Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Aku Masih Canggung


__ADS_3

Sam menghampiri sang istri. Selen sedang bercengkrama dengan dua bayi mungil yang baru selesai melakukan akikah beberapa jam yang lalu. Semuanya tengah beristirahat. Hanya wanita itu yang masih sibuk berceloteh sambil mengelus kedua buah hatinya yang masih terjaga. "Honey." Ia langsung duduk sambil memeluk sang istri. Selen menghentikan aktifitasnya kala seseorang berdiri tegak di depan keduanya. Dengan tiba tiba Pria berbadan kekar itu mengangkat pandangannya menatap Selena. "Saya Alex Nyonya. Mulai sekarang Saya akan bekerja sebagai pengawal pribadi Nyonya." Ia mencoba memperkenalkan diri. "Mas." Keluh Selen. Ia pikir suaminya mencari seseorang yang akan menjaga rumah ini. Namun Sam malah mencari Bodyguard pribadi untuknya. "Tidak boleh protes." Tegasnya langsung membuat Selen diam. Wanita itu menghela napas kemudian tersenyum. "Saya Selena. Panggil Selen saja." Alex menggeleng pelan. Ia menjelaskan jika itu tidak sopan. "Baiklah. Kau boleh pergi. Temui Bill di depan. Dia akan menjelaskan sesuatu padamu." Tutur Sam membuat pria itu segera berpamitan. Selen meraih Skyler dan menimangnya agar tertidur. "Kamu tidak tidur Sayang? adikmu sudah tidur." Kata Selen dengan lembut. Sam hanya memperhatikan sang istri. "Mas. Mau coba gendong?" Tanya Sang istri membuat Sam tersentak. Rasanya sangat asing pada kedua buah hatinya. Sam hanya berinteraksi dengan si kembar saat melantunkan adzan dan akikah tadi. Selebihnya tidak kecuali sang istri meminta bantuan. "Aku masih canggung Honey. Aku masih takut menggendongnya." Jawab Sam membuat Selen mau tidak mau harus memahami.

__ADS_1


Seperti yang diperintahkan Bosnya kini Alex tengah menemui Bill. Pria itu tidak sendiri. Julian juga hadir dan sudah duduk manis di singgle sofa. Alex menyapa mereka sebentar kemudian ikut duduk ketika sudah dipersilahkan. Bill meletakkan map, foto dan beberapa barang di atas meja. Pria itu menjelaskan jika Selena mengalami teror dari orang yang tidak di kenal. "Sampai sekarang pelakunya belum di temukan. Aku yakin orang ini bukanlah orang sembarangan. Terbukti saat kita melacak identitasnya sangat sulit." Jelas Bill. "Alex. Kami harap kamu dapat melindungi Selena dengan baik. Cari tau dalang di balik semua ini. Tolong kerjasamanya." Julian berkata sangat serius mendapat anggukan dari Alex. Pria itu mengerutkan keningnya sembari memperhatikan beberapa foto seorang pria berpakaian serba hitam. "Apakah orang ini yang dicurigai?" Tanya Alex. Bill dan Julian mengangguk bersamaan. "Menurut pengamatan saya Tuan. Pasti ada orang dalam yang membantunya. Atau orang ini sangat mengenal seluk beluk rumah atau bahkan mungkin kenal dekat dengan Tuan Sam atau istrinya." Jelas Alex mengungkapkan hasil pengamatannya. "Kenapa kau berkata begitu?" Tanya Bill karena melihat Alex begitu cermat. "Pelaku sangat mengenal jalur dimana posisi CCTV, pergantian penjaga dan celah masuk yang aman. Pasti orang tersebut sangat mengenali rumah ini. Yang lebih mencolok lagi dia tidak meninggalkan sidik jari sama sekali di barang barang yang dikirimnya untuk Nyonya Selena dan pria itu tau semua yang disukai Nyonya Selena." Jelasnya dengan rinci. Bill mengangguk. Ia akui Jika Alex bukan orang bisa. Pria itu sangat teliti, tegas, pengamat yang baik dan berkarakter.

__ADS_1


Selen baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memejamkan mata dengan nyaman. Ia selesai memberi ASI dan menidurkan kedua putra putrinya. Seseorang tiba tiba saja mengungkung tubuhnya. Tetesan air dari rambut sang suami mau tidak mau membuatnya membuka mata. "Keringkan rambutmu dan pakai baju. Nanti kamu masuk angin." Sam menggeleng membuat wajah istrinya basah. Pria itu tersenyum kemudian menyerahkan handuk pada sang istri. Selen mengerti. Acara istirahatnya batal. Ia lalu duduk dan mengeringkan rambut Sam. Posisi sang suami yang menenggelamkan kepala di dadanya membuat wanita itu kerepotan. "Mas. Jangan begini. Susah." Keluhnya namun Sam tak peduli. Pria itu malah mengecup bibir istrinya kemudian kembali ke posisi semula sambil menjilat dan mengendus dada yang menjadi milik kontrak kedua buah hatinya.

__ADS_1


__ADS_2