KEKASIH

KEKASIH
Maafkan Saya Mas.


__ADS_3

"Apa yang ingin kau jelaskan sekarang padaku?!" sentak Vano masih dengan wajah menyeramkanya.


"Ataukah kau berharap aku bertanya terlebih dahulu padamu,? sekarang kau pilih kau menjelaskannya sekarang juga, atau kau memilih untuk menjawab setiap pertanyaan dariku?" Ujarnya kembali karena Yumna masih saja diam tak menggubris ucapannya.


"Maafkan saya sebelumnya Mas...jika pertanyaan Mas sama, dengan jawaban apa yang akan saya jelaskan ini maka saya memilih untuk menjelaskannya saja Mas...tapi jika Mas juga ingin bertanya tidak apa-apa, Saya juga tidak keberatan karena jika Mas bertanya maka itu tandanya Mas masih peduli pada saya, dan juga itu akan mengurangi rasa bertanya-tanya Mas, yang tentu saja mungkin membuat Mas penasaran di dalam diri.


Dan jika saya menjawab pertanyaan Mas, maka itu juga akan mengobati rasa penasaran Mas yang terpendam selama ini. Tapi jika saya menjelaskannya terlebih dahulu tanpa pertanyaan dari Mas, kesannya saya itu menceritakan apa yang ingin saya lakukan dan apa yang telah saya lakukan, dan itu bisa saja mempersingkat waktu kita di dalam berbicara, sedangkan Mas, sendiri bisa menyimak apa yang akan saya jelaskan dengan seksama, dan cermat karena mungkin dalam penyampaian dan penjelasan saya akan ada sebuah kesalahan dan Mas boleh mengoreksinya setelah saya selesai memberikan penjelasan kepada Mas," Ucap Yumna panjang kali lebar membuat Vano mengerutkan alis sambil mendengus kesal karena ternyata Yumna bukan saja membuatnya merasa malu di depan teman-teman nya, tapi juga membuat darah tinnginya naik.


"Baiklah,, Jelaskan apa yang ingin kau jelaskan padaku sekarang!" Perintahnya dengan nada yang datar.


"Sebelumnya saya minta maaf pada Mas, mungkin Mas tidak merasa dihargai dan dihormati, karena sebagai istri saya tidak meminta izin terlebih dahulu kepada Mas, karena saya sudah mengundang anak-anak Panti di pesta ulang tahun Mas kali ini.


"Baguslah,, kalau kau segera mengerti titik kesalahanmu itu di mana, dan kau berani-beraninya mengundang mereka, bahkan masuk di rumahku ini tanpa izinku,! Apa kau kira rumahku ini tempat penampungan Anak-Anak seperti mereka?"


"Astagfirullahaladzim Mas... kenapa Mas sampai berkata dan berpikiran seperti itu,? kita semua itu sama di hadapan Allah Mas, yang membedakan hanyalah status sosial kita saja, jika mereka juga bisa memilih terlahir di antara orang-orang kaya, maka anak-anak itu akan lebih baik memilih menjadi anak orang kaya sepertimu Mas, tapi hanya Allah yang tahu takdir dari setiap hambanya seperti apa, kita hanya menjalani apa yang telah Allah gariskan, tentu dengan memahami apa yang tersurat dan apa yang tersirat, agar kita selalu berjalan di jalan kebenarannya."


"Apa kau ingin mencoba ceramah dan berpidato di hadapanku sekarang,? kau sudah berani melanggar poin nomor 2 di dalam surat perjanjian kita, dan harus kau ingat kau pun tidak berpendidikan tinggi jadi jangan sok, pintar kamu untuk mengajari ku." Ketus Vano dengan bangga, yang nampak tak suka dengan ucapan Yumna.


Yumna menatap suaminya dengan tetap menyunggingkan senyum di wajah cantiknya meski tanpa polesan make up itu.


"Maafkan saya Mas...saya tidak bermaksud untuk mengajari Mas...atau berceramah, karena saya bukanlah seorang ustadzah.


Dan berbicara tentang kebenaran dan kebesaran Tuhan itu ada hak setiap individu, jika ia sudah faham dengan ilmu Agama yang luas, tidak perlu dengan bersekolah yang tinggi, jika ia hanya ingin memperbaiki dirinya di hadapan Allah.


Kita hanya perlu mempelajari ilmu Agama bukan dengan menjauh dari Agama." Yumna menatap lekat wajah sang suami lalu berjongkok di hadapannya.


"Sepertinya Anda juga sudah melanggar Pak Bos, bukankah tadi saya mengatakan kalau Anda boleh bertanya dan memberi komentar setelah saya menyelesaikan penjelasan saya, dan di dalam poin yang kedua itu kan tertulis jika salah satu diantara kita ikut campur maka itu di anggap seri."

__ADS_1


"Kau_"


"Mas,, Papa dan Mama yang menyuruh Yumna untuk mengajak anak panti kemari dan dananya Papa yang ngasih." Ujar Yumna.


"Ya,, sudah, Yumna minta bantuan suster Dini, dan bantuan Daeng Jarre', Petugas keamanan yang di depan untuk mengurus semunya." Ucapnya menjelaskan apa yang sebenarnya yang terjadi.


"Jadi kau mencoba untuk merampok orang tuaku juga dengan membawa nama anak panti, itu," geramnya lagi.


"Kalau Kau berani melakukan itu maka akan aku pasti kan kau tidak akan pulang untuk selamanya!" tekanny dengan penuh nada ancaman.


"Mas..."


"Cukup...!" Vano mengangkat satu tangannya ke atas sebagai tanda agar yumna segera diam dan berhenti berbicara, membuat Yumna menggantung kalimatnya.


"Sekarang kau boleh keluar,! dan sekali lagi aku ingatkan tentang posisimu di rumah ini, jadi kau jangan merasa besar kepala seenaknya saja bertindak dengan sesuka hati, karena kau di mata ku bukan siapa-siapa, apa kau mengerti!"


Bruuug.


Yumna tak melanjutkan kata-katanya karena tubuhnya kini ambruk lunglai menubruk lantai yang dingin.


Vano begitu terkejut dan segera mendekati tubuh Yumna yang tergeletak di lantai yang dingin itu. dan la pun segera menelpon seseorang.


Tok..tok..tok..


"Masuk...!" teriak nya pada seseorang yang mengetuk pintu.


"Maaf,, Pak Bos ada apa ya?" tanya suster Dini begitu tiba.

__ADS_1


"Yumna..? Yumna kenapa Pak Bos,? kenapa dia bisa berbaring di lantai,?" tanya Dini yang terlihat ikut. panik.


"Bantu aku untuk mengangkat dan membaring kan tubuhnya di atas tempat tidurku!" perintah Vano tanpa ingin menjawab pertanyaan Suster Andini.


Setelah bersusah payah akhir nya tubuh Yumna pun mendarat di atas tempat tidur.


"Sekarang kau boleh pergi dan panggil kan dokter keluarga,!" perintahnya lagi.


"Baiklah Pak Bos, kalau begitu saya permisi dulu."


Selang beberapa menit seorang dokter pun masuk menemui Vano.


"Ada apa? malam-malam begini kau menyuruh sustermu menghubungi ku,? apa kau sakit,?" Tanya sang dokter begitu masuk dengan menatap penasaran.


"Bukan aku tapi dia,!" tunjuk nya keatas tempat tidur.


"Wanita,? sejak kapan kau membawa wanita lain di kamarmu ini,? apa kau melakunya dan bisa melakukannya dalam ke adaan seperti ini,?" Kekeh dokter Julia Dokter Julia adalah dokter keluarga sekaligus teman paling dekat dengan Vano.


"Tutup mulutmu, segera periksa dia,!" kesalnya karena merasa jengah dengan perkataan sahabatnya itu.


Dokter Julia pun melangkah mendekat lalu memeriksa keadaan Yumna.


"Sepertinya kau harus segera membawanya kerumah sakit untuk segera di lakukan tindakan, karena kondisi tubuhnya sekarang benar-benar lemah." Terang Dokter Julia begitu selesai memeriksa Yumna.


"Apa,, rumah sakit? apa separah itu, hingga ia harus masuk kerumah saki?" ujarnya menatap dokter Julia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2