Kali Kedua

Kali Kedua
Foto Siapa ?


__ADS_3

Sehari setelah acara ketiduran di meja makan, hari ini Nara hanya diam di rumah, tidak lari pagi seperti biasanya, bukan karena kakinya masih sakit, dia sudah sangat sembuh dan tidak merasakan sedikitpun sakit di kakinya, namun tetap saja, Yudha melarangnya, bahkan lelaki itu memperingatkan Nara berkali-kali sebelum pulang, bahkan saat sudah tidak bersama pun, berkali-kali Yudha mengirim pesan peringatan yang sama.


Jangan kemana-mana, diam saja dirumah, aku akan menemanimu besok seharian, agar kamu tidak bosan !!


Itulah pesan lisan maupun teks yang Yudha ucapkan dari kemarin, membuat Nara jengah dan bahagia di waktu yang bersamaan, bahagia karena merasa di cintai.


Saat ini Nara sedang duduk di teras depan rumah, meluruskan kakinya, tangannya membuka tiap lembar kertas berwarna merah muda itu dengan senyum yang tak pernah luput menghiasi wajahnya, sesekali tangannya mengelus foto yang tertempel disana, foto dirinya dan Yudha, lelaki itu juga yang menempelkan foto itu saat Nara membuat minuman untuk Dicky kemarin.


Ada banyak pose dalam foto tersebut, namun ada 3 foto yang jadi favorit Nara. Yang pertama, adalah pose saat Nara dan Yudha saling berhadapan, yang kedua saat Yudha memeluknya dari belakang, dan kedua foto itu di ambil oleh Dicky, dan yang terakhir pose Yudha mencium kening Nara, mata mereka berdua tertutup, seperti sedang mendalami rasa yang ada di dalam hati mereka, foto itu diambil sendiri oleh Yudha menggunakan tangan kirinya.


Aku hanya ingin bersamamu Ra, sampai aku mati. itu adalah tulisan yang berada tepat di bawah foto itu, entah kapan Yudha menulis itu, tapi kapanpun dia menulisnya, Nara tidak peduli. Karena tulisan ini membuat Nara sangat bahagia.


"Ayo tebak,! ini siapa ?" Ujar seseorang yang tiba-tiba menutup mata Nara dengan kedua tangannya. Dari suara dan aroma tubuhnya pun Nara sudah bisa menebak itu siapa.


"Hmm.... ini pasti Ay nya Nara !"


"Wah..wah sepertinya kamu sangat mencintaiku ?" ucap Yudha yang kini ikut duduk di samping Nara


"Eh..? Maksudnya ?" tanya Nara heran


"Kamu bisa tahu kehadiranku tanpa melihat, berarti kamu sangat mencintaiku" jawab Yudha percaya diri, sedangkan Nara hanya memutar matanya jengah.


Iya mataku memang tidak melihat, tapi telingaku tidak tuli, aku bisa mendengar suaramu yang selalu aku dengar setiap saat, bahkan saat aku bermimpi sekali pun.


"Ya tahu lah Ay, hampir setiap saat kita bersama, akan keterlaluan jika aku tidak mengenal suaramu" Ucap Nara sambil mengedipkan satu matanya genit menggoda Yudha.


Dan hal itu membuat Yudha gemas, secara spontan dia mencubit lembut kedua pipi Nara.


"Gemes banget sih, pacar siapa coba ?" tanya Yudha


" adi, gak mau ngakuin nih ?"


"Emangnya pacar siapa ?"


"Ya udah kalo gak mau ngakuin, aku nyari cowok baru aja !" ujar Nara sambil mencoba bangkit dari duduknya.


Namun sejurus kemudian, Yudha menarik tangan Nara dengan sangat kuat. Membuat Nara terduduk di pangkuan Yudha, mata mereka kini saling memandang, namun Nara merasa ada yang berbeda dari tatapan mata Yudha, terlihat kilatan amarah menyala di mata yang biasanya di penuhi dengan sorot penuh cinta itu. Membuat Nara bergidik ngeri.


Kenapa tatapannya jadi horor begitu


"Apa yang tadi kamu katakan ?" tanya Yudha dingin, dengan sorot mata tajam menakutkan.

__ADS_1


Glek


Nara menelan ludah dengan susah payah, tubuhnya gemetar melihat tatapan itu. Nara mencoba menggeliat perlahan, mencoba melepaskan diri, namun dengan kuat, Yudha mencengkram lengan Nara, membuat yang punya lengan meringis kesakitan.


"Ay.... sakit" rintihan Nara, membuat Yudha sadar, dan langsung mengusap lembut lengan Nara.


"Maaf" ucapnya penuh sesal, tatapan tajam tadi, kini berubah lembut, pancaran rasa bersalah terlihat begitu jelas di bola matanya.


"Iya Ay, gak apa-apa" Ucap Nara sambil tersenyum


"Jangan membuatku marah lagi, dengan mengatakan hal seperti tadi !"


"Kata-kata yang mana Ay, aku gak ngerti ?"


Yudha mendengus sebal, amarah kembali menyeruak, namun sebisa mungkin dia menahannya, karena tak ingin membuat Nara takut dan terluka.


"Jangan pernah berkata kamu akan mencari orang cowok lain, eh tidak-tidak, Bahkan hanya memikirkanpun gak boleh, kamu hanya milikku Nara, hanya milikku !" ucapnya tegas


"Iya Ay, aku hanya milikmu." Ucap Nara lembut, seraya mengelus perlahan pipi Yudha, memberikan kehangatan yang membuat yang punya pipi jadi merona."Tapi____" Ucap Nara ragu, tatapannya kini berubah sendu, dia menundukkan kepalanya, semburar keraguan berhasil di tangkap Yudha dari sorot mata indah itu.


"Kenapa ?" tanya Yudha lirih


"Apakah kamu juga hanya milikku Ay ?"


Deg


Deg


Berjanjilah untuk selalu menjaga Nara Yudha, berjanjilah.


"Ay... Ay !!" suara panggil Nara membuyarkan perang batinnya.


"Eh...iya, kenapa Ra ?"


"Di tanya malah bengong, hmm apa jangan-jangan ada orang lain di hati kakak selain aku ?" tanya Nara curiga, dengan cepat Nara bangkit dari pangkuan Yudha, dan duduk dengan jarak yang berjauhan. "Kakak tidak benar-benar mencintaiku" timpalnya lagi dengan nada putus asa.


Iya ! kamu benar Ra, ada Lily di hatiku, dia yang memenuhi seluruh ruang di hatiku, selama bertahun-tahun, banyak gadis yang singgah di pelukanku, tapi tetap Lily yang bertahta disana, tapi kenapa ada yang berbeda saat kamu yang hadir, bahkan hatiku rasanya sakit saat melihatmu menjauh dan sedih seperti ini. bahkan aku sangat marah saat kamu berencana akan mencari lelaki lain, meskipun itu hanya gurauan, apa kamu sudah mengisi hatiku, sama seperti Lily selama ini, apa ini hanya naluri lelaki yang tak ingin mainan barunya pergi begitu saja, sebelum merasa bosan, tapi jika iya mengapa rasanya sesakit ini saat kamu meragukan perasaanku, bahkan aku juga ragu dengan rasaku sendiri. batin Yudha


"Aku masuk dulu Kak !" Ujar Nara bangkit dari duduk, merasa kesal karena Yudha tidak menjawab pertanyaan.


Sementara Yudha, melihat Nara seperti itu, membuat dia gelagapan, dia sedang bingung dengan perasaannya sendiri. Namun dia sadar, apapun yang dia ucapkan selama ini, semua kata cinta, perlakuan manis, perhatian, bahkan janjinya pada Pak Bram, itu tulus adanya. Tiba-tiba rasa takut kehilangan Nara menyeruak di dadanya.

__ADS_1


"Tunggu Ra !" Ucap Yudha cepat, menghentikan langkah Nara yang akan masuk ke dalam rumah.


Nara pun perlahan berbalik, terlihat kristal bening lolos membasahi pipinya, membuat tubuh Yudha bergetar, terasa ada benda tak kasat mata menikam jantungnya. Dengan langkah cepat Yudha menghampiri Nara, dan langsung menghambur memeluk Nara, tangis keduanya pecah saat itu.


"Aku mencintaimu Ra, jangan pergi, aku mencintaimu" Ucap Yudha lirih, namun penuh keyakinan


"Aku takut Ay, aku takut kamu meninggalkan ku demi orang lain"


"Tidak akan pernah, kita akan tetap saling memiliki sampai akhir "


Aku egois, tapi aku tidak peduli, maafkan aku Li, aku mencintaimu tapi aku juga mencintai Nara !


Mereka pun melepaskan pelukannya, Yudha menghapus sisa air mata di wajah Nara, begitupun sebaliknya. Kini mereka sudah tersenyum kembali. Tiba-tiba terdengar suara panggilan telpon di ponsel Yudha, ternyata itu dari Gio, Yudha lupa bahwa hari ini semua temannya kembali dari perantauan, dan mereka sudah janjian akan latihan band bersama.


Karena dia sudah berjanji akan menemani Nara seharian, Yudha memutuskan untuk mengajak Nara ke tempat latihan Bandnya, dengan senang hati Nara mengiyakan, dia juga ingin mengenal semua teman kekasihnya itu.


Jarak studio Band Yudha dan rumah Nara cukup dekat, hanya memakan waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Akhirnya mereka sampai di studio. Yudha langsung di sambut dengan pelukan dari para sahabatnya. Suasana yang tadi tenang, kini terdengar riuh, saking asyiknya bernostalgia, semua sahabat Yudha tidak menyadari keberadaan Nara disana. Sampai akhirnya Gio yang pertama menyadarinya.


"Eh Bro, ini siapa, kenalin dong" Ucap Gio seraya melirik nakal ke arah Nara, lalu dia mendekatkan bibirnya ke telinga Yudha.


"*M*ainan loe yang sekarang oke banget, body nya menggoda, kalo loe bosen nanti, boleh dong buat gue" bisik Gio, membuat Yudha geram, tanpa sadar dia mencengkram kerah baju Gio, dan melemparkan tubuh sahabatnya itu ke tembok, membuat semua orang terkejut. dua sahabat Yudha langsung menolong Gio, sementara seorang lainnya menenangkan Yudha, sedangkan Nara ketakutan melihat itu.


Sedetik kemudian, Yudha sadar atas perbuatannya, dia langsung menghampiri Nara, mencoba menenangkan.


"Jangan takut sayang, itu cara kita melepas rindu, Iya kan Gi" Ucap Yudha seraya memberikan tatapan tajam pada Gio yang kini sudah duduk di kursi dengan wajar terkejut.


"I-iya" jawab Gio terbata karena takut


Apa Yudha, jatuh cinta pada mainannya sendiri, itu tidak mungkin, tapi........


Akhirnya, Yudha memperkenalkan Nara pada semua sahabatnya, sebagai kekasih yang sangat dia cintai, membuat semua orang terkejut, karena selama ini Yudha sangat mencintai Lily, meskipun Yudha sering bermain api di belakang Lily, namun tidak pernah Yudha memberikan status pacar pada semua gadis itu. Berbeda pada Nara sekarang.


Akhirnya mereka pun mulai memainkan alat musik masing-masing, Yudha terlihat begitu tampan dan memukau, diantara yang lain, membuat Nara lebih fokus melihat Yudha di banding mendengar lagunya, sesekali Yudha mengedipkan matanya genit, membuat Nara salah tingkah.


Latihan pun selesai, Yudha dan semua sahabatnya memutuskan untuk pergi membeli minum keluar, sedangkan Nara menunggu di studio, selain agar kaki Nara tidak kembali sakit, Yudha sengaja tidak mengajak Nara, karena akan berbicara pada sahabatnya, agar tidak membahas Lily di depan Nara, dan sebagai sahabat yang baik mereka menyetujuinya.


"Sayang ini minum dul____" Ucapannya langsung terputus, minuman dingin yang ada di tangannya terjatuh begitu saja karena terkejut.


"Ay..... ini foto siapa ?" tanya Nara dengan suara bergetar. Yudha lupa jika di meja studio itu ada fotonya bersama Lily.


Byurr. Gio langsung menyemburkan minumannya melihat pemandangan itu, sedangkan temannya yang lain hanya bisa menarik nafas berat, di sertai gelengan kepala

__ADS_1


Maaf Bro, sepertinya takdir sedang mengajakmu becanda sekarang. batin semua sahabat Yudha kompak


Bersambung


__ADS_2