Kali Kedua

Kali Kedua
SEHARI BERSAMAMU


__ADS_3

Grace terus mencari-mencari pria itu, dia tidak ingin kehilangannya. Grace sangat menyayanginya seperti menyayangi dirinya sendiri. Mata Grace menyapu kesegala arah ditempat itu, tak ada siapapun, hanya ada dia sendirian. Grace mulai terisak dan jatuh ke tanah, dia memeluk lututnya dan menangis. Tiba-tiba seorang pria menjulurkan tangannya.


“Grace bangunlah.”


Grace mendongak menatap wajah pria yang sedang tersenyum ke arahnya, pria itu adalah orang yang dia cari-cari. Grace berdiri menyambut uluran tangan pria tersebut dan segera memeluknya dengan erat. Grace kembali menangis dalam pelukan pria tersebut. Dia tidak ingin melepaskan pria itu lagi. Dia sudah pernah kehilangannya dan tidak ingin kehilangan lagi untuk kedua kalinya.


...----------------...


Dafa membuka matanya saat mendengar suara tangisan Grace, dia segera bangun dan menghampiri Grace. Grace terlihat menangis dalam tidurnya, Dafa menyentuh lengan Grace untuk membangunkannya. Grace terlihat meneteskan air matanya hingga membasahi bantal.


“Grace, bangunlah.” Dafa mencoba membangunkan Grace dengan lembut.


Grace belum membuka matanya, perlahan suara tangisannya mulai reda. Grace bangun dan langsung memeluk Dafa. Dafa terkejut, dia hanya diam tak bisa berkata apa-apa. Grace kembali menangis dalam pelukan Dafa. Dafa hanya mengusap-usap bahu Grace dengan lembut hingga suara tangisan Grace benar-benar mereda.


Grace mulai tersadar dan melepaskan pelukannya, dia terkejut dengan apa yang dilakukannya pada Dafa. Matanya terbelalak melihat wajah Dafa yang sangat dekat dengannya, suara hembusan nafas pria itu membuat jantungnya berdetak dengan keras. Grace perlahan beringsut menjauhkan dirinya dan bersandar di sandaran tempat tidur.


“Ma..maafkan aku.” Grace merasa sangat malu dengan apa yang dilakukannya. Bukankah dia yang mewanti-wanti agar Dafa tidak macam macam dengannya, tapi ternyata dialah yang memeluk Dafa seenaknya.


“Tak apa, sepertinya kau mimpi buruk.” Dafa tersenyum lembut


“Mmm, sedikit.” Grace mengangguk.


Aku tidak bermimpi buruk, hanya saja mimpi itu terasa menyedihkan. Tapi kenapa kau yang hadir dalam mimpiku Daf? Grace berbicara dalam hati.


“Istirahatlah kembali, aku akan menjagamu.” Dafa tersenyum lembut, dia duduk di kursi samping tempat tidur Grace.


Grace mengangguk dan kembali berbaring, dia memejamkan matanya dan terlelap kembali. Dafa tidak kembali ke sofa, dia memilih untuk tidur dikursi samping tempat tidur Grace. Lama Dafa memandangi wajah Grace yang sedang tertidur lelap, Dafa menggenggam erat tangan Grace dan ikut terlelap disamping tempat tidur gadis itu.


...----------------...


Grace mengerjap-ngerjapkan matanya karena cahaya matahari yang masuk lewat sela-sela gorden jendela ruangan menyorot wajahnya. Grace melihat Dafa masih tertidur disampingnya, wajahnya bertumpu pada kasur dan jemarinya menggenggam tangan Grace. Grace tidak berusaha melepaskan tangannya, dia membiarkan tangannya digenggam oleh pria itu, entah kenapa Grace merasa sangat nyaman ketika tangannya di genggam Dafa. Grace melihat Dafa mulai bergerak, dia langsung memejamkan matanya dan pura-pura tertidur.


Dafa bangun dan menatap Grace, gadis itu masih terlelap pikirnya. Dafa memandangi wajah Grace, dia tidak pernah merasa bosan walaupun memandang wajah gadis itu setiap saat. Dafa melepaskan genggaman tangannya dan menuju kamar mandi, dia mandi dan mengganti pakaiannya yang sudah disiapkan pelayan sebelumnya. Dafa keluar dari kamar mandi dan melihat Grace sudah bangun dan duduk bersandar disandaran tempat tidur.


“Kau sudah bangun?” Dafa tersenyum sangat manis.


“Ya.” Grace tersenyum mengangguk-angguk


Dafa kenapa kau sangat mempesona? Kenapa kau membuat jantungku berdetak sepagi ini hah? Grace.


“Ayo kita sarapan.” Dafa mengambil kotak makanan yang ada di atas meja yang sudah disiapkan pelayan.


Mereka sarapan bersama-sama, Grace terlihat sangat ceria pagi ini. Wajahnya terlihat segar dan cerah, tidak lagi pucat seperti sebelumnya.

__ADS_1


“Apa kau bolos bekerja hari ini presdir?” Grace terkekeh.


“Aku tidak bolos, hanya cuti.” Dafa tersenyum.


“Kenapa kau cuti?”


“Karena ingin.”


“Kau selalu menjawab seperti itu, apa tidak ada alasan lain?” Grace mengernyit.


Karena kau. Dafa


“Hmmm, tidak ada.” Dafa menggeleng.


Seharusnya kau jawab karena aku. Grace terkekeh dalam hati.


“Mmm, baiklah. Apa aku sudah bisa pulang hari ini?”


“Dokter akan memeriksamu sebentar lagi, jika keadaanmu sudah sehat kau bisa pulang.”


“Aku pasti sudah sehat.”


“Belum tentu.” Dafa menjawab santai


“Aku yakin.” Grace mulai terlihat kesal


Dafa dan Grace terus berdebat hal-hal yang tidak penting, mereka berhenti saat terdengar suara ketukan di pintu. Dokter datang bersama seorang perawat, dia mulai memeriksa keadaan Grace. Dafa hanya diam memperhatikan hingga dokter selesai melakukan tugasnya.


“Bagaimana dokter? Apa saya sudah sehat? Apa sudah bisa pulang? Grace bertanya dengan riang.


“Ya.” Dokter mengangguk.


“Yes.” Grace


“Jangan lupa untuk selalu istirahat dengan cukup nona Grace, jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal berat untuk saat ini.”


“Siap, dok.” Grace mengangguk.


“Apa nona sering bermimpi buruk?”


“Ya, akhir-akhir ini sering.”


“Sepertinya efek operasi anda beberapa tahun silam nona.” Dokter menjelaskan.

__ADS_1


“Operasi?”


“Ya, apa nona tidak mengetahuinya?”


“Tidak.” Grace menggeleng.


“Saya mendapatkan salinan riwayat sakit nona, nona pernah mengalami operasi tumor di kepala dan mengalami amnesia atau kehilangan ingatan. Saat ini memori otak nona sedang bekerja keras untuk merekam kembali ingatan yang hilang.”


“Benarkah dokter, bagaimana bisa efeknya baru muncul sekarang?”


“Kemungkinan karena nona menemukan hal hal yang pernah terjadi dimasalalu, misalnya nona menemukan benda kesayangan nona sebelum kehilangan ingatan.”


“Selain itu dokter?”


“Bertemu dengan orang-orang dimasalalu nona ataupun mengunjungi tempat yang sering nona datangi sebelumnya dan banyak hal lain lagi yang dapat memicu memori di otak nona untuk bekerja menghidupkan kembali ingatan yang telah hilang.” Dokter menjelaskan,


“Mmm baiklah, terima kasih dokter.” Grace mengangguk


“Tuan Dafa, sebaiknya tuan selalu menemani tidur istri anda karena kemungkinan nona akan mengalami mimpi-mimpi aneh beberapa waktu mendatang.” Dokter menatap ke arah Dafa sekilas.


“Baik, dokter. Saya akan terus menemani istri saya." Dafa mengangguk.


Hei, kenapa kau seenaknya mengatakan bahwa aku istrimu?. Grace.


“Baiklah saya permisi.”


“Tunggu dokter, bolehkah saya meminta salinan riwayat sakit saya?”


“Bisa.” Dokter memberikan tumpukan kertas yang dibawa oleh perawat dibelakangnya pada Grace.


“Terima kasih, dokter.”


Dokter mengangguk dan berlalu keluar dari ruangan Grace. Dafa segera beranjak dari tempatnya berdiri sedari tadi, dia mulai mengemasi barang-barang miliknya dan Grace bersiap untuk pulang. Sekilas Dafa menoleh pada Grace yang tidak beranjak dari kasurnya, Grace menatap lembaran kertas ditangannya dengan wajah bingung.


“Grace, ayo bersiap, bukankah kau ingin cepat pulang?”


“Daf, menurutmu kenapa orang tuaku tidak memberitahuku tentang penyakitku?” Grace berkata tanpa menjawab pertanyaan Dafa sebelumnya.


“Hmm, mungkin belum waktunya mereka memberitahukanmu tentang itu.”


“Bukankah tidak apa-apa jika aku mengetahuinya?” Grace tidak berhenti menatap dan membolak-balik kertas ditangannya.


“Entahlah, mungkin mereka mempunyai alasan lain.”

__ADS_1


“Mmm baiklah, aku akan menanyakan pada mereka nanti.” Grace turun dari tempat tidur dan ikut membereskan beberapa barangnya.


...****************...


__ADS_2