Kali Kedua

Kali Kedua
WIRA (2)


__ADS_3

Ada apa?" Nat menatapku dengan penasaran.


"Kau tahu tentang Grace, Nat? Dia anak yang sangat ceria sejak kecil."


"Ya, aku tahu." Nat mengangguk.


"Setelah dia bangun dari komanya dan kehilangan ingatannya, dia menjalani kehidupan barunya dengan baik. Tapi aku benar-benar merasakan perbedaan padanya, dia tidak seceria dulu. Apa itu normal, Nat?"


"Apakah kau menceritakan semua yang terjadi padanya?" Nat mengernyitkan kedua alisnya.


"Tidak."


"Kenapa?"


"Aku takut dia bersedih."


"Wira, kau perlu tahu. Sebuah kenangan penting untuk seseorang, mereka dapat menjadikan sebuah kenangan sebagai jembatan untuk kehidupan mereka selanjutnya. Menjadikan pengalaman buruk dan menyedihkan sebagai penguat hidup mereka kedepan dan menjadikan kenangan indah untuk memupuk semangat setiap perjalanan hidup mereka."


"Jadi bagaimana?" Aku merasa bersalah.


"Seharusnya kau tidak menutupi apapun padanya, aku yakin jika kau menceritakan semuanya dia akan menerimanya dengan baik."


"Begitukah?"

__ADS_1


"Ya, dia mungkin kehilangan keceriaannya karena dia tidak punya ingatan apapun di masalalu, dan kau tidak menceritakan hal mengesankan baginya dimasalu."


"Ya, bahkan aku menetap disini, agar tidak ada hal yang membuatnya mengingat hal-hal menyakitkan disana."


"Kau seharusnya tidak perlu melakukan itu, biarkan dia menjadi dirinya sendiri kembali, kau tidak perlu menutupi masalalunya, kau tidak perlu khawatir tentang kenangan menyedihkan putrimu, itu tidak akan berpengaruh besar terhadap hidupnya."


"Haruskah aku mengembalikannya kesana agar dia bisa kembali seceria dulu." Aku memijit pelipisku yang terasa pening.


"Kau bisa melakukannya, tapi secara perlahan. Kau sudah terlanjur menyembunyikan beberapa hal padanya. Biarkan dia mencari jati dirinya sendiri sekarang."


"Baiklah aku akan mencobanya."


"Biarkan dia keluar dari lingkaran hidup yang kau buat, Wira. Dia sudah dewasa sekarang, dia bukan anak-anak lagi. Dia sudah bisa menentukan hidupnya sendiri, bukankah kau sangat percaya kepadanya." Nat berceramah panjang lebar.


"Biarkan dia bertemu dengan hal-hal di masalalunya, biarkan memorinya merekam kembali apa yang pernah di laluinya."


"Apakah itu akan membuat dia mengingat kembali?"


"Aku tidak bisa memastikan, memori yang telah hilang sulit untuk kembali, namun kilas balik kehidupan masalalu akan membuat seseorang merasakan dejavu, jika itu terus berlanjut kemungkinan memorinya sedikit demi sedikit akan berfungsi kembali."


"Baiklah, jika itu akan membuatnya benar-benar kembali bahagia, aku akan melakukannya."


"Lakukanlah dengan baik, aku berharap anak itu selalu bahagia di setiap kehidupannya." Nat berucap tulus, aku tahu dia juga sangat menyayangi Grace.

__ADS_1


Aku pergi meninggalkan ruangan Nat dengan segala pikiran yang terasa campur aduk dikepalaku. Bagaimanapun aku harus mengembalikan kebahagiaan Grace sepenuhnya.


...----------------...


Inilah akhirnya, aku mengirim Grace kembali ke Indonesia dengan alasan kerjasama bisnis. Aku sengaja memilih perusahaan Dafa agar Grace bertemu kembali dengan Dafa. Awalnya aku ingin memberi sedikit pelajaran pada Dafa agar dia merasakan seperti apa yang dirasakan Grace, diabaikan oleh seseorang yang di cintainya. Aku yakin Dafa akan merasa tersiksa dengan keadaan Grace yang tidak mengingatnya, karena aku tahu pria itu masih sangat mencintai Grace.


Orang-orangku memberitahu bahwa Dafa selalu mencari keberadaan Grace selama ini, tapi dia tidak pernah menemukannya. Aku bahkan mengganti nama panggilan Defina menjadi Grace agar Dafa tidak mudah untuk menemukannya, aku berusaha menyembunyikan semua tentang Grace darinya. Aku masih tidak habis pikir, kenapa pria bodoh itu mencari-cari putriku kembali setelah mengabaikannya.


Sekarang pikiranku mulai berubah, aku melihat ketulusan dari Dafa untuk Grace walaupun aku masih belum terlalu yakin. Beberapa waktu ini dia terlihat terus mengejar Grace walaupun Grace sama sekali tidak mengingatnya. Aku berharap Dafa menebus kesalahannya dimasalalu pada Grace.


Sifat ceria Grace yang sebenarnya muncul kembali, itulah salah satu hal yang ku harapkan. Melihatnya kembali tersenyum ceria seperti itu membuatku berpikir bahwa aku melakukan hal yang tepat. Benar kata Nat, kesedihan tidak akan berpengaruh terlalu besar pada kehidupan jika kita berusaha merubahnya menjadi lebih baik, setiap orang pasti akan dapat melewatinya, tentunya dengan kemauan dan semangat dari orang itu sendiri.


Aku ingin Grace berjalan di jalannya sendiri tentang perasaannya. Aku yakin dia akan bisa menemukan cinta sejatinya. Aku sudah berkaca dari masalalu, betapa menderitanya Grace saat dia berhubungan dengan Ethan, Grace menyembunyikan semuanya dariku saat berhubungan dengan Ethan. Grace bertahan dalam hubungan yang tidak diinginkannya hanya demi membalas kebaikan Ethan di awal perkenalan mereka.


Aku tidak akan tahu jika Lukas tidak memberitahukan semua tentang Ethan kepadaku termasuk tentang perselingkuhannya. Pria itu benar-benar membuatku geram saat, tapi aku tidak ingin mencampuri hubungan asmara Grace jika dia bisa menyelesaikannya sendiri. Aku lega karena Grace bertindak dengan tepat, dia mengakhiri hubungan dengan Ethan tanpa keributan.


Hatiku kembali memanas saat Grace memberitahu bahwa Ethan mencoba mendekatinya lagi. Bahkan pria itu berani ingin menyentuh putriku, aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi. Aku pastikan dia akan membayar semuanya jika berani mencoba menyentuh Grace lagi.


Aku tersadar dari lamunan saat ponselku berdering. Lukas memberitahukan bahwa Dafa dan Grace hanya jalan-jalan di mall X. Aku mengangguk-angguk dan menutup teleponku. Aku percaya Grace bisa menjaga dirinya sendiri dan aku mulai mempercayai Dafa bahwa dia tidak akan menyakiti putriku kembali.


...****************...


Happy reading yaaaa, maafkan author yang masih typo-typo dalam penulisan dan kesalahan-kesalahan lainnya, semoga kedepannya bisa lebih baik. Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya biar author lebih semangat.

__ADS_1


Thank you 😘😘😘


__ADS_2