba untuk kabur atau melepaskan. "Aku tidak akan segan menghukummu jika macam macam." Kata Sam memperingati.
Sam mengajak Selena jalan jalan keluar. Untuk sekedar menghibur dan meminta maaf atas kejadian yang Ia lakukan kemarin. Sam memaksa untuk menggandeng tangan gadis itu ketika sampai di Mall. "Mau es krim?" Tanya Sam dijawab anggukan. Pria itu tersenyum melihat Selen yang kini sedikit lebih relaks meskipun dari manik mata gadis itu masih menampilkan ketakutan. Semangkuk eskrim sudah tersaji di meja. " Aku suapi." Katanya sebelum tangan Selen meraih sendok. Gadis itu tak menjawab. Ia hanya bisa menurut. Mau menolak sekeras apapun Ia tak akan berhasil menentang seorang Samuel.
Selen menarik tangan Sam yang masih menggandengnya. Gadis itu sangat tertarik sehingga membawa si pria menuju toko buku. Ia memilih beberapa novel untuk mengatasi rasa bosan dan sedihnya. Melupakan sejenak cobaan yang sedang dijalani saat ini "Sudah cukup Honey?" Tanya Sam ketika gadisnya sudah berhenti memilih. "Sudah." Jawab Selena pelan.
__ADS_1
Kedua orang yang belum halal itu duduk bersama setelah menyelesaikan makan siang. Selen menanyakan tentang kabar keluarganya pada Sam membuat pria itu menatap wajah sedih gadisnya dengan intens. Sam menjawab dengan jujur sesuai dengan keadaan sebenarnya membuat Selena menangis. Gadis itu memohon permintaan untuk segera dipulangkan namun syarat dari Sam masih sama dan Gadis itu tak mampu memenuhinya. "Kalau begitu. Izinkan Aku memberi pesan. Setidaknya mereka tau bahwa aku baik baik saja." Pintanya dengan penuh harap membuat Sam mengangguk. Selen mengusap air matanya dan menghembuskan napas pelan agar lebih tenang. Gadis itu mulai berbicara. " Assalamualaikum Ayah, Bunda, Kakak, Kakek dan Nenek. Jangan khawatirkan keadaan Selen. Disini Selena baik baik saja. Selen mohon untuk selalu jaga kesehatan kalian. Semoga kita cepat bertemu. Allah selalu melindungi kita." Katanya tak tahan lagi untuk tidak menangis membuat Sam merasa iba. Jujur hatinya sangat sakit setiap kali Selena menangis. Namun Ia tak mungkin mundur. Egonya mengatakan dia harus tetap maju menuntaskan apa yang sudah dilakukan.
Di sisi lain semua keluarga terkejut dengan pesan yang baru mereka terima. Bunda menangis lagi setelah mendengar suara anaknya. Ia ingin memeluk dan mendekap anak gadis satu satunya yang telah menghilang. "Selena Sayang." lirih wanita itu. Mereka hanya bisa menenangkan sambil berusaha mencari tanpa mengenal kata menyerah dan lelah. Mereka sama sama sedih, terpukul dan kehilangan. Namun setidaknya mereka tahu Selena dalam keadaan baik baik membuah hati sedikit lega.
"Novel." Jawabnya singkat sambil meneruskan membaca. "Kau tau. Sam banyak berubah karenamu." Pria itu berkata dengan sungguh sungguh membuat Selena menutup buku yang sedang di bawanya. Mendengar cerita dari pria itu mungkin bukan hal yang buruk. " Sam itu pria penuh luka dan kau adalah satu satunya gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta dan tersenyum." Lanjutnya mulai menceritakan kisah hidup pria kejam itu. Selena tak menyangka jika Samuel begitu menghawatirkan di masa lalu. Sam lahir dari keluarga kaya namun hidup menderita. Ia harus merelakan satu satunya anggota keluarga yang menyayanginya. Papanya meninggal dibunuh oleh Sang Mama kerena mengetahui perselingkuhan wanita itu. Semenjak kematian Sang Ayah Sam selalu melihat adegan dewasa Mamanya dengan laki laki yang berbeda beda setiap hari. Wanita itu tak memperdulikan anaknya. Ia meninggalkan Sam pada pengasuh setelah berhasil mengeklaim harta Gono gini.
__ADS_1
Samuel menghampiri mereka dengan langkah cepat. Julian undur diri melihat tatapan peringatan dari Sahabatnya.
"Kamu di rayu oleh pria tadi?" Tanya Sam penasaran. "Tidak." Jawab Selena dengan cepat. Ia menjelaskan jika keduanya hanya mengobrol ringan saja. "Pria itu pendongeng yang hebat. Jangan percaya kata kata manisnya." Kata Samuel tanpa sadar membuat Selena tersenyum. Hati Sam menghangat melihat senyum manis dari gadis cantik itu. Ini adalah pertama kalinya Ia melihat Selena tersenyum begitu ringan selam ada disini. "Mau jalan jalan?" Tanya Sam hanya di jawab anggukan.
Sam mengajak Selena untuk menikmati suasana sore di taman. Keduanya berjalan bersama menapaki jalan setapak yang dikelilingi berbagai tanaman dan rumput yang terawat. Selena sedikit terbuka dengan pria di sampingnya. Ia mendengarkan setiap kata cinta dan sejarah mansion ini yang ternyata Sam siapkan untuk dirinya. Selena menghargai. Namun hatinya tidak bisa dipaksakan untuk bisa menerima semua yang pria itu lakukan padanya.
__ADS_1