Kali Kedua

Kali Kedua
TENTANG KENANGAN


__ADS_3

Dafa terlihat melompat dari tempat tidur setelah menerima telepon dari Grace, dia bergegas mandi dan berpakaian rapi. Ken baru saja terbangun karena mendengar suara berisik, dia mengusap-usap matanya yang masih terasa mengantuk. Ken menyipitkan matanya melihat dafa yang sudah terlihat rapi pagi-pagi sekali.


“Oho Daf, mau kemana kau pagi-pagi begini?” Ken bertanya sambil menguap.


“Aku akan bertemu dengan Grace.” Dafa tersenyum sangat ceria.


“Huh, lalu bagaimana denganku. Apa kau akan meninggalkanku sendirian.”


“Kenapa kau sangat manja, hah.” Dafa tertawa melihat tingkah Ken yang selalu konyol.


“Kau memaksaku untuk ikut kesini, lalu kau meninggalkanku begitu saja? Ken mendengus


“Berapa umurmu sekarang Ken?”


“27 tahun.”


“Kenapa kau masih sangat kekanakan?” Dafa terkekeh.


“Pergilah Daf, kau lebih baik pergi sekarang daripada terus meledekku.” Ken memejamkan matanya kembali dan memeluk guling.


“Kau istirahat saja Ken, aku akan mengabarimu nanti. Aku juga akan pulang untuk menemanimu tidur nanti malam.” Dafa terbahak mendengar ucapannya sendiri.


“Daf kau benar-benar menyebalkan, aku terlihat seperti ja.lang yang kau sewa kemudian kau tinggalkan begitu saja.” Ken mendengus. Dafa hanya terbahak mendengar makian Ken.


...----------------...


Dafa mengemudikan mobil menjemput Grace dikantornya. Grace sudah menunggunya sedari tadi, Dafa dan Grace meninggalkan kantor tanpa menyadari ada sepasang mata yang mengamati mereka. Tidak ada percakapan apapun antara mereka beberapa saat, Dafa menoleh kearah Grace yang sedang tersenyum menatap ke arah jalanan yang mereka lalui.


“Grace.”


“Ya?” Grace menoleh kearah Dafa.


"Kenapa kau bolos dari kantor sepagi ini?"


"Aku tidak bolos, aku hanya mengurus beberapa berkas ke kantor dan sudah kuselesaikan semua, pagi ini aku hanya membereskan sedikit sisanya dan selesai."


"Kalau aku jadi bosmu akan ku beri kau surat peringatan." Dafa terkekeh.


"Hei aku sedang tidak ada kerjaan di kantor, sekarang pekerjaan utamaku adalah proyek bersama perusahaanmu. Anggaplah aku hanya berkunjung kesini." Grace tertawa.


“Hmmm, begitukah?


"Ya." Grace mengangguk-angguk.

__ADS_1


"Sekarang kita mau kemana?”


“Makan.”


“Kemana?” Dafa menatap Grace sekilas.


“Lurus terus hingga melewati bangunan itu.” Grace menunjuk bangunan besar didepan mereka. Dafa hanya mengangguk, dia tahu jalan ini yang dia dan Ken lalui kemarin saat membuntuti Grace.


Grace terus menunjukkan jalan, akhirnya mereka berhenti di sebuah cafe dengan tulisan besar didekat pintu masuk, Dan Classic Cafe. Kafe ini adalah tempat yang dikunjungi Grace kemarin. Mereka memasuki kafe besar bernuansa jadul dan klasik tersebut, para pengunjung akan merasakan suasana era 70-an saat berada di kafe ini. Televisi tabung, radio, mesin tik dan barang-barang jadul lainnya menghiasi setiap sudut ruangan kafe. Grace dan Dafa duduk di kursi rotan di salah satu sudut ruangan. Mereka memesan beberapa menu makanan, Grace dan para pelayan kafe terlihat sangat akrab sehingga membuat Dafa heran.


“Apa kau sering kesini Grace?” Dafa bertanya setelah pelayan pergi.


“Mmm, hampir setiap hari.” Grace mengangguk-angguk sambil tersenyum.


“Apa kau sangat suka tempat ini?”


“Ya, ini adalah kafe favoritku.”


“Benarkah?” Dafa menatap Grace


“Menu disini sangat enak dan aku sangat suka, suasana retro ditempat ini sangat menenangkan hati.” Grace memandangi sekeliling ruangan.


“Seleramu tua sekali, Grace.” Dafa terkekeh.


“Hei ini bukan tentang selera tua atau muda, tapi ini tentang kenangan yang menenangkan hati.”


“Sebagian orang-orang yang datang kesini kemungkinan akan mengenang hal-hal yang telah mereka lalui saat melihat barang-barang jadul ini.” Grace menjelaskan.


“Benarkah? Apa kau juga merasakannya, mengenang kenanganmu saat berada disini?” Dafa menatap mata Grace yang berubah sendu.


“Tidak.” Grace menggeleng.


“Kenapa?”


“Aku hampir tidak punya kenangan.” Grace terlihat sedih.


“Tidak punya? Maksudmu?" Dafa pura-pura tidak mengerti.


“Aku kehilangan ingatanku.”


“Benarkah? Kenapa?” Dafa memasang wajah terkejut.


“Kata ayah aku sakit dan koma dalam waktu lama, saat aku terbangun aku tidak tahu siapa aku, aku tidak mengenali siapapun.”

__ADS_1


“Sakit apa?”


“Ayah bilang hanya demam.”


Dafa mengangguk-angguk, dia tahu bahwa ayah Grace menyembunyikan segala hal menyakitkan dari Grace agar dia tidak lagi merasa terluka. Dafa memandangi wajah Grace yang terlihat sendu, gadis itu selalu terlihat cantik dalam suasana hati terburuk sekalipun pikir Dafa.


“Grace jika kau tidak punya kenangan, kau kenang saja aku.” Dafa terkekeh menggoda Grace.


“Apa yang harus aku kenang darimu?” Wajah Grace berubah ceria kembali.


“Mmm mungkin wajah tampanku ini.” Dafa menaruh kedua telapak tangan dipipinya dan mengedip-ngedipkan matanya genit sambil tersenyum manis.


Grace terbahak melihat tingkah Dafa, dia tidak menyangka kalau Dafa bisa seramah ini bercanda dengannya.Tidak lama, seorang pelayan datang menyela percakapan mereka dengan membawa berbagai menu yang di pesan Grace dan Dafa.


“Nona Grace silahkan.” Pelayan itu tersenyum sangat ramah.


“Terima kasih, Pamela.” Grace membalas senyuman pelayan itu yang segera berlalu setelah meletakkan semua makanan di meja.


“Apa kau juga mengenal para pelayan disini, Grace?”


“Tentu saja aku mengenal mereka, aku bahkan sering berkunjung ke dapur dan ikut memasak bersama mereka.” Grace tersenyum bangga.


“Benarkah? Apa kafe ini milikmu?” Dafa penasaran.


“Bukan, kafe ini milik Daniel. Kau lihat papan nama di depan tadi? Dan Classic Cafe, Dan adalah singkatan dari nama Daniel.” Grace tersenyum.


“Daniel?”


“Ya.”


“Siapa? Apa dia kekasihmu?”


Grace langsung terbahak mendengar pertanyaan Dafa, “Dia sahabatku.”


“Apa kau sangat dekat dengannya?”


“Tentu saja, sudah seperti saudara.” Grace tersenyum lebar.


“Apa dia lebih tampan dariku?” Dafa bertanya konyol, hatinya terasa sedikit cemburu.


“Grace kembali terbahak mendengar pertanyaan Dafa, “”Antara 11 dengan 12.”


“Siapa yang 12? Oh tentu saja aku. Aku memang sangat tampan." Dafa tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


“Kau benar-benar percaya diri.” Grace kembali tertawa melihat tingkah Dafa, dia benar-benar merasa senang berada didekat pria ini.


...****************...


__ADS_2