Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Maafkan Aku Honey


__ADS_3

Sam tersenyum puas atas rencana yang terbersit dalam kepalanya. Pria itu akan membuat sedikit drama dalam hidup untuk mengetahui orang orang yang akan benar benar ada di sampingnya setelah Ia menjadi tak berdaya. Semua yang dilakukan semata untuk menyeleksi mana kawan dan mana musuh dalam selimut. Tak terkecuali sang Istri. Bukannya meragukan, namun Sam ingin tau seberapa cinta Selena pada dirinya.


Pria itu kembali ke kamarnya setelah selesai dari ruang kerja. Ia naik ke atas ranjang dan tersenyum mengamati wajah cantik Selena yang tertidur dengan pulas. Sam merasa tenang kini istrinya tidur dengan damai tanpa harus merasa ketakutan dan gelisah seperti waktu waktu lalu. Ia membaringkan tubuhnya perlahan dan merengkuh sang istri untuk di dekap dengan hangat.


Pagi hari yang begitu cerah. Selena mengantarkan suaminya seperti biasa sampai ke depan. Pria itu memeluk sang istri sambil mengucapkan kata kata manis yang akan membuat semua wanita meleleh di buatnya. Namun berbeda dengan Selena. Wanita itu hanya tersenyum membalas Suaminya yang kini semakin hari semakin pandai menggobal. "Belajar darimana?" Tanya Selen membuat Sam tertawa geli. "Sekarang kamu juga perayu ulung seperti Om Julian." Lanjut Selena sambil mencubit lembut lengan suaminya. "Merayu istri sendiri itu boleh. Aku berbeda dengan Julian Honey. Aku lebih tampan, kaya dan yang terpenting aku bukan tipe pria buaya." Sam memeluk istrinya kembali dan mengecup kening mulus itu dengan lembut. "Mau aku antarkan makan siang?" Tanya Selen sambil mendongak menatap pria itu. "Tidak perlu Honey. Aku akan sampai di rumah tepat jam makan siang nanti." Katanya sambil mengusap kepala Sang Istri dengan lembut. "Hm. Baiklah. Segeralah berangkat. Ini sudah hampir jam 8." Selen menyempatkan membenarkan dasi suaminya yang sedikit berantakan. "Hm. Sampai jumpa Honey." Pria itu mulai beranjak setelah berhasil mencuri ciuman singkat dari bibir mungil istrinya.

__ADS_1


Sosok wanita memasuki ruangan Sam dengan langkah cepat. Pria itu mendongak sebentar kemudian melanjutkan pekerjaannya. "Kau tidak mempersilahkan Mamamu duduk?" Tanyanya menyindir. "Duduklah jika kau ingin." Jawab Sam tak perduli. Ia sengaja menyuruh keamanan di luar mengizinkan Mamanya untuk masuk. Sam ingin tau apa yang akan dilakukan wanita itu.


Sarah berjalan mendekat ke arah meja kerja anaknya. Ia menaruh beberapa map tepat di depan Sam sehingga menutupi berkas yang tengah di baca pria itu. Sam menghela napas. Ia dengan terpaksa meraih dan membaca isi di dalamnya. Tebakannya benar. Pria itu tersenyum meremehkan. Mamanya ingin harta peninggalan sang Papa beralih atas nama wanita itu. Ia juga tau menikahkannya dengan Bella juga sebuah rencana untuk menguasai harta peninggalan Almarhum Papanya. "Sudah mendapatkan harta Gono gini yang banyak apa belum cukup?" Tanyanya dan di jawab gelengan dengan cepat. "Kau sudah memiliki banyak. Hartamu sendiri mampu menghidupimu sampai turunan yang kesekian. Jadi biarkan harta Papa untukku. Aku istrinya dan juga Mamamu." Tanpa malunya Sarah berkata demikian. "Setelah apa yang kau lakukan kau tidak malu datang kembali. Mimpilah untuk mendapatkan harta itu. Karena aku tidak akan membiarkan kerja keras Papa untuk kau hambur hamburkan dengan para priamu." Jawab Sam tegas. Sarah mengepalkan kedua tangannya lalu pergi dari sana tanpa berpamitan pada sang putra.


Sarah berjalan cepat keluar gedung lalu memasuki mobil. Disana sudah ada seorang laki laki yang menunggu."Kenapa wajahmu kesal Sayang?" Tanyanya setelah melepas pangutan yang berlangsung cukup lama. "Anak sialan itu tak mau melepaskan harta peninggalan Shadiq. Dia begitu tamak bukan?" Tanya wanita itu sambil menangkup wajah pria di depannya. "Kau harus membuatnya celaka hingga aku bisa mengeklaim harta itu." Lanjutnya lagi langsung mendapat anggukan dari lawan bicara.

__ADS_1


Selena sedang menyiapkan masakan siang. Wanita itu menata hidangannya di meja makan di bantu oleh para ART di rumah. Sebuah telpon dari nomor tak dikenal membuat Selena segera mengangkatnya. Wanita itu meneteskan air mata setelah menerima kabar yang begitu mengejutkan dari seseorang. Ia cepat cepat melangkah untuk memastikan kabar yang Ia dapatkan adalah sebuah kebenaran.


Seorang wanita berjalan cepat menghampiri semua orang yang duduk menunggu di depan ruangan IGD. "Sayang." Entah bagaimana kedua kakak beserta orang tuanya sudah berada disana. Mereka memeluk Selena memberikan ketenangan untuk wanita itu. "Bagaimana keadaannya?" Selen menatap cemas bertanya kepada Julian dan Bill yang menunduk. "Masih ditangani dokter." Jawabnya. "Kamu tenang. Sam akan baik baik saja." Julian berusaha menenangkan istri sahabatnya.


"Kenapa bisa begini?" Tanya Selen memecah keheningan. "Masih dalam penyelidikan. Kemungkinan rem blong. Namun ini sedikit aneh. Tidak biasanya Sam menyetir sendiri. Kemanapun pergi suamimu selalu minta diantarkan supir." Sam mengutarakan pikirannya membuat semua orang menganggukkan kepala. "Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Selen menghampiri pria paruh baya itu dengan langkah cepat. "Pasien masih belum sadarkan diri. Namun keadaannya sudah membaik. Pendarahan di kepala berhasil kami atasi. Kami akan segera memindahkannya ke ruang rawat." Dokter menyampaikan keadaan Sam. "Terimakasih dok." Kata mereka di jawab anggukan oleh pria itu.

__ADS_1


Selen memaksa keluarganya untuk pulang. Ia tau mereka lelah dan butuh istirahat setelah menunggu suaminya sedaritadi. "Kalian butuh istirahat. Selen akan menunggu disini." Katanya meyakinkan mereka. "Kalau ada apa apa segera kabari. Kakak tidak mau kamu kelelahan." Sean dan Shon memeluk sang adik bergantian. "Iya." Jawab Selena patuh dan mengantarkan mereka sampai ke depan.


__ADS_2