
Sebuah pesta tengah di selenggarakan di salah satu hotel mewah milik Samuel. Dekorasi begitu menakjubkan dengan dominasi warna putih yang mewah dan elegan. Sam menggandeng tangan istrinya menuju singgasana. Pria itu tampil berwibawa dan tegas dengan tuxedo berwana senada dengan gaun yang dikenakan Selena. Pernikahan Sang penguasa dan putri cantik dari konglomerat itu disiarkan secara langsung di seluruh stasiun televisi. Hal ini sengaja Sam lakukan karna ingin menunjukkan jika Selena adalah miliknya seorang.
Keluarga Selen berbaur dengan para tamu yang kebanyakan adalah sesama pengusaha. Senyuman terbit di bibir semua orang menutupi ketidaknyamanan dalam hati. Sean menatap wajah adiknya. Gadis itu tersenyum dengan tulus dan bahagia. Bertolak belakang dengan perasaanya sekarang. Ia paham jika semua ini berat. Namun saudara perempuannya itu adalah gadis yang kuat. Sean tau Selena pasti bisa melalui semua ini. "Semoga kau bahagia sayang." Gumamnya mendoakan yang terbaik bagi sang adik.
Seorang wanita dan laki laki menghampiri Sam dan Selena setelah berbincang singkat dengan keluarga Alister. "Selamat sayang." Wanita itu memeluk Sam dan Selena bergantian. Pria itu enggan namun dengan banyaknya bidikan kamera Ia tak mampu berbuat apa apa. "Selamat kak." Kata Laki laki itu ikut memeluk Sam. Selena cukup terkejut saat sang Suami memeluk dengan erat sebelum iparnya mendekat. Bertrand menatap wajah Selen dengan intens. Begitu cantik dan menarik. "Bajingan ini..." Umpat Sam dalam hati menyadari tatapan Bertrand pada Sang istri.
__ADS_1
Sebuah perdebatan panjang baru saja berakhir di salah satu kamar hotel. Sean dan Shon menyesali pernikahan yang terjadi. Namun apa boleh buat, mereka sudah Sah secara hukum dan agama. Keduanya beralih mengajukan sebuah ide dan permintaan lain. Mereka ingin Selen tetap tinggal di rumah untuk melindunginya. Ayah menghela napas. Pria itu sudah cukup menderita dengan pernikahan anak gadis dan kemarahan Papanya yang baru mereda. Dan sekarang kedua anak kembarnya itu menambah list baru di pikirannya. Ayah Selen memberikan pengertian jika sudah sewajarnya Selena mengikuti Suaminya. Ia tak mau Selena berdosa karena tidak patuh pada suami. "Lagipula. Adik kalian dekat di depan rumah. Jangan khawatir. Ayah akan tetap memantaunya." Kata Pria itu berusaha bersikap bijak.
Sam berjalan cepat menuju salah satu ruangan setelah mengantar istrinya ke kamar. Pria itu langsung menghampiri dua orang yang sedang duduk bersama. Seorang wanita yang melahirkannya dan satu lagi adalah adik tiri hasil perselingkuhan dari wanita itu. "Kakak ipar ku cantik. Kakak sangat pandai mencari istri." Kata Bertrand sambil tersenyum. Emosi Sam tersulut. Ia langsung memberi beberapa pukulan pada sang adik. Mamanya mencoba memisahkan. Namun apa daya dia hanya seorang wanita lemah. "Beri anakmu ini pelajaran dalam bertutur." Tegasnya menghempaskan tubuh Bertrand dengan kasar. Wanita itu meminta maaf berkali kali membuat Sam muak. Ia tak mentolerir kesalahan Seorang Ibu yang tidak bertanggung jawab pada anak dan suaminya. "Enyahlah kalian." Kata Sam kemudian pergi dan membanting pintu dengan kasar.
Sam menyuruh istrinya masuk terlebih dahulu begitu keduanya tiba di rumah. Ia akan memerintahkan semua penjaga untuk memperketat keamanan. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada Sang istri. Terlebih Identitas Selen sebagai wanita yang cantik dan Istri dari Seorang Sam sekaligus anak dari keluarga Alister telah diketahui publik. Bisa saja musuh akan datang untuk merebut atau menyakiti istrinya dan Sam tidak mau itu terjadi.
__ADS_1
Selena sedang menyiapkan piyama tidur untuk sang suami. Tiba tiba Ia di kejutkan dengan pelukan dan kecupan yang mendarat berkali kali di pipinya. "Ini bajunya." Kata Selen membalikkan badan menghadap Sang Suami. "Terimakasih Honey." Jawab Sam sambil tersenyum dan mengecup bibir merah Cherry itu beberapa kali.
Sam menghampiri Istrinya yang masih bersandar di headboard ranjang sambil membaca buku. Pria itu merengkuh tubuh Selena dan memeluk dengan erat. "Aku punya sesuatu untukmu." Kata Sam buru buru meraih sebuah kota yang cukup besar di atas nakas. "Apa ini?" Tanya Selen hanya di jawab Sam dengan senyuman. Selen membuka kotaknya dengan hati hati. Ia cukup terkejut dengan berbagai perhiasan mahal dan black card di dalamnya. "Ini untuk kamu Honey. Terimalah." Pria itu mengelus kepala istrinya dengan lembut. "Tapi....." Kata Selen begitu kesulitan. "Ini nafkah dari aku. Selain itu aku juga memberikan seluruh aset untukmu. Besok suratnya akan segera keluar." Kata Sam membuat Selen terkejut. "Tidak perlu melakukan itu." Selen berkata setelah lama berkutat dengan pikirannya. "Apapun itu selama kau menemaniku. Akan aku berikan." Sam membawa sang istri ke dalam pelukannya lagi.
Selena menyingkirkan lengan kekar yang tengah memeluknya. Ia turun dari ranjang dengan hati hati agar Sam tidak terusik. Gadis itu mengusap kepala Sam ketika suaminya sedikit menggeliat. Selen membenahi selimut pria itu sebelum beranjak pergi. Sikap manis Sang Istri membuat Sam tersenyum. Ia sebenarnya terbangun saat Selena menyingkirkan tangannya tadi. Namun Ia pura pura tidur karena ingin tau apa yang akan dilakukan istri nya. Ia tak menyangka perhatian sederhana dari Selena mampu membuat hatinya bahagia tak karuan.
__ADS_1