
Sam selalu membawa istrinya kemanapun Ia pergi. Pria itu tak mau kejadian yang hampir membuatnya berpisah dengan sang istri terulang kembali. Ia berjalan sambil merangkul pinggang Selena mengabaikan semua karyawan yang menyapa. Sementara Istrinya. Ya. Wanita itu selalu tersenyum ramah pada siapapun membuat semua yang melihatnya menjadi damai. "Jangan tersenyum pada mereka hm. Ini hanya milikku. Senyummu hanya untukku." Sam berkata sambil menyentuh bibir lembab itu dengan jari telunjuknya. Sikap manis sang bos tak luput dari perhatian semua karyawan. Pasangan itu begitu romantis dan imut. Saat bersama sang istri rasanya Sam berubah menjadi pria yang lembut dan penuh perhatian.
Selen sangat bosan. Setiap menemani suaminya bekerja Ia hanya duduk di pangkuan Sam tak melakukan apapun. Pria itu tak mengizinkannya jauh jauh. "Kamu bosan Honey?" Tanya Sam dengan lembut. Selan mengangguk pelan. Ia bukan hanya bosan. Tapi juga mengantuk. Sam berdiri. Pria itu dengan cepat menggendong tubuh sang istri memasuki ruangan istirahatnya.
__ADS_1
Sam menghampiri istrinya setelah selesai dari kamar mandi. Pria itu berjalan dengan tubuh polos kemudian mengungkung tubuh Selen yang sedang bersandar di headboard ranjang sambil membaca buku. "Honey. Aku menginginkanmu. Aku tidak tahan lagi." Bisik Sam dengan suara seraknya tengah menahan sesuatu. Tanpa menunggu jawaban dari sang istri Sam mencium bibir mungil itu dalam dalam. "Kau sedang bekerja." Kata Selen mencegah suaminya melakukan hal yang lebih jauh. "Bukan masalah." Jawabnya sambil merebut buku Selena dan meletakkan dengan cepat di atas nakas. Sam merebahkan tubuh sang istri lalu melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh wanita itu. Ia menurunkan ciuman sampai ke leher dan turun semakin ke bawah. Memainkan dua benda kenyal itu bersamaan dengan mulut dan kedua tangannya. "Jangan di gigit." Keluh Selena. "Honey..." Sam menyusuri tubuh Sang istri hingga berhenti di bawah. Memainkan lidahnya dengan lihai membaut Selena merasakan sensasi yang luar biasa. Sam mendongak sebentar menatap Selena yang memejamkan mata sambil mengigit bibir bawah. Pria itu tersenyum kemudian melanjutkan aksinya lagi.
Sam mengusap bibirnya dengan ibu jari. Ia melebarkan kedua kaki jenjang Selen dan mengaitkan ke pinggangnya dengan erat. "Honey....Aku masuk sekarang." Kata pria itu begitu sensual mendorong miliknya masuk ke dalam dengan susah payah. Selen mencengkram sprei. Ia merasa sakit dan perih pada inti tubuhnya. "Sakit..." Pekiknya tak tahan. "Aku akan pelan Honey. Sebentar lagi akan membaik." Sam membungkam bibir sang istri dengan ciuman yang dalam. Pinggulnya terus di gerakkan maju dan mundur. "Ah...Honey...Ini sangat sempit dan mengigit." Pria itu berkata sambil memejamkan mata. Menikmati sensasi yang membuatnya mabuk kepayang. Sam menarik tubuh Selen. Membawa wanita itu untuk duduk memeluknya. Kegiatan mereka berlangsung lama. Hingga berkali kali mencapai puncaknya. Sam belum puas. Namun Ia menyudahinya saat melihat Selena sudah kelelahan. "Terimakasih Honey." Pria itu menidurkan istrinya pelan dan memeluk dengan erat.
__ADS_1
"Masih lelah hm?" Tanya Sam sambil merengkuh tubuh Selen yang sibuk mengenakan jilbabnya. "Aku lapar." Jawabnya mendapat senyuman dari sang suami. "Aku pesankan restoran dulu." Kata pria itu namun dengan cepat di cegah oleh istrinya.
Sam menuruti keinginan Selena. Mereka kini tengah makan siang berdua di kantin kantor. Seketika pandangan semua orang tertuju pada keduanya. Ini baru pertama kali Sam makan di kantin. Mereka tau biasanya pria itu makan hanya sendiri di ruangan VVIP restoran di hotel hotel berbintang. Sekali makan saja bisa untuk memenuhi kebutuhan mereka beberapa bulan. Namun sekarang melihat Sam makan di kantin menjadi kejutan tersendiri bagi semua orang. Mereka tau bahwa Selen merupakan wanita yang setia. Selalu menemani dan menerima suaminya dalam keadaan apapun. Dulu ketika Sam masih cacat wanita itulah yang selalu mengantar kemanapun Sam pergi. "Aku suapi." Kata Sam membuat Selena tercengang. Ia malu. Disini sangat banyak orang yang tentunya semua mata tertuju pada Ia dan Suaminya. "Malu. Disini sangat ramai." Lirihnya mencoba menolak. "A...." Kata Sam sudah menyodorkan sendok di depan mulut sang istri. Selen terpaksa memakannya. Ia mengunyah sangat pelan agar bisa mengulur waktu. "Bibirmu sakit hm? kenapa mengunyah lama sekali." Sam mengelus lembut bibir sang istri dengan ibu jarinya membuat Selena malu karena semua karyawan suaminya tengah tersenyum padanya. Beberapa saat kemudian ciuman lembut mendarat di bibir Selen membuat wanita itu membulatkan mata menatap suaminya. "Kamu malu ya??" Tanya pria itu sambil tersenyum bangga.
__ADS_1