Kamulah Alasan

Kamulah Alasan
Suka


__ADS_3

"Kamu nih, suka nyebarin gosip aja kerjanya," keluh Nasti.


Lia tersenyum menahan tawa. "Lagi, salah sendiri. Sudah tahu punya rumah dekat kantor, kenapa pula harus menyusahkan diri tinggal di dalam mess, membawa anak pula. 'Kan capek sendiri. Mana gak ada yang bantu mengurus anak lagi, jadi balik lagi ke orang tua. Apa itu bukan namanya menyusahkan diri sendiri?"


"Aku gak mau menyusahkan orang tua makanya pelan-pelan belajar mandiri. Mungkin sekarang capek, tapi pelan-pelan pasti bisa. Anakku juga aku ajar agar gak manja."


"Ya, terserah kamu deh!" Lia menarik kursi duduknya ke meja dan menegakkan punggungnya. Ia mengambil pulpen di atas meja. "Aku gak gosip ya, karena itu kenyataan. Aku gak bakal tahu kalau kamu punya anak bule kalau kamu gak bawa anakmu ke mess jadi sumber gosipnya sebenarnya kamu sendiri." Ia mulai menulis di sebuah kertas.


"Iya, iya ...." Nasti memutar bola matanya dan menarik kursinya ke meja.


Lia tersenyum penuh kemenangan.


---------+++--------


Iwabe tengah lewat di perparkiran dan melihat Sarah sedang merengut di dalam mobil. Sepertinya sedang berusaha menghidupkan mobil tapi tak bisa. Ia kesal dan keluar sambil membanting pintu mobil.


Pria itu mendatanginya. "Kenapa? Mobilnya mogok? Mau aku bantu?"


Wanita itu mengacuhkannya. Ia malah sibuk menyalakan HP.


"Ya sudah. Paling teknisinya datang telat, ini 'kan jam makan siang. Yakin gak mau dibantu?" Pria itu menunggu sebentar, namun wanita cantik itu bergeming.


Iwabe akhirnya meninggalkannya, dan pergi ke kantin. Selang hampir sejam, pria itu kembali lewat jalan yang sama dan menemukan wanita itu masih di sana menunggu.


Iwabe tak ingin mencari masalah karena itu ia melewatinya tapi entah kenapa perasaannya mengatakan lain. Ia kembali mundur dan melihat wajah murung wanita itu. Ia mencoba peruntungannya. "Apa benar-benar kau tak butuh bantuanku?"


Wanita itu melirik pelan. "Mobilnya tak bisa dihidupkan," ucapnya setengah merengek.


"Coba ya, buka dulu kap mobilnya, bisa 'kan?" ujar Iwabe pelan.


Wanita itu masuk ke dalam mobil dan membuka kap mobil dari dalam.


Iwabe segera memeriksanya. Tak lama ia melakukan sesuatu dan kemudian mengeluarkan kepalanya dari balik kap mobil itu. "Coba kau nyalakan."


Wanita itu mencoba menyalakan mobil dan ternyata mesinnya bisa dihidupkan dengan mudahnya. "Oh, terima kasih." Ia begitu senang.


Iwabe menutup kap mobil itu tapi kemudian ia terkejut ketika wanita itu menyodorinya sejumlah uang kertas berwarna merah.


"Ini."


"Apa?"


"Ini rasa terima kasihku padamu. Terimalah."

__ADS_1


Iwabe setengah kesal, ia hampir tertawa. Jadi jeri payahku hanya dihargai dengan uang? Eh, tunggu dulu! Bagaimana kalau ditukar dengan yang kuinginkan. "Aku tidak butuh ini."


"Lalu?"


"Aku menyukaimu. Bisakah kita berkencan?"


Penyataan Iwabe yang sangat langsung ke intinya membuat wanita itu bingung. Pria itu telah menolongnya, tapi di lain pihak ia ....


"Pikirkan saja. Aku tidak memaksamu, tapi aku benar-benar menyukaimu." Pria itu kemudian meninggal Sarah dalam kebimbangan.


------------+++----------


Nasti baru saja keluar dari mobil bersama Lia ketika ia melihat Iwabe berlari-lari keluar pabrik.


Pria itu yang melihat kehadiran Nasti di perparkiran, segera mendatanginya. "Nasti, tolong aku!" Pria itu berhenti di hadapan wanita itu dengan memegangi lututnya. Ia berusaha mengatur napasnya.


"Ada apa?" tanya wanita itu karena pria itu tidak biasanya begini. Adakah hal yang lebih penting hingga harus berlari-lari mengejarnya?


"Pegawai di pabrik. Mereka muntah-muntah. Sepertinya mereka keracunan makanan."


"Apa?"


"Tolong aku, Nasti. Bawa mereka ke dalam bus agar aku bisa membawa mereka ke rumah sakit terdekat."


"Ayo!"


Di dalam pabrik, produksi terpaksa dihentikan. Kebanyakan para pekerja pabrik menepi karena terlihat pucat dan lemas.


Nasti dan Lia membantu para pekerja pabrik untuk naik ke dalam 2 bus yang terparkir di depan pabrik. Udin membantu Lia dan Nasti sedang Iwabe memeriksa barang-barang di dalam pabrik dan merapikannya. Ia juga menelepon polisi sebab para buruh hampir sebagian besar keracunan hingga ia butuh bukti dari polisi bahwa ini memang kesalahan dari makanan milik katering langganan untuk pekerja pabrik yang biasa perusahaan gunakan.


Butuh beberapa kali bolak balik, 2 bus itu mengantar pekerja pabrik ke rumah sakit, karena jumlah pekerja pabrik yang berjumlah ratusan orang dan semua dengan gejala yang sama. Bahkan bus itu harus Iwabe dan Udin bersihkan karena terkena muntahan dari karyawan pabrik.


Karyawan pabrik tidak semuanya tinggal di mess karena jumlah kamar di mess yang terbatas. Banyak juga warga sekitar pabrik yang bekerja di sana.


Polisi segera datang tepat saat Iwabe kembali dari mengirimkan pegawai pabrik ke rumah sakit hingga ia bisa ditanyai dan pabrik ditutup sementara untuk penyelidikan.


"Ada apa?" tanya Ulfa.


"Pegawai pabrik keracunan," jawab Lia. "Aku saja hampir kena muntahan pegawai pabrik, tadi."


"Astaghfirullah alazim."


"Iya, parah banget ini. Keracunan massal. Pasti gak jauh-jauh, kateringnya masaknya pakai bahan yang sudah kadaluwarsa."

__ADS_1


"Hus, jangan asal bicara kalau tidak ada bukti. Nuduh itu namanya. Sekarang 'kan sedang diselidiki polisi, jadi kita tidak bisa ngomong sembarangan kecuali sudah keluar hasil penyelidikannya." Nasti mengingatkan agar teman-temannya berhati-hati dalam menyebarkan berita.


Lia dan Ulfa akhirnya diam dan hanya bisa menyaksikan polisi yang hilir mudik keluar masuk pabrik.


Karena pegawai pabrik keracunan, pabrik ditutup 3 hari. Untung saja pegawai keracunan dalam level ringan sehingga tidak ada korban yang sampai meninggal dunia, tapi gara-gara kejadian ini, target marketing yang sudah disepakati, akhirnya dibatalkan. Divisi marketing menyambutnya dengan suka cita.


Kasus ini sempat masuk TV dan tanpa sengaja mantan suami Nasti menontonnya. Ia melihat Nasti berada di belakang reporter yang sedang membicarakan keracunan di pabrik itu. Nasti, kau kembali bekerja? Oh, Nasti yang selalu smart(cerdas).


Di netranya tergambar kerinduan yang dalam pada mantan istrinya itu, pribadi yang cerdas dan lembut saat berbicara tidak seperti istrinya yang sekarang ini yang hanya bisa minta ini dan itu tapi tidak pandai menanggapi apapun yang ia sedang bicarakan. Bahkan lebih buruk lagi. Ia seperti membeli kucing dalam karung. Ia merasa telah tertipu.


"Papa ...." Seorang anak laki-laki bule berlari ke arahnya dan ibunya berdiri di depan pintu.


"Sudah pulang, Sayang." Wanita itu tersenyum ke arah pria itu.


Gerald mematikan TV dan segera berdiri. Ia berusaha menghindar dari bocah kecil itu dan mendatangi istrinya. "Miranda, sudah kukatakan berulang kali. Jauhkan anak itu dariku karena aku tidak ingin disentuh olehnya!" Pria itu kini bicara dengan sedikit keras. "Kalau kau ingin tinggal di sini. Ikuti peraturanku, mengerti?!!"


Wanita itu terdiam. Pun saat pria itu meninggalkannya. Hanya setetes air mata saja yang jatuh menandakan ia tak setegar itu.


"Mama ...!" Bocah itu berlari mendekatinya. Wanita itu hanya dapat membungkuk dan memeluk anak satu-satunya itu.


"Ma, kenapa Papa ngak mau peluk Fello, Ma."


"Karena Ferro anak yang baik," ucap wanita itu menahan isak.


_________________________________________


Yuk, kepoin novel temen author yang satu ini yuk!


Young Mommy


Author: Sa Ekha


Ayana murid baru di sekolah Wismagara jatuh cinta pada anak sulung pemilik sekolah. Ayana pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata Gama juga menyimpan rasa yang sama.


Mereka pacaran dan menjadi pasangan ter the best di sekolah mereka. Kisah cinta mereka sangat manis. Tapi cinta mereka menemui kendala ketika Gama sebentar lagi lulus sekolah. Ayana Taku menjalin hubungan jarak jauh dengan Gama, karena pria itu berencana melanjutkan studi di luar negri. Namun Gama selalu meyakinkan Ayana jika ia akan setia kepadanya.


Ayana pun percaya, hingga di hari kelulusan Gama. Pria itu mengajak Ayana makan malam romantis. Tapi keduanya kebablasan hingga melakukan one night stand hingga Ayana hamil.


Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ayana akan mempertahankan janinnya ? Apakah Gama akan bertanggung jawab ?


Yuk saksikan kisah mereka dalam novel yang berjudul "Young Mommy"


__ADS_1


__ADS_2