Kali Kedua

Kali Kedua
TENTANG LAURA (2)


__ADS_3

Saat itu Dafa terbelalak melihat foto-fotonya di curi dan di edit dengan sangat sempurna, foto-foto itu beredar luas di dunia maya. Dafa memandangi selembar kertas ditangannya, terlihat foto dirinya yang sedang memeluk seorang perempuan, Dafa mere.mas kasar foto tersebut, dia benar-benar merasa geram.


"Sial, wanita itu!" Dafa terdengar mengumpat.


Dafa membaca salah satu berita yang berseleweran di dunia maya.


Presdir muda Date Group ternyata memiliki skandal dengan seorang wanita yang selama ini disembunyikan dari media. Tidak tanggung-tanggung, wanita ini adalah seorang model terkenal. Siapakah sebenarnya wanita ini?


Skandal ini terungkap setelah foto mereka tersebar di media.


Dafa menutup laptopnya dengan keras, dia memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Berita bohong ini jelas sangat merugikannya karena berdampak besar terhadap perusahaannya. Secepat kilat keadaan perusahaannya menjadi kacau, sahamnya turun dengan drastis, kontrak-kontrak kerjasama diputus secara sepihak oleh perusahaan lain karena tidak ingin terkena dampak dari berita tersebut.


"Ken bereskan semuanya." Dafa memutuskan sambungan teleponnya. Dafa mendinginkan otaknya sebentar sebelum mulai bergerak, bagaimanapun dia harus membereskan semuanya secepat mungkin.


Ken memukul-mukul kepalanya pelan, dia merutuki dirinya sendiri. Dia tidak menyangka jika Laura adalah wanita gila, Ken benar-benar menyesal membiarkan wanita itu mendekati Dafa. Ken tidak menyangka bahwa Laura adalah wanita yang ambisius dan sangat licik.


Ken berusaha membereskan kekacauan ini, dia menghubungi orang-orangnya. Memanfaatkan semua koneksinya untuk meredam semua masalah yang terjadi. Ken benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Laura.


Ken berjalan cepat menuju ruangan Dafa, dia terlihat membawa banyak berkas dokumen ditangannya. Ken masuk dan langsung menaruh semua dokumen yang dibawanya di atas meja kerja Dafa. Dia menghembuskan nafasnya keras menatap kembali tumpukan dokumen yang telah diletakannya di atas meja.


"90% sudah selesai Daf." Ken menyentuh pelipisnya.


"Terima kasih Ken, tak ada yang sebaik dirimu."


"Kau juga, Daf."

__ADS_1


"Bagaimana untuk 10%?" Dafa mengernyitkan alisnya.


"Membereskan wanita itu."


"Lakukanlah Ken, dia benar-benar membuatku pusing. Bagaimana bisa wanita itu tiba-tiba mengaku sebagai kekasihku dan sekarang membuat kekacauan pada perusahaanku, benar-benar gila." Dafa tersenyum masam.


"Maafkan aku Daf." Ken merasa bersalah pada Dafa.


"Untuk apa?"


"Tentang wanita itu."


"Kenapa?"


"Setelah dia mengaku sebagai kekasihmu dia menemuiku."


"Aku tidak melarangnya untuk mendekatimu, karena ku kira dia wanita yang baik. Maafkan aku, ini salahku."


"Benarkah itu Ken?" Dafa menatap tajam kepada Ken.


"Ini salahku, aku benar-benar bodoh. Aku tidak tahu dia akan bertindak sejauh ini." Ken merasa sangat bersalah.


"Ken, aku ingin marah padamu, rasanya aku ingin memukulmu." Dafa menekankan setiap kata-katanya.


"Pukul saja aku, Daf."

__ADS_1


"Aku tidak bisa, Ken. Kau saudaraku." Dafa mengusap wajahnya.


"Lakukanlah, aku membuat kesalahan Daf, aku pantas menerimanya."


"Anggaplah impas, kau sudah membereskan semua masalah yang terjadi."


"Terima kasih, Daf. Aku akan segera membereskan wanita ini dan mengembalikan nama baikmu." Ken keluar dari ruangan Dafa.


...----------------...


Laura dengan terpaksa melakukan klarifikasi pada media, dia mengaku bahwa semua foto itu adalah hasil editan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan mengakui bahwa dia tidak berhubungan dengan presdir Date Group. Saat itu Ken berhasil membuat Laura mengakui semuanya, Ken mengancam jika Laura masih melakukan hal yang sama dia akan kehilangan segala popularitasnya.


Sebenarnya Laura berharap Dafa yang akan datang padanya, Laura berharap dengan kejadian ini dia dapat bertemu dengan Dafa empat mata. Sehingga Laura memiliki kesempatan untuk membicarakan hubungan mereka dulu, berharap Dafa mengakuinya dan kembali padanya. Namun yang terjadi dia harus dibuat betekuk lutut di kaki Ken karena orang itu benar-benar berkuasa.


Ken meminta Laura agar tidak lagi mengganggu kehidupan Dafa, karena dia tidak akan segan-segan lagi setelah ini. Laura menurut saja apa yang diperintahkan Ken, dia tidak ingin mati sekarang, dia hanya harus sedikit berpura-pura. Saat itu, di hadapan Ken dia bersikap seolah menjadi wanita yang sedang kalah dan putus asa.


Namun bukan Laura namanya jika menyerah begitu saja, wanita ini punya banyak cara untuk kembali bertindak. Laura hanya perlu waktu untuk menjalankan rencananya, dia benar-benar berambisi untuk mendapatkan Dafa.


...----------------...


Sekarang Laura berencana kembali menemui Dafa, dia beberapa kali ke kantor Dafa, namun selalu di usir oleh para satpam dan pengawal yang ada disana. Terakhir dia berhasil mengelabui mereka dengan menyamar sebagai rekan bisnis, dengan susah payah dia membuat make up wajah yang berbeda agar tidak dikenali.


Sialnya Ken mengetahui penyamarannya sebelum berhasil menemui Dafa diruangannya. Laura saat itu melihat seorang gadis cantik keluar dari ruangan Dafa, hatinya sangat panas melihat gadis itu sehingga dia berhenti untuk mencari tahu siapa dia. Dia mencecarnya dengan beberapa pertanyaan dan mengancam agar gadis itu tidak menggoda Dafa.


Laura tidak sempat berbuat banyak, Ken dan orang-orangnya sudah menyeretnya untuk keluar dari sana. Dia hanya bisa memaki-maki karena diperlakukan seperti itu. Padahal Laura masih ingin mengetahui siapa gadis itu, dia tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya di kantor Dafa, Laura sangat penasaran padanya.

__ADS_1


Laura berjanji akan terus kembali karena dia mengira Ken hanyalah menggertaknya. Menurut Laura, walaupun Ken selalu terlihat dingin tapi pria itu tidak bisa kasar terhadap perempuan, selama ini ancamannya hanyalah untuk menakut-nakuti Laura agar menjauh dari Dafa. Terbukti bahwa Ken tidak pernah menyakitinya, Laura tersenyum karena pikirannya sendiri, dia tidak akan takut lagi, begitu pikirnya.


...****************...


__ADS_2