Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Wanita Setia


__ADS_3

Selan baru saja kembali setelah mengantar kelurganya sampai di depan rumah. Senyum Sam mengembang kala Istri cantiknya mendekat. "Mau mandi?" Tanya Selena di jawab anggukan cepat oleh pria itu.


Selen menghampiri suaminya yang sudah menunggu. Ia langsung membantu Sam duduk di kursi lalu melepaskan pakaian Pria itu. "Terlalu panas?" Tanyanya mengguyurkan air dari shower ke tangan Sam. "Tidak Honey." Jawab Sam sambil tersenyum. Selen mengangguk. Ia dengan telaten memandikan suaminya. Membersihkan dengan lembut seluruh tubuh Sam tanpa terlewat sedikitpun.

__ADS_1


Selen mengeringkan tubuh suaminya dan memakan baju agar tidak kedinginan. Sam mengamati wajah cantik sang istri. Wanita itu tak menunjukkan ekspresi keberatan dan lelah sedikitpun. Selama ini Selena selalu telaten merawat dirinya dengan sabar. Menyuapi, memandikan, mengantar untuk terapi dan semua itu dilakukan Selen seorang diri. Sam merasa kasihan. Ia tau pasti istrinya sangat lelah. Sam merasa jika dirinya begitu menyusahkan dan hanya bisa menjadi beban. "Sudah selesai. Kamu tunggu di kamar ya. Aku mau mandi." Kata Selena mulai mendorong kursi roda suaminya. "Aku mau disini saja." Pria itu tersenyum nakal. "No. Aku mau mandi lama. Nanti kamu kedinginan kalau tetap disini." Jawabnya tak memperdulikan Sam yang terus merengek.


Selena baru saja mengganti pakaiannya dengan gamis dan jilbab santai di rumah. Ia bergegas menghampiri Sam yang duduk sambil membaca majalah di kamar. "Honey." Pria itu langsung memeluk pinggang sang istri. "Kuku kamu sudah panjang." Wanita itu bergegas mengambil gunting kuku. Ia memotong kuku Sam begitu fokus hingga membuat Suaminya tertawa. "Jangan terlalu fokus Honey." Katanya namun Selen tidak mendongak sama sekali. "Nanti malah jarimu yang aku potong jika tidak fokus." Jawab Selen pelan. "Honey." Panggil Sam dengan lembut hanya di jawab deheman oleh Sang istri. "Aku mau berhenti terapi saja. Rasanya percuma. Aku tidak akan bisa sembuh." Selen menghentikan aktivitasnya. Wanita itu menatap suaminya kemudian menghembuskan napas pelan. "Kenapa menyerah? Kemana perginya ambisi seorang Samuel? kenapa jadi pesimis begini?"

__ADS_1


Sepasang suami istri baru saja sampai di dapur. "Ibu. Tuan." Kata Mereka terkejut melihat kedatangan keduanya. "Kami permisi." Lanjutnya setelah mendapat kode dari sang Tuan. Selena mengangguk sambil tersenyum. "Mau dimasakkan apa Hm?" Tanya Selen sudah berada di depan Sam. "Apapun itu. Masakan istriku selalu enak." Jawab Sam. Selen menggeser suaminya agar agak menjauh. "Kenapa Honey? aku ingin di dekatmu." Keluh pria itu. "Nanti kamu kena minyak. Aku mau goreng Ayam." Jawab Selen sambil membuka kulkas.


Sam menatap hidangan sederhana hasil masakan istrinya. Hanya ada ayam goreng, tempe dan tahu goreng serta sambal dan beberapa lalapan. Pria itu sedikit heran. Ia tak terbiasa makan makanan seperti ini. "Kenapa hm? Tidak mau ya? katanya apapun yang aku masak enak." Kata Selen melihat ekspresi pria di depannya itu. "Honey. Aku tidak terbiasa. Kamu kan selalu masak yang bukan seperti ini." kata pria itu tak tau menu enak apa yang biasanya di masak sang istri. "Sekali waktu harus ganti." Ia mulai mengambil nasi dan berbagai lauk. "Kalau kamu nggak mau, aku makan sendiri ya." Mendengar perkataan istrinya Sam langsung menggeleng dengan cepat. "Aku mau." Jawabnya di sambut senyuman oleh Selena. Wanita itu mulai menyuapi Sam dengan tangan kosong. "Enak." Kata Sam di sela sela makannya. Ia tak menyangka akan menyukai menu sederhana seperti ini.

__ADS_1


Di sisi lain seorang wanita tengah duduk berhadapan dengan pria di sebuah ruangan. Ia tak habis pikir jika anaknya itu begitu bodoh. Sarah baru tau jika semua harta Sam dan peninggalan suaminya dulu telah dialihkan nama kepada Selena. "Anak bodoh tak berguna." Gumamnya dengan pelan. "Apa kau tidak bisa memanipulasinya atas namaku?" Tanyanya sambil menegakkan duduk. "Nyonya. Saya Pengacara Tuan Sam. Saya tidak mungkin menghianatinya." Jawab pria itu sambil menaruh kopi yang sempat di teguknya. "Aku akan memberimu setengah dan kau bisa menikmati tubuhku jika kau mau bekerja sama." Sarah berkata membuat pria itu jijik. "Anda berikan semuanya dan seluruh jiwa raga pun Saya tidak akan mau. Seharusnya anda malu berkata seperti demikian. Kepercayaan dari Tuan Sam menurut saya lebih menarik dari apa yang anda tawarkan. Permisi." Joseph berlalu pergi sambil bergidik ngeri dengan kelakuan wanita tua yang tak tau diri itu. Ia baru menyadari jika terbiasa berurusan dengan Sam membuat mulutnya pedas seperti orang itu.


__ADS_2