Kali Kedua

Kali Kedua
PERHATIAN


__ADS_3

Senja telah berlalu, langit menggelap dengan sempurna. Dafa baru saja pulang dari kantor, dia segera mandi dan mengganti pakaiannya. Dia bergegas keluar rumah, pergi kembali menuju rumah sakit. Malam ini dia ingin menjenguk Grace, dia sangat khawatir dengan keadaan gadis itu.


Sesampainya dirumah sakit, Dafa berjalan cepat menuju ruang rawat Grace. Dafa masuk ke ruangan Grace, disana ada Jane yang sedang menjaganya. Dafa melihat Grace sedang tertidur lelap. Jane tampak terkejut melihat kedatangan Dafa.


"Jane." Dafa berbicara pelan, dia takut membangunkan Grace.


"Ya, tuan?"


"Apakah Grace baru saja tertidur?"


"Tidak, tuan. Dia tidur sejak sore tadi."


"Apa kau disini sejak sore tadi?"


"Ya, tuan." Jane mengangguk.


"Pulanglah dulu, Jane. Aku akan menjaganya disini."


"Apa tidak merepotkan, tuan?" Jane terkejut dengan perkataan Dafa, dia tidak menyangka presdir tampan ini sangat memperhatikan Grace.


"Tidak sama sekali."


"Baiklah, saya permisi tuan. Tolong kabari saya jika keadaan Grace sudah membaik." Jane pamit keluar dari ruangan itu.


Sebenarnya Jane ingin menginap disana, tapi apa boleh buat, Dafa sudah mengusirnya dengan cara yang sangat halus. Jane mulai mengerti bahwa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua karena Dafa terlihat sangat memperhatikan Grace.


Apa tuan Dafa menyukai Grace? Oh Grace jika itu benar, kau akan menjadi wanita paling beruntung di dunia. Jane berkata dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri.


...----------------...


Dafa menatap wajah cantik didepannya yang sedang tertidur pulas. Sejak tadi tidak ada yang dilakukannya, dia hanya duduk di samping tempat tidur Grace sambil memandanginya. Sesekali Dafa menggenggam tangan Grace dan melepaskannya kembali. Sebenarnya Dafa ingin terus menggenggam tangan mungil gadis itu, tapi dia takut Grace terbangun dan memergokinya sedang menggenggam tangannya secara diam-diam.


"Jane?". Grace mulai membuka matanya.


"Ya?"


"Da..Dafa?" Grace terkejut karena Jane telah berubah menjadi Dafa.


"Ya, aku disini." Dafa tersenyum.


"Kemana Jane?"


"Aku menyuruhnya pulang dan beristirahat."


"Benarkah?"


"Ya, aku yang akan menjagamu disini." Dafa kembali tersenyum.


Kenapa kau selalu tersenyum manis seperti itu? aku merasa pernah menemui seseorang yang senyumnya sangat mirip denganmu. Batin Grace.


"Terima kasih, tapi apakah tidak merepotkanmu?" Grace merasa tidak enak.


"Tidak, aku senang."


Apa? dia mengatakan senang menjagaku?. Grace.


Aku senang menjagamu, aku senang bersamamu, aku ingin terus berada di dekatmu Grace. Dafa melanjutkan kata-katanya dalam hati.


"Padahal aku sudah merasa baikan." Grace terkekeh.


"Kau harus banyak istirahat, jika kau istirahat dengan baik kemungkinan besok kau sudah bisa keluar dari rumah sakit ini." Dafa menjelaskan.


"Tapi aku sudah merasa sehat." Grace tersenyum ceria, dia sudah terlihat lebih segar.


"Walaupun kau sudah merasa sehat, tetap saja kau harus memulihkan tubuhmu dahulu."

__ADS_1


"Iya, iya Tuan Dafa yang cerewet." Grace tertawa kecil menggoda Dafa.


"Apa kau baru saja mengataiku cerewet?"


"Iya, kenapa?" Grace terkekeh.


"Kau benar, aku memang cerewet. Karena itu kau harus menuruti apa kataku ini. Sekarang kau makanlah ini." Dafa memberikan buah-buahan pada Grace, dia mengupas dan menyuapi Grace.


"Terima kasih." Grace mengunyah buah yang sudah masuk kemulutnya. Dia sedikit tidak menyangka dengan perhatian yang di berikan Dafa padanya.


Oh jantung, berhenti kau berdetak seperti ini. Grace.


"Apa kau ingin makanan rumah sakit? Atau kau mau makanan lain?" Dafa bertanya pada Grace.


"Aku ingin es krim." Grace langsung menjawab.


"Hei, apa kau mau pilek makan es krim malam-malam begini." Dafa menjentikkan pelan jarinya di dahi Grace.


"Awww." Grace menjerit dan mengusap-usap dahinya yang sebenarnya tidak sakit. Entah kenapa saat ini di dadanya terasa beterbangan kupu-kupu.


Oh Tuhan, kenapa dia memperlakukanku sangat manis seperti ini? padahal aku bukan siapa-siapa untuknya. Grace


"Grace, aku akan menyuruh pelayan membeli makanan untukmu."


"Terima kasih." Grace tersenyum.


...----------------...


Pelayan datang membawakan beberapa kotak makanan pesanan Dafa. Dafa membuka kotak makanan dan menyuapi Grace dengan telaten, dia memperlakukan Grace dengan sangat lembut. Grace merasa sangat diperhatikan oleh Dafa, sehingga pikirannya benar-benar merasa tenang.


"Grace, kau harus makan yang banyak."


"Kau memperlakukanku seperti seorang pesakitan, Daf." Grace terkekeh.


"Kau memang seorang pesakitan saat ini." Dafa tertawa.


"Kau belum sembuh."


"Sudah."


"Terserah." Dafa masih terus menyuapi Grace.


"Daf, apa Jane akan kembali kesini?" Grace bertanya.


"Tidak, malam ini aku yang akan menjagamu."


"Apa? Kenapa harus kau?" Grace menatap Dafa.


"Karena harus aku." Dafa terkekeh.


"Kau tidak punya niat terselubung terhadapku kan?" Grace menyipitkan matanya menatap Dafa.


"Niat apa?" Dafa mengernyitkan alisnya.


"Niat jahat terhadapku misalnya."


"Niat jahat seperti apa?" Dafa terus bertanya


"Menggangguku misalnya."


"Mengganggu seperti apa?"


"Apa kau tidak mengerti sama sekali maksudku?" Grace mulai kesal


"Tidak." Dafa menjawab singkat.

__ADS_1


"Lupakan saja." Grace mendengus


"Apa yang harus kulupakan?"


"Dafaaaa." Grace menggertakkan giginya dengan kesal.


"Apa?" Dafa terkekeh.


"Sudah diam." Grace mengerucutkan bibirnya.


Dafa hanya tertawa melihat tingkah Gracr. Dia merasa senang menggoda Grace seperti itu. Dia merindukan kebersamaannya seperti ini bersama Grace. Dia merindukan segalanya tentang Grace.


"Grace, kau istirahatlah." Dafa menyuruh Grace istirahat setelah dia menyelesaikan makan malamnya.


"Kau bagaimana?"


"Aku akan tidur disana." Dafa menunjuk sofa besar dekat tempat tidur.


"Baiklah, kau jangan macam-macam."


"Macam-macam apa?" Dafa menatap Grace


"Macam-macam denganku." Grace


"Seperti apa?"


"Naik ke kasurku mungkin."


"Untuk apa aku naik ke kasurmu?" Dafa mengernyitkan kedua belah alisnya.


"Untuk menyentuhku."


"Dasar mesum." Dafa menjentikkan jarinya kembali di dahi Grace.


"Awww, siapa yang mesum?" Grace melindungi jidatnya takut ada serangan selanjutnya.


"Kau, siapa lagi?" Dafa


"Aku hanya mengatakan kemungkinan." Grace mengerucutkan bibirnya


"Apa kau mau kemungkinan itu terjadi?" Dafa menggoda Grace.


"Tidak." Grace menggeleng.


"Makanya jangan berpikir kotor. Kau tahu? pikiran kotor kadang akan benar-benar terjadi."


"Benarkah?" Grace membulatkan matanya.


"Tentu saja." Dafa tersenyum sekilas.


"Apa sekarang kau benar-benar berniat jahat terhadapku?."


"Berhenti berpikir buruk, Grace. Sekarang istirahatlah." Dafa membenarkan letak bantal dan menepuk-nepuknya memberi isyarat agar Grace segera berbaring.


Grace menurut saja dan segera berbaring, Dafa tersenyum menatap wajah Grace. Dafa menyelimuti Grace dan mengusap-usap rambutnya seperti seorang ayah yang menidurkan anaknya. Grace merasa sangat senang diperlakukan seperti itu, rasanya hatinya sedang berbunga-bunga.


"Tidurlah, Grace." Dafa tersenyum lembut.


"Mmm." Grace mengangguk.


"Apa perlu ku bacakan cerita dongeng?" Dafa terkekeh.


"Seharusnya iya, tapi tidak ada buku dongeng disini." Grace tertawa.


"Lain kali akan ku bacakan." Dafa beranjak menuju sofa yang tak jauh dari tempat tidur yang di tempati Grace.

__ADS_1


Lain kali? apa akan ada hari-hari seperti ini lagi bersama dia? Grace tersenyum dalam hati.


...****************...


__ADS_2