
Selen sedang memotong kuku anak anaknya di teras belakang. "Sudah selesai. Sekarang giliran Abang. Sini sayang." Selen mengarahkan bocah tampan itu untuk duduk di pangkuannya. "Kamu minggir dulu Shai. Giliran Abang." Katanya sembari menarik tangan gadis itu untuk turun dari pangkuan sang Ibu. "Iya. Sabar dong." Jawabnya kesal kemudian duduk di samping Selena. "Ibu." Panggilnya pelan sembari duduk nyaman di pangkuan sang Ibu. "Ya sayang." Selena menjawab sembari melakukan aktifitasnya. "Ayo liburan." Ajaknya membuat Selen tersenyum. Sangat jarang putranya itu menginginkan sesuatu. "Memangnya mau liburan kemana hm?" Tanya Selena sembari berhenti sejenak untuk mencubit gemas pipi Sky. "Ibu punya rumah di Jogja kan? Ayo kesana." Jawabnya sambil tersenyum menatap Selena. "Shai bagaimana? Mau liburan ke Jogja?" Selena bertanya. Ia harus bersikap adil pada keduanya. "Mau Ibu. Kita berangkat kapan?" Shai begitu antusias. "Kita tanya Ayah dulu ya." Jawab Selen sambil mengusap kepala putra putrinya.
Sam sedikit berlari memasuki rumah. Pria itu begitu tak sabar ingin berjumpa dengan istrinya. Hampir jam 3 sore Ia baru pulang karena harus menandatangani beberapa berkas. Pria itu celingukan. Rumah tampak sepi tidak ada aktifitas seperti biasanya. Hanya para pekerja yang sedang sibuk mengerjakan tugas mereka masing masing. Ia terus berjalan dan langsung menuju ke teras belakang setelah mendengar obrolan anak anak dan istrinya.
__ADS_1
"Sudah pulang Mas." Selena mencium tangan Sam diikuti kedua anaknya. "Mandi dulu. Bajunya sudah aku siapkan." Sam menggeleng pelan. Pria itu duduk di samping sang istri membuat Shai terpisah dari sang Ibu. "Tanggung. Nanti saja sekalian mandi sore." Jawabnya sambil memeluk Selen. "Ih..Jangan gini ah. Berat kamu." Keluh Selena sambil menjauhkan tubuh kekar pria itu. Sam sedikit heran. Tidak biasanya sang istri menolak seperti ini. Selen akan cenderung diam saat di perlakukan Sam. "Kamu kenapa sih Sayang?" Tanya Sam sambil menatap Selena. "Nggak papa. Kamu berat." Jawab wanita itu jujur. "Hm. Yaudah." Sam berbaring di sofa lalu menaruh kepalanya di pangkuan sang istri. "Ayah. Bikin sempit." Keluh Shai lalu pindah di sisi kiri sang ibu bergabung dengan saudara kembarnya.
Selena tengah mengeringkan rambut suaminya yang basah setelah mandi. "Mas." Panggil Selen. "Ya Sayang." Pria itu semakin mengeratkan pelukannya di pinggang sang istri. "Anak anak ngajak liburan. Jumat nanti kita berangkat ya. Kalo misalnya kamu sibuk biar aku sama anak anak aja." Kata Selen. Sam mendongak menatap istrinya. "Nggak." Jawab Sam kesal. "Bisa bisanya kamu mau pergi tanpa aku." Keluh pria itu. "Bukan begitu. Akhir akhir ini kan kamu banyak kerjaan. Kalau misalnya sibuk nggak papa. Aku sama anak anak aja." Selena mencoba memahami Sam namun pria itu malah salah paham. "Aku ikut. Memangnya mau liburan kemana?" Selen sedikit berat mengucapkan tempat dimana Ia di beri luka oleh pria yang sedang memeluknya saat ini. "Di Jogja." Lirihnya pelan. Dada Sam sakit mendengar itu. Kejadian yang lalu berputar kembali di otaknya. Dimana titik terendah dalam hidup ketika Ia menyakiti sang istri teramat dalam. "Maaf." Pria itu berkata pelan namun Selen masih dapat mendengarnya dengan jelas."Maaf aku melukaimu." Katanya tiba tiba terisak. "Mas. Sudah. Jangan diingat lagi." Selena memeluk pria itu sambil mengusap punggung dengan lembut. "Maaf. Maafkan aku Sayang." Tangis Sam semakin kencang. "Sudah. Jangan dibahas." Kata Selena penuh penekanan.
__ADS_1
"Kalian mau tidak?" Tanya Selen pada ketiganya. "Kamu saja Honey." Jawab Sam. "Sky mau ibu." Bocah itu tersenyum menatap Selena. "Baik. Kalau Shai?" Tanyanya dan sang putri menggeleng. Selera Shai sama dengan Sam. Begitu pilih pilih makanan. "Pak baksonya yang paling besar 2. Sambalnya dipisah ya." Selen memesan. "Baik Dek. Silahkan duduk." Selena mengangguk lalu ikut duduk bersama anak anak dan suaminya.
Sepanjang perjalanan wajah Sam di tekuk. Pria itu kesal karena dikira Ayah Selena. "Dasar pedagang bakso sialan." Umpatnya hanya bisa dalam hati karena jika terucap pasti istrinya akan menegur. "Sudah Mas. Jangan di pikirkan." Selen mengusap lengan suaminya dengan lembut. "Gimana nggak di pikirkan. Berasa tua aku. Masa istri sendiri di kira anak." Kesalnya. "Kamu tau sendiri kan. Umur kita memang beda jauh." Jawab Selen sambil melepas seat belt nya. "Kamu bela dia Honey?" Pria itu cemburu. Selen hanya menggeleng dan segera turun dari mobil.
__ADS_1
Sam dan Shai tampak memperhatikan dua orang yang sedang makan dengan lahap. Mereka tampak menikmati. "Minta Honey. Suapi." Kata Sam tak melepaskan rangkulannya dari sang istri. Selena risih namun tetap diam. "Tadi tidak mau." Selen memotong bakso dan menyuapkannya pada sang suami. "Shai mau Sayang?" Tanyanya dan gadis itu mengangguk. Selena dengan telaten menyuapi anak anak dan suaminya. Sky yang semula makan sendiri kini juga tak mau kalah. Bocah itu minta di suapi ibunya juga.