
Sam sedang sibuk di dapur menyiapkan sesuatu. Karena senang hubungannya dengan sang Istri membaik pria itu berinisiatif untuk memasak menu spesial untuk Selen. Ia sengaja membawa kacamata istrinya. Agar wanita itu tetap duduk diam di kamar tanpa pergi kemanapun. Karena jika tidak menggunakan kacamata Selen akan kesulitan berjalan. Jahat bukan? tapi hanya itulah satu satunya cara agar wanita itu menurut. Selen bersikeras ingin pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda. Tentu saja Sam tidak mengizinkan. Pria itu ingin memberikan istrinya masakan pertama kali yang Ia buat dengan tangannya sendiri.
Lain halnya dengan Sam yang senyum senyum tidak jelas di dapur. Selen hanya duduk diam di tepian ranjang menunggu suaminya kembali. Namun pria itu tak kunjung datang juga. Dengan pandangan yang blur parah. Ia berjalan perlahan sambil meraba raba sekitarnya. Beberapa kali Selena hampir saja terjatuh dan menabrak sesuatu. Namun bukan Selen jika pantang menyerah. Ia terus berjalan sampai....Dugh......"Aw...." Pekik Selen ketika keningnya menabrak benda keras di depannya. "Astaga Honey." Sam bergegas menaruh bawaannya dan menghampiri sang Istri. Pria itu mengusap kening Selen yang tampak memar dan mengecupnya beberapa kali. "Kacamataku." Selen meminta benda itu pada suaminya. "Ah. Iya. Maaf Sayang." Sam dengan cepat memasangkan alat bantu penglihatan itu pada sang istri. "Maaf." Katanya lagi sambil memeluk wanita yang berdiri di depannya. "Masih sakit Sayang?" Tanyanya sambil mengoleskan krim yang barusan Ia ambil. "Sedikit." Jawab Selen pelan.
Selena kini tengah duduk di balkon bersama suaminya. Pria itu baru membuka penutup mata Sang istri. Kening Selena mengernyit. Melihat hidangan yang tersaji di depannya. Entah itu masakan apa Ia juga belum pernah melihat. Penampilannya meragukan. Seperti memasak asal asalan. Jika boleh bicara terus terang masakan....Ah...sangat sulit mendefinisikannya. Semua bahan di campur menjadi satu dan menghasilkan suatu hidangan yang tidak jelas. Ada sayur, daging, ayam, bakso dan daun seledri serta tomat sebagai garnish yang dimaksudkan untuk mempercantik. Tetapi hasilnya sama saja. Pandangan Selan kemudian beralih ke buket bunga dan kotak besar transparan berisi coklat di dalamnya. Daripada masakan itu Selen lebih tertarik pada makanan manis yang begitu menggoda. "Ini semua untukmu Honey." Sam tersenyum sangat manis membuat Selen menghela napas. "Cobalah Honey. Ini masakan pertamaku. Aku belajar dari chef kemarin." Kata Sam sambil menyodorkan sendok. Selen hampir jantungan mendengar apa yang diucapkan suaminya. Belajar dari chef katanya? Chef mana yang masakannya seperti ini? Sebenarnya suaminya ini belajar masak makanan atau menghancurkan makanan? Jika benar benar belajar kenapa hasilnya seperti ini? Sebenarnya Sam benar belajar atau pria itu tidur saat belajar? batin Selen bertanya tanya. Namun demi menghargai kerja kerasnya yang tidak pernah menyentuh benda di dapur dan kini Sam melakukannya. Selena dengan ragu menerima sendok dari suaminya. Wanita itu mengambil sedikit. Mengamatinya lalu memasukkan ke mulut dengan perlahan. Ia mengunyah dan menelan dengan susah payah. Rasanya ingin muntah saja namun tidak enak membuang makanan di depan orang yang sudah susah payah menyiapkan. Selen bukanlah Sam. Jika sang suami seenaknya maka Selena tidak demikian. Ia sangat menjaga perasaan orang lain.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Sam penasaran. Pria itu menunggu jawaban sang istri dengan mata berbinar. "Apa kamu tidak mencicipinya terlebih dahulu?" Tanya Selena dan itu sudah menjadi jawaban atas rasa penasaran pria yang tengah gusar menunggu. Sam menggeleng pelan. "Tidak enak ya?" Keluhnya sambil menghela nafas. Menundukkan kepala seperti anak kecil yang sedang putus asa. "Enak. Tapi jangan kebanyakan garam. Hanya itu saja." Selena berkata demikian. Ia tak ingin membuat suaminya bersedih. Sam mengangkat pandangannya menatap sang istri sambil tersenyum. "Benarkah?" Tanyanya dan Selen mengangguk. "Lain kali jika ingin buat lagi jangan campur semua bahan seperti ini. Tidak semua bahan itu dipadukan bisa menyatu dan balance. Setiap bahan punya karakteristik masing masing." Selena menjelaskan. "Lain kali akan aku buat lebih baik lagi. Ini hanya kreasiku saja. Sebenarnya yang diajarkan chef tidak seperti ini." Kata Sam membuat Selen hampir tersedak ludahnya sendiri. "Lain kali ikuti resep saja. Jangan buat eksperimen yang aneh aneh. Lebih lebih orang lain yang disuruh mencicipi. Bisa bahaya." Tutur Selena. Wanita itu tampak sedikit kesal karena dengan usilnya sang suami membuatnya mencicipi masakan tidak jelas seperti ini. "Maaf." Pria itu berjongkok memeluk pinggang istrinya yang sedang duduk di sofa. "Lepaskan. Aku masih ada pekerjaan yang tertunda." Selen melepaskan tangan suaminya perlahan kemudian berdiri. Wanita itu meninggalkan Sam yang masih disana.
Sam menatap kepergian istrinya dengan senyuman. Setidaknya kini Selen mau berbicara lebih panjang dengannya. Ia sangat bersyukur karena hari demi hari hubungan mereka kian membaik. "Tunggu dulu." Sam meraih sendok dan mencicipi makanannya. Pria itu mengambil tissue dan memuntahkan apa yang ada di mulut. "Ini bukan maha karya. Ini lebih pantas disebut racun." Gumamnya setelah mencicipi makanan yang mengerikan itu. Sam heran kenapa istrinya berbohong. Beberapa saat kemudian Ia tersadar. "Kamu sangat manis Honey." Lirihnya sambil tersenyum. Sam tau jika sang istri sangat menjaga perasaannya.
Duh......
__ADS_1
Benar benar racun tuh masakan si Sam. Istri sendiri di jadikan taster masakan hasil eksperimen ga jelasnya.....
Jangan lupa tinggalin like dan komentar ya Guys....
Baca Komentar dari kalian bikin aku semangat....
__ADS_1
Love You All....