Jerat Cinta Tuan Penguasa

Jerat Cinta Tuan Penguasa
Terimakasih


__ADS_3

Sam dan Selena telah kembali ke rumah lama mereka kemarin. Kini keluarga kecil itu sedang sarapan bersama. "Aku mau jalan jalan sama Bunda sama anak anak juga Mas." Ijin Selen sembari menyuapi Suami nya. "Jangan lama lama ya." Sam mengelus lembut wajah cantik sang istri. "He'em. Tapi tergantung Bunda sih Mas." Jawabnya membuat Sam diam seketika. Tidak berani baginya untuk menentang sang mertua.


Selena menghela napas dalam dekapan erat sang suami. Pria itu tak mau melepaskan pelukannya yang sudah berlangsung sedaritadi. "Sudah. Sana berangkat. Ini sudah jam 8 Mas." Kata Selena mencoba mendorong dada bidang Sam. "Kamu kenapa sih? Nggak mau di peluk suami?" Tanya Sam kesal. Selen menggeleng. Pria di depannya itu begitu sensitif seperti gadis yang sedang datang bulan. "Bukan begitu. Jalanan mancet nanti. Sekarang sudah jam delapan. Segera berangkat." Ia berkata selembut mungkin. "Tau ah. Kamu nyebelin." Sam masih pada mode dongkolnya. "Maaf." Selena memeluk suaminya membuat Sam tersenyum. "Jangan Marah." Lanjutnya lagi mendongak menatap wajah kesal sang suami. "Cium." Sam tak mau hilang kesempatan mendapat ciuman langka dari istrinya. Sam menunduk membiarkan wanita itu mengecup pipi dan keningnya dengan singkat. "Kok cepat sekali. Bukan begitu." Kata Sam meraih tengkuk Selena dan mencium bibir istrinya dalam dalam. "Aku berangkat Honey. Love you." Katanya bergegas pergi sambil tersenyum menang.


Selen menghampiri anak anak setelah mengalami perpisahan rumit dengan suaminya yang hendak berangkat bekerja. "Sudah siap?" Tanya Selena dan keduanya mengangguk semangat. "Tunggu sebentar ya. Ibu mau ambil tas dulu. Setelah itu kita jemput Oma." Wanita itu bergegas pergi agar tidak membuat kedua anaknya menunggu terlalu lama.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di mall setelah seperempat jam menempuh perjalanan. "Nggak di angkat dulu telponnya?" Tanya bunda menggoda Selena. Ia tau sedaritadi menantunya menelpon. "Nggak Bun." Jawabnya cepat lalu mematikan ponselnya. "Sudah. Ayo lanjut." Katanya bergegas berjalan sembari menggandeng tangan anak anak.


"Yang ini sepertinya lebih bagus Bun. Lihat. Warnanya kalem. Pasti cocok untuk di ruang tamu." Bunda mengangguk setuju dengan putrinya. "Yasudah. Bunda beli yang ini saja. Pilihan kamu bagus sayang." Wanita itu tersenyum kemudian memanggil seseorang untuk membungkus belanjaan. "Sayang. Kalian mau apa Hm?" Tanya Selen. Keduanya tampak berpikir menanggapi sang Ibu. "Burger." Jawab Shai. "Kalau Sky?" Bocah tampan itu tersenyum. "Sky mau pizza keju." Jawabnya. "Ok. Kita beli." Selen menggandeng tangan keduanya.


"Kok lama sih? Kenapa telpon aku nggak kamu angkat Honey? Kenapa hp kamu malah dimatiin?" Tanya Sam memberondong ketika melihat sang istri memasuki rumah. "Ih. Baru pulang kamu tanyain macem macem Mas." Keluhnya langsung menuju kamar saat memastikan anak anak pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Sam memeluk tubuh Selena. Wanita itu sedang tertidur dengan pulas setelah kegiatan yang begitu melelahkan berakhir seperempat jam yang lalu. Ia tak mengalihkan pandangannya dari wajah cantik istrinya yang begitu memikat. Jarinya terulur untuk menyusuri setiap inchi pemandangan indah di depannya. "Aku mencintaimu Sayang." Gumam Sam sembari tersenyum menatap istrinya penuh cinta.


"Terimakasih." Bisik Sam sembari memeluk tubuh sang istri yang sedang menemani anak anak di ruang keluarga. "Terimakasih untuk sabar menghadapi aku. Menerima segala kekuranganku. Terimakasih sudah mau menjadi istri terbaik untuk pria sepertiku. Membimbing suami yang tidak sempurna ini untuk menjadi lebih baik. Terimakasih atas kesempatan, kesabaran dan kasih sayang yang begitu tulus untuk pia pemaksa, posesif dan kejam sepertiku. Segalanya bersamamu membuat hidup ini menjadi sangat sempurna. Aku bersyukur memilikimu Sayang. Aku begitu bersyukur karena di satukan dengan wanita sepertimu meski dengan cara yang gila. Aku mencintaimu. Sangat." Lanjutnya penuh dengan ketulusan. Selena membalas pelukan pria itu. "Sama sama. Aku juga berterimakasih untuk cinta yang begitu besar. Untuk kamu yang mau berubah. Terimakasih." Selen mengusap punggung suaminya dengan lembut. "Kemari Sayang. Peluk Ayah dan Ibu." Kata Selen membuat dua bocah itu berlari langsung bergabung memeluk kedua orang tuanya. Sam begitu bahagia dan bersyukur atas semua kesempurnaan dalam hidupnya. "Terimakasih banyak Tuhan. Atas segala kesempatan dan kepercayaan yang kau berikan. Aku akan menjaga mereka dengan baik." Batinnya sembari merasakan kehangatan keluarga.


Tamat.

__ADS_1


Thank guys sudah baca. Makasih banyak yang sudah setia memberi like dan comment. Kalian the best pokoknya. Sudah tamat ya. Emang nggak bikin yang terlalu panjang dan banyak konflik biar yang baca santuy aja. Sekali lagi terimakasih. Love You All


Jumpa lagi di "Princess Alesya and the Possessive Daddy"


__ADS_2