Kali Kedua

Kali Kedua
MASALALU YANG RUMIT


__ADS_3

Grace belum juga bisa memejamkan matanya, sedari tadi dia hanya duduk bersandar diatas tempat tidur. Pikirannya melayang-layang, dia tidak habis pikir dengan perbuatan yang dilakukan Ethan terhadapnya. Pria itu benar-benar membuatnya muak sekarang. Grace kembali mengenang kilas kehidupan lampaunya.


Ethan, pria yang dikenalkan kepadanya beberapa tahun yang lalu, dia adalah anak dari seorang sahabat ayah Grace. Ethan yang lebih dulu menunjukkan perasaan sukanya terhadap Grace selalu memperlakukannya dengan baik. Grace yang tidak mempunyai perasaan apapun terhadap Ethan berusaha membalas perlakuan baik Ethan.


Grace awalnya menolak untuk menjalin hubungan lebih jauh dengan Ethan, namun Ethan terus meyakinkan Grace bahwa suatu saat Grace akan mencintainya. Grace akhirnya menerima Ethan dan berusaha membuka hatinya untuk Ethan, namun entah kenapa sangat sulit baginya untuk mencintai Ethan.


Beberapa kali Grace mengatakan pada Ethan bahwa dia tidak bisa mencintainya, Grace takut akan menyakiti Ethan nantinya, namun Ethan bersikeras untuk selalu menahan Grace dalam hubungan yang terasa rumit bagi Grace. Grace seakan terjebak, namun karena melihat ketulusan Ethan padanya, Grace terus berusaha mencoba kembali untuk membuka hatinya untuk Ethan.


Hari itu, Grace mendatangi apartemen Ethan untuk memberikan kado ulang tahun yang terlambat untuk Ethan. Grace baru saja pulang dari perjalanan bisnis di luar negeri sehingga dia terlambat merayakan ulang tahun Ethan. Grace sengaja tidak memberitahukan kepulangannya pada Ethan.


Grace benar-benar tercengang kala itu, dia tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Ethan sedang bergumul dengan seorang wanita yang dikenali Grace, Elea. Elea adalah sekretaris Ethan yang selalu bersikap manis di hadapan Grace, Elea selalu memuji hubungan percintaan Grace dan Ethan yang selalu terlihat manis. Wanita ini ternyata bermuka dua dan benar-benar menusuknya dari belakang.


Grace berlari keluar dari apartemen Ethan, wajahnya terlihat merah padam. Dia sangat marah dengan apa yang dilihatnya, tidak ada air mata yang mengalir di pipi Grace, dia tidak menangis, dia tidak sedih, hanya saja hatinya terasa sedikit nyeri. Bukan karena dia memiliki perasaan pada Ethan, melainkan karena merasa dipermalukan dengan kelakuan Ethan.


Grace merasa sangat rugi membuang waktu untuk mencoba mencintai Ethan. Walaupun Grace tidak mencintai Ethan, Grace juga tidak mencintai pria lain, dia tidak pernah bermain-main dibelakang Ethan. Grace selalu mencoba melakukan yang terbaik dalam hubungan mereka. Grace bahkan mengorbankan perasaannya untuk tetap berada dalam lingkaran rumit hubungannya dengan Ethan.


Ethan yang menyadari keberadaan Grace saat itu segera berlari mengejarnya. Ethan meninggalkan Elea yang merasa sedikit terkejut dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Elea sebenarnya sudah menyukai Ethan jauh sebelum Ethan berhubungan dengan Grace. Elea bahkan selalu memperlihatkan perasaan sukanya dihadapan Ethan, namun Ethan sama sekali tidak memperdulikannya.


Elea akhirnya mempunyai kesempatan setelah tahu bahwa Grace tidak pernah menuruti kemauan Ethan. Grace tidak pernah mau tidur dengan Ethan. Elea memanfaatkan keadaan itu, bukankah hasrat seorang pria membutakan? pikir Elea. Elea berusaha keras untuk mendapatkan Ethan, dan ternyata kerja kerasnya benar-benar membuahkan hasil. Ethan berada di pelukannya sekarang, Elea bahkan berniat untuk memiliki Ethan sepenuhnya dan merebutnya dari Grace.


Ethan berhasil mengejar Grace, dia mencekal erat lengan Grace. Grace berusaha melepaskan tangan Ethan dengan kasar. Dia benar-benar merasa malu dengan apa yang disaksikannya hari ini. Dia benar-benar ingin mengumpat di depan wajah Ethan saat ini.

__ADS_1


"Grace, dengarkan aku." Ethan memohon.


"Aku tidak ingin mendengarkanmu lagi." Grace mencoba berbicara setenang mungkin. Dia berusaha meredam rasa marahnya.


"Maafkan aku, itu tidak seperti apa yang sebenarnya." Ethan menatap wajah Grace.


"Oho lalu seperti apa yang sebenarnya, apa kau mabuk atau kau dijebak? Apa kau ingin mengatakan alasan konyol itu kepadaku sekarang." Grace tertawa.


"Grace..."


"Cukup Ethan, apa yang kulihat hari ini sudah membuktikan siapa dirimu." Grace menyeringai.


"Tidak Grace, itu tidak benar." Ethan terus berusaha menahan Grace.


"Grace aku mohon jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu." Ethan terus menggenggam tangan Grace.


"Jangan pernah bermimpi Ethan."


"Tidak Grace, aku akan melakukan apapun agar kau tidak pergi dariku."


"Tidak perlu, kau tidak perlu melakukan apapun lagi untukku. Kau hanya harus menyingkir dari kehidupanku, Ethan." Grace melepaskan lengannya dari genggaman Ethan.

__ADS_1


"Grace aku mohon." Ethan kehilangan kata-katanya.


"Cukup, kembalilah pada Elea, dia pasti sudah menunggumu untuk melanjutkan permainan." Grace menyeringai dan berjalan cepat meninggalkan Ethan.


Ethan terdiam membeku, dia tidak bisa lagi membela diri. Jelas dia melakukan kesalahan sangat besar, dan Grace menyaksikannya dengan kedua matanya sendiri. Ethan mengutuk dirimya sendiri didalam hati atas kecerobohan fatal yang dilakukannya. Dia kembali ke apartemennya dan langsung mengusir Elea, dia sudah kehilangan minat pada wanita itu.


Ethan sudah lama tidak menampakkan dirinya di hadapan Grace setelah kejadian itu, dan sekarang entah kenapa dia kembali ke kehidupan Grace. Ethan bahkan memaksa Grace kembali padanya.


...----------------...


Grace menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar, dia tersenyum miris mengingat kejadian saat itu. Walaupun merasa dipermalukan, Grace merasa bersyukur atas kejadian itu, dia berhasil lepas dari hubungan rumit yang dijalaninya. Dia tidak perlu memaksakan lagi perasaannya pada orang yang tidak di cintainya.


Ternyata kisah asmaraku dulu tak kalah rumit dibanding kisah percintaan Jane. Batin Grace, dia kembali tersenyum miris.


Pikiran Grace melayang kembali, kali ini terlintas wajah Dafa di kepalanya. Pria itu sedang apa disini? Kenapa dia tiba-tiba berada di Singapura dan menemukanku? Pertanyaan itu sedari tadi menghantui kepalanya.


Dafa, kau memang sangat misterius. Batin Grace.


Grace tersenyum mengingat kembali perlakuan manis Dafa hari ini. Grace mengingat kembali usapan tangan Dafa di bahunya saat dia menangis. Pria itu berhasil menenangkannya hanya dengan perlakuan sederhana. Entah kenapa Grace merasa ada kupu-kupu berterbangan di kepalanya saat dia mengingat hal itu. Mengingat Dafa membuatnya melupakan hal tidak menyenangkan yang sudah terjadi hari ini. Grace tidak sadar sedang menggigit-gigit selimut yang sedang di pegangnya saat ini. Grace memukul-mukul kecil kepalanya saat menyadari apa yang dilakukannya.


Apakah aku sudah gila? Batin Grace, dia segera merebahkan dirinya dan masuk kedalam selimut sambil terus tersenyum. Tidak lama Grace sudah terlelap ke alam yang membawanya pada kedamaian.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2