Kali Kedua

Kali Kedua
Kedatangan


__ADS_3

Suasana studio masih hening sejak kepergian Dicky. Yudha, Gio, Dion, Rafi, dan Ibram masih diam dengan pikirannya masing-masing, tak ada satu kata pun keluar dari mulutnya.


Yudha masih termenung, mengingat semua kejadian saat dia pertama kali bertemu dengan Nara hingga saat ini. Terlepas dari wajah Nara yang mirip dengan gadis misterius yang selalu hadir di mimpinya. Sosoknya mampu membuat Yudha merasa bahagia ketika ada di sisinya, dan mengisi rasa sepi yang menyerangnya semenjak Lily memutuskan untuk kuliah dan tinggal bersama saudaranya di kota sebelah.


Sebenarnya, bermain api bukan pertama kali ini dia lakukan di belakang Lily, sudah banyak gadis yang menjadi korban, dan Lily pun sudah terbiasa dengan kelakuan Yudha, karena Yudha selalu jujur pada Lily soal seluruh gadis itu, yang kebanyakan memang mereka yang mengejar Yudha, kadang kala Lily juga harus ikut turun tangan ketika para gadis itu tidak ingin di buang oleh Yudha.


Kejujuran dan keterbukaan Yudha lah, yang membuat Lily percaya bahwa sebanyak apapun gadis yang menggoda Yudha, tidak akan bisa menggeser posisinya di hati Yudha, lagi pula Yudha sudah berjanji tidak akan bermain api lagi.


Namun janji tinggalah janji, Yudha tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Lily ketika tahu kalo Yudha, mengingkari janjinya, dan parahnya lagi, Yudha yang menginginkan gadis itu, Yudha yang mengejarnya, dan Yudha melibatkan hatinya pada gadis kecil ini.


Yudha sudah mengambil keputusan, meskipun dia tahu, jika dia tidak bisa meninggalkan Lily, tapi dia juga tidak bisa membuang Nara begitu saja dalam hidupnya.


"Latihan lagi yuk..yuk.. yuk" Ujar Gio memecah keheningan. Namun tak ada satupun yang menjawab, Gio mendengus kecil, lalu dia beralih menatap Yudha.


"Yud...." panggil Gio


"Oke, kita latihan lagi, aku ingin menyanyikan sebuah lagu" Ujar Yudha seraya bangkit, dan menggapai microphone, dan mulai bernyanyi.


Tak ku sesali cinta ini


Meski cinta tak harus milikki


Akan ku berikan segala yang terbaik


Hingga tiba saatnya nanti..


Ku coba mendekatimu, ungkapan rasaku..


Namun ku akui, tak seharusnya


Ku jatuh cinta padamu


Karena ku tahu, kita tak mungkin bersatu


Ku coba mendekatimu, ungkapkan rasaku


Dan kau membalas itu....tak terkira bahagia hatiku.


"Wihh....keren, emosinya dapet banget Yud !" Ucap Gio kagum, dan langsung di setujui oleh semua anggota lain, dengan cara menganggukkan kepalanya secara kompak.


"Thanks, kalian juga keren" Ujar Yudha


Plok....plok....plok


Terdengar suara tepuk tangan, semua orang langsung melihat satu sama lain.


"Aku gak tepuk tangan, sumpah !" Ujar Rafi


"Kamu keren sayang, aku suka !" Ujar seorang perempuan, yang suaranya berasal dari pintu, semua orang menoleh ke arah yang sama, dan semua orang terpana melihat pemandangan yang ada di depan pintu.


"Lily..... !!" pekik Gio


Nora, aku juga tahu kali itu Lily ! batin Rafi


Perlahan Lily melangkah, menghampiri Yudha yang masih diam mematung, dia terlihat kaget, tak menyangka Lily akan datang secepat ini. Belum genap 2 jam Dicky memberitahukan jika Lily akan datang sebagai kejutan, kini orang itu sudah ada di depannya, itu membuat bukan hanya Yudha yang terkejut, tapi semua temannya pun ikut terkejut.

__ADS_1


"Hai sayang, apa kamu merindukanku ?" tanya Lily yang kini sudah berada tepat di hadapan Yudha, sedangkan Yudha masih tak bergeming, sepertinya dia masih syok "Hei sayang ! kenapa bengong ?" timpal Lily, seraya beberapa kali menjentikkan jarinya di depan mata Yudha. dan itu berhasil mengembalikan kesadaran Yudha.


"Kamu tidak merindukan aku ya ?" tanya Lily dengan nada manja


"Tentu saja aku merindukanmu !"


"Kalau begitu, ayo sini peluk aku"


Dengan tatapan yang memperlihatkan keterkejutan, Yudha memeluk Lily, gadis itu pun membalas pelukan Yudha dengan begitu erat.


"Apa kamu masih terkejut ?" tanya Lily, dia melepaskan pelukannya, namun tangannya masih menggantung di leher Yudha.


Jangankan Yudha yang punya dosa, aku juga yang ga ikut-ikutan, terkejut, gimana Yudha. batin Gio


"Iya sayang, aku terkejut !"


"Tenang sayang, aku masih ada 2 kejutan lagi untukmu " Ujar Lily dengan kerlingan mata menggoda


"Apa itu ?"


"Aku____"


"Yudh,Ly sepertinya kita pergi dulu ya" Ucap Ibram tiba-tiba


"Kenapa kalian mau pergi ? apa kehadiranku mengganggu ?" tanya Lily tak enak hati


"Bukan begitu !" timpal Gio "Kita cuma gak mau ganggu kebersamaan kalian, iya kan guys ?" tanya Gio pada semua sahabatnya.


"Iya Ly, Gio bener" Ucap Rafi


Emangnya cuma Yudha yang pingin pacaran, aku juga pingin kali, main peluk-peluk, bukan liatin yang pelukan mulu. gerutu batin Dion


kini Yudha sudah bisa membebaskan dirinya dari rasa keterkejutan, atas kedatangan Lily yang begitu tiba-tiba dan mengejutkan.


Kini Lily sedang duduk, seraya mengambil dan menatap figura fotonya bersama Yudha, dia mengelusnya seraya tersenyum. Sedangkan Yudha, dia berpamitan sebentar pada Lily untuk membeli minuman bagi mereka berdua


"Mulai hari ini, aku tidak akan pergi lagi darimu sayang" gumam Lily yang tak henti menatap foto, dan senyum yang tak pernah surut dari bibirnya.


Tak lama Yudha pun datang, dan langsung di sambut senyuman manis Lily, lalu Yudha pun duduk di samping Lily, seraya menggenggam erat jemari Lily.


"Kejutan apa yang sudah kami siapkan untukku ?hmm" tanya Yudha lembut


"Apa kamu sudah tidak sabar ?"


"Tentu saja !"


Lily pun tersenyum, dia memandang lekat kedua mata Yudha, lalu berkata


"Mulai hari ini, aku tidak akan meninggalkanmu, walau hanya satu detik"


deg


deg


deg

__ADS_1


"Aku akan kembali, tidak akan pergi lagi" timpalnya lagi, membuat Yudha tersentak, tiba-tiba bayangan Nara hadir, rasa bingung menyergap hatinya, jika Lily disini, lalu bagaimana caranya dia bertemu Nara nanti.


"Sayang ?"


Bagaimana jika nanti Nara meminta untuk bertemu ?


"Sayang, kamu kenapa ?"


Bagaimana jika nanti Nara melihatku bersama Lily ?


"Sayang ! ih !" Ucap Lily dengan suara memekik, membuat Yudha tersadar dari lamunannya.


"Eh i-iya sayang, kenapa ?"


"Kamu yang kenapa ? kamu gak seneng aku bakal ada di samping kamu terus ?" ujar Lily marah


"Bu-bukan gitu sayang, tapi.... ?"


"Apa ?" tanya Lily cepat, dengan nada ketus "Jangan bilang, kalo kamu udah punya gadis lain disini, siapa dia Yud ?" timpalnya lagi


Duarrrrr....... tepat sasaran


"Gak sayang, gak ada gadis lain selain kamu" sangkal Yudha, namun Lily terlihat semakin marah, buktinya sekarang dia sudah duduk membelakangi Yudha sambil bersedekap tangan di dada.


Disini kan memang tidak ada gadis lain selain kamu, hanya ada kita berdua, dan aku laki-laki, jadi aku sedang tidak berbohong. batin tengil Yudha, sama aja kaliii, ketularan Gio ni anak ! (ketus author)


Yudha mengusap rambut dan wajahnya frustasi, dia sadar tidak seharusnya dia bersikap seperti itu pada Lily, harusnya dia menyambut kedatangan gadis itu dengan hangat, bukan dengan keterkejutan tiada akhir.


"Sayang" Ucap Yudha lembut, dia berpindah tempat duduk, kini sudah ada di depan Lily, "Maafkan aku ya, aku sangat bahagia kamu datang, aku gak nyangka, makanya aku sampe kaget gini, maaf ya" ujar Yudha lembut, dengan tangan mengelus pipi mulus Lily. Membuat pipi itu merona seketika.


"Beri aku pelukan, baru aku maafkan" ketus Lily, yang membuat Yudha terkekeh dan tak menunggu waktu lama, Yudha sudah membenamkan tubuh gadis itu ada di pelukannya.


"Aku sangat mencintaimu Li" gumam Yudha


"Aku lebih mencintaimu sayang" jawab Lily


Setelah cukup lama berpelukan, mereka pun melepaskan pelukannya, lalu tersenyum satu sama lain.


"Eh sebentar sayang, kamu bilang tadi kalo kamu gak akan pergi lagi, terus kuliah kamu gimana"


"Sepertinya aku akan berhenti kuliah, dan akan disini terus sama kamu" ujar Lily yakin


"Terus, orang tua kami gimana ?"


"Mereka pasti akan setuju, bahkan aku langsung menikahkan kita !"


"Maksudnya ? aku kan belum bekerja, itu kan syarat yang di berikan ayahmu padaku" tanya Yudha heran


"Percayalah padaku, kita akan segera menikah, meskipun kamu belum memiliki pekerjaan, dan kita akan hidup bersama selamanya" Ujar Lily yakin


Meskipun belum mengerti apa yang di katakan oleh Lily, Yudha mencoba untuk tersenyum dan menganggukan kepalanya, tak ingin Lily kembali marah padanya.


"Mulai hari ini, jangan pergi kemanapun tanpa aku ya !" ujar Lily ceria, dia pun kembali memeluk Yudha, sedangkan Yudha mencoba berfikir keras agar esok hari bisa menemukan alasan untuk menemui Nara sebentar, sekedar untuk melihat keadaannya yang terakhir kali dia temui sedang tidak baik-baik saja.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2