Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Gadisku


__ADS_3

Seorang Gadis cantik nampak melangkahkan kaki keluar gerbang menuju hunian yang berada tepat di depan rumahnya. Tanpa disadari disana sudah ada sosok pria yang menunggu di sambil membaca. Sam mendengar perbincangan gadisnya dengan salah satu penjaga di rumah sebelum Selen diantarkan masuk ke dalam.


"Om Sam." Suara itu mengalun lembut di telinga Samuel.


"Selena." Jawabnya sambil meletakkan buku yang sedaritadi di jadikan teman bersandiwara.


Gadis itu mengambil langkah mendekat sambil memberikan Paper Bag pada Sam.


"Ini cake Om. Selen buat sendiri."


"Terimakasih banyak. Duduk dulu. Om ingin ngobrol denganmu." Kata pria itu. Selen duduk di sofa sebrang berhadapan langsung dengan pria itu. Ia merasa tidak sopan jika langsung pulang dan tidak berbasa basi dengan pemilik rumah.


"Selen sudah punya kekasih?" Tanya pria itu setelah diawal memberikan obrolan ringan untuk menuju topik utama.


"Tidak Om." Jawabannya menggelengkan kepala sambil menaruh cangkir tehnya. Selena begitu cantik, lembut dan polos membuat Sam tergila gila.


"Tunggu sebentar ya. Om akan kembali." Kata Pria itu hanya dijawab anggukan oleh Selena.


"Siapa kamu?" Tanya seorang wanita berpakaian kurang bahan menghampiri Selena.


"Saya tetangganya Om Sam Tante." Jawab Selen dengan jujur. Dengan gerakan tiba tiba Wanita itu menarik Selena dan membawanya keluar. Ia mengatai gadis polos itu sebagai wanita penggoda dan Selen hanya bisa tertunduk diam. Dituduh seperti demikian tentu membuat hatinya sakit. Mulut wanita itu tak berhenti memberi kata kata kasar sedaritadi. Serangan terakhir membuat tubuh Selena terhuyung ke belakang. Beruntung tangan kokoh seseorang menangkapnya dengan cepat dan langsung memeluk Selena.


"Kau apakan adikku." bentaknya. Sean hendak melayangkan tamparan namun dengan cepat Selen mencegahnya.

__ADS_1


Sam mendengar suara keributan langsung bergegas. Pikirannya dipenuhi rasa takut jika terjadi sesuatu pada Selena. Tangannya mengepal begitu sampai di tempat. Gadisnya tengah ketakutan sudah dalam pelukan sang kakak. Sam yakin ini adalah ulah wanita kurang ajar di depannya itu.


"Sam." Ia langsung mendekat dan memeluk lengan pria itu.


"Enyahlah." Katanya namun tidak di hiraukan. Sorot mata Sean mantap Sam dengan tidak suka. "Om. Ajari kekasih Om itu etika. Dia menyebut adikku wanita penggoda. bukankah itu menyakitkan. Dan asal Om tau dia juga mendorong Selena hingga hampir terjatuh."


"Aku minta maaf." Satu kata yang keluar dari mulutnya sambil menahan emosi yang siap meledak. Tanpa menjawab pemuda itu memilih untuk membawa Selena pergi.


Sam menjambak rambut wanita itu dan menghempaskan nya hingga tersungkur di lantai. Pria itu duduk di sofa memakai sarung tangan dan menyaksikan perempuan penggoda itu merangkak meminta maaf sambil memeluk kakinya. Ia hanya diam saat Bella dengan lancang mulai duduk di pangkuan Sam dengan manja.


"Sam. Izinkan aku memuaskanmu malam ini." Katanya dengan sensual sambil meraba milik Sam. Wanita itu sengaja menggesek sambil sesekali menekan benda yang terlindung di bawah sana.


"Baiklah. Lihat saja. Kau bisa bertahan berapa lama." Kata pria itu tenang sambil menahan rasa jijiknya.


"Aku lebih suka melakukannya disini." Kata Sam sambil berbalik.


"Boleh. Dengan senang hati." Bella tersenyum menatap wajah dingin itu. Sam mengambil satu langkah turun.


Pria itu membalik posisi wanita di depannya untuk meraih resleting gaun yang berada di punggung. Tanpa di duga Sam malah mendorongnya hingga jatuh terguling sampai pada dasar tangga. Bella sudah bersimbah darah sambil merintih kesakitan. Sam yakin beberapa tulangnya patah dan mengalami cedera di kepala. Pria itu melangkah mengamati wajah perempuan itu sambil tersenyum.


"Yang kau sakiti itu Gadisku dan Ini peringatan untukmu." Katanya penuh penekanan kepada Bella yang mulai menutup mata.


Sam sudah mandi berkali kali dan membuang semua pakaian yang dikenakannya hari ini. Pria itu melesat, melangkah dengan cepat untuk menemui Selena.

__ADS_1


Sosok laki laki berjalan tegap memasuki Mansion keluarga Alister di sambut baik oleh Ayah gadis itu. Mereka duduk dan mengobrol sambil menikmati kopi bersama.


"Kesalahpahaman itu hal yang biasa." Kata pria itu bijak memaklumi semuanya.


"Kekasihmu mungkin sedang cemburu karena anakku berada disana. Perasaan wanita memang sensitif." lanjutnya membuat Sam tersedak. Pria itu jelas tidak terima dan menjelaskan dengan gamblang. Wanita itu hanya seseorang yang pernah di jodohkan oleh Mamanya. Dengan tak tau malu orang yang telah menyakitinya kembali dan mengenalkan sang putra dengan seorang wanita murahan. Namun terlalu tergila gila membuat Bella tuli dan buta atas semua penolakan yang Sam lakukan.


Bunda memasuki kamar anak bungsunya. Ia tersenyum melihat ketiga anaknya tengah berkumpul sambil menonton.


"Sayang. Om Sam menunggu di bawah." Selen mengangguk kemudian berdiri. Namun gadis itu berhenti melangkah ketika tangannya dicekal oleh seseorang.


"Jangan temui dia." Katanya menatap sang adik dengan penuh keseriusan.


Selen mendudukkan diri di samping sang Ayah. Sam tersenyum pada gadis itu dengan sangat tulus.


"Om minta maaf atas kejadian tadi." Kata pria itu memunculkan ekspresi yang penuh dengan penyesalan. Selen hanya mengangguk. Ia memaklumi semua yang terjadi. Ini semua juga bukan salah Sam. Namun pria itu mengajukan diri untuk meminta maaf.


"Om bawakan coklat yang belum sempat Om berikan tadi." Katanya sambil menggeser Paper bag yang sudah berada di atas meja.


"Terimakasih. Boleh Selen Makan?"


"Tentu."


Gadis itu langsung membukanya dengan semangat.

__ADS_1


"Jangan banyak banyak sayang." Kata Bundanya sambil mengusap kepala Selena dengan lembut.


__ADS_2