Kali Kedua

Kali Kedua
Prolog / Pengenalan Tokoh


__ADS_3

Yudha Pramudya (19 tahun)


Dia lebih akrab di panggil Yudha, remaja 19 tahun itu sudah 2 tahun lulus dari SMA di pinggiran kota A.


Berbeda dengan teman seangkatannya yang melanjutkan pendidikan ke ibu kota atau mencari pekerjaan, dia masih asyik dengan peralatan musiknya. Ya, bermain musik adalah hobinya sejak SMA, hingga dia membentuk sebuah band bernama D'great bersama ketiga sahabatnya. Meskipun kini para sahabatnya itu sudah memilih jalan hidup masing-masing, tapi ketika mereka pulang ke kampung halaman, mereka akan kembali bertemu dan bermain musik bersama.


Selain bermain alat musik gitar atau drum, dia juga memiliki suara khas yang mampu menghipnotis para pendengar, khususnya para kaum hawa.


Apalagi di tunjang dengan wajah tampan diatas rata-rata, hidung mancung, mata tajam dengan tatapan menusuk, rambut sedikit bergelombang sedikit panjang sampai telinga. dan jangan lupakan kulit putih dan tinggi badannya yang mencapai 185 cm, yang membuatnya terlihat menonjol dari siapapun.


Penampilannya yang BadBoy membuat pesonanya makin terlihat, meskipun terlihat seperti sosok yg cuek, dia begitu menyayangi adik perempuan satu-satunya yang bernama Alena dan nenek tercintanya yang sudah merawat mereka sejak kecil, karena orang tua mereka harus pergi keluar kota untuk bekerja.


Pesona yang dimiliki Yudha, membuatnya banyak di gilai para gadis, dan karena hal itu membuatnya sering mempermainkan para gadis, lalu di campakkan saat dia bosan, karena di hatinya hanya ada satu nama gadis yang di cintai, gadis yang dia pacari dari dia duduk di bangku SMP, sebanyak apapun gadis lain yang menjadi teman dekatnya, pada akhirnya dia akan tetap kembali pada cinta pertamanya itu.


Sampai akhirnya Yudha bertemu gadis kecil bernama Tanara Anggia, gadis yang dia anggap hanya akan jadi pelarian sesaat saat dia merasa jenuh dengan cinta pertamanya seperti gadis yang lainnya, tapi nyatanya gadis kecil itu mampu membuat jantungnya berdetak hebat dan membuatnya bimbang pada cinta pertamanya.


Tanara Anggia (15 tahun)


Panggil saja dia Nara, dia adalah bocah kecil yang beranjak remaja, dia adalah sosok yang terlihat pendiam dari luar, namun cerewet saat kita mengenalnya sangat dekat, dia mudah bergaul dan tidak pernah membedakan orang selama orang itu baik padanya.


Dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, kedua kakaknya laki-laki, membuat dia mendapat cinta berlimpah dari saudaranya, dan membuatnya memiliki sifat manja, terlebih saat orang tua mereka memutuskan untuk berpisah, membuat Nara kehilangan kasih sayang dari sosok ayah, dan tak lama sejak saat itu, kedua kakak Nara pun menikah dan memiliki kehidupan baru, membuat Nara semakin kehilangan kasih sayang, selain dari ibunya.


Itu membuat Nara mencari perhatian dari lawan jenisnya. Karena itulah di usia yang masih 15 tahun, Nara sudah pernah menjalin hubungan dengan kakak kelasnya dulu, untungnya Nara selalu terbuka pada ibu dan kakaknya, jadi saat punya pacar pun selalu bertemu di rumah, dan dalam pengawasan ibu atau kakaknya.


Nara memiliki paras yang tidak terlalu cantik, tapi dia terlihat manis dan natural, dandanannya tidak terlalu feminim, tapi tidak tomboy juga, tapi dia terlihat menarik dengan hidung yang tidak terlalu mancung, mata bulat namun teduh, kulit kuning Langsat dan berseri, rambut hitam panjang bergelombang dengan poni pinggir, membuatnya manis dan segar di waktu bersamaan. Nara memiliki obsesi untuk menaklukkan lawan jenis yang dia sukai, dan sejauh ini dia tidak pernah gagal, sampai akhirnya dia merasa lelah dalam obsesinya lalu dia bertemu dengan seorang Casanova bernama Yudha Pramudya yang mampu membuatnya merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


🎈🎈🎈🎈

__ADS_1


Pagi itu langit nampak cerah, warna birunya terlihat begitu indah dan bersih tanpa ada gumpalan awan sedikitpun, burung-burung nampak bertentangan sambil mengeluarkan suara merdunya sambil bersahutan, ini masih pukul 6:30 tapi, siswa/siswi berseragam putih-biru itu sudah terlihat berkerumun di depan sebuah papan besar, yang memajang nama mereka dan kelas baru yang akan mereka tempati untuk 1 tahun terakhir mereka menimba ilmu di sekolah tersebut.


" Ra.. ! liat akhirnya kita satu kelas "


" yang bener Win ? jangan ngaco ! ini masih pagi " jawab Nara pada sahabatnya Windi. merasa tak percaya, karena pasalnya dari kelas 1 sampai sekarang kelas 3, mereka tidak pernah 1 kelas, terlebih biasanya teman sekelas saat kelas 3 itu biasanya adalah teman yang sama saat kelas 1, jadi pantas saja kalau Nara tidak percaya pada apa yang di katakan sahabatnya itu.


" seriusan Ra...coba deh kamu liat sendiri " menarik tangan Nara " Noh nama kamu " menunjuk dengan jari lalu turun semakin bawah melewati 4 nama lain " Nih nama aku... ya kan ?! " jawab Windi dengan bersungut-sungut.


Nara pun mencoba melihatnya dengan sangat teliti, alisnya mengerut, tapi sedetik kemudian dia tersenyum lalu memeluk sahabatnya.


" Yeay... akhirnya Win, aku seneng " ujarnya sambil terus memeluk Windi


" Iya Ra, aku juga seneng " sambil melepas pelukan dan mengajak Nara untuk pergi dari kerumunan itu.


Mereka berdua berjalan menuju kelas baru, sambil sedikit berbincang di selingi tawa kecil, akhirnya mereka sampai di kelas tersebut, terlihat belum banyak orang yang masuk jadi mereka masih bisa bebas memilih bangku mana yang akan mereka tempati, dan akhirnya pilihan mereka jatuh pada bangku barisan paling kanan, nomor 3, lalu mereka duduk dan menaruh tas di bawah meja.


" Win...nanti pas pulang sekolah, anter ke toko buku yuk ! "


" Ya beli buku lah, masa beli siomay, ada-ada aja ! " jawab Nara dengan nada ketus


" Hehe... maksudnya beli buku apaan, gausah ke toko buku, di koprasi sekolah juga banyak "


ujar Winda sambil cengengesan


" Aku mau beli diary Win, gak tahu kenapa nih aku mendadak pingin punya diary "


" Ih....si imut banget sih kamu, pake diary segala, mau nulis apaan sih, nulis pelajaran aja males, pake so mau beli diary " cibir Winda

__ADS_1


" yaudah kalo gak mau nganter, gak usah ngatain kali ! " ujar Nara sambil bersedekap.


Winda tertawa melihat tingkah sahabatnya itu, bukannya terlihat seram karena marah, malah membuatnya terlihat imut dan menggemaskan, membuatnya tidak tega untuk menolak ajakan sahabatnya tersebut.


" Iya-iya maaf deh Ra, aku bakal anter kamu, tapi ada syaratnya..ya " ujar Winda sambil menarik turunkan alisnya


" Apaan emang ? " tanya Nara kesal pada sahabatnya yang ogah rugi itu.


" Terakhir bakso sama jus ya, trs nanti ongkos angkotnya kamu bayarin juga hehe "


" Itu doang mh gampang, tenang aja ! " ujar Nara sombong


" Sip, eh tambah sama beliin aku cem__ " ucapan Winda terputus saat wali kelasnya tiba-tiba masuk dan terpaksa mengurungkan niatnya untuk memeras Nara


" Selamat pagi anak-anak, hari ini kita buat dulu organisasi kelas ya, di mulai dari memilih ketua kelas beserta anggota lainnya " ujar pak Toyo selaku wali kelas, dan langsung mendapat jawaban serempak dari semua murid.


" Iya Pak ! " jawab semua siswa, kecuali Winda yang terlihat kesal karena tidak bisa bernegosiasi soal jajanan tambahan pada sahabatnya.


" Terimakasih sudah datang di waktu yang tepat pak Toto " batin Nara tertawa dalam hati.


**Bersambung...


.


.


.

__ADS_1


selamat membaca semua, ini karya pertamaku, maaf kalau masih banyak typo bertebaran, mohon kasih masukan di komentar ya !


jangan lupa tambah ceritaku ke favorit kalian ya, terimakasih**


__ADS_2