KEKASIH

KEKASIH
Kembali Rujuk.


__ADS_3

"Bagaimana para saksi saaah…?"


"Saaaah....!" teriak semua para saksi dan tamu yang hadir acara spesial Kayla, yaitu di hari dia resmi menjadi istri seorang Dion, kisah mereka pun unik bagaimana tidak unik jika Dion melamar Kayla gadis itu tengah di lamar seseorang, ia membawa Kayla bersembunyi di saat-saat rombongan lelaki sudah tiba di rumah Kayla, lbunya yang kecewa karena Kayla kabur mengutuknya menjadi batu, dan disaat itulah Dion datang tanpa rasa bersalah sedikit pun, dan berkata.


"Tante dari pada tante mengutuknya menjadi batu kan kasian sekali dia itu masih cantik,bagaimana kalau tante menyumpahinya saja agar dia menjadi lstriku,"


"Baiklah Aku akan menyumpahinya untuk menjadi istrimu seumur hidup. Hua hua hua tangis Bi Nurul pun pecah.


Sedangkan Kayla benar-benar merasa binggung, kenapa lbu nya menyumpahinya, karena ia hanya di ajak berkeliling sawah saja oleh Dion karena menurut Dion dia akan membeli sawah dan akan menjadi petani di kampung itu, untuk itulah ia mengajak Kayla untuk melihat sawah mana yang bagus padahal lbu nya sudah berpesan Kayla harus berdandan yang rapi.


Kayla memang tidak di beritahu oleh orang tuanya kalau dia akan di lamar, sedangkan Dion mendengar kalau Kayla akan di lamar oleh seorang pemuda, dia kebetulan mendengar percakapan lbu Rany dan Pak Ahmad saudara tante Nurul dan tentu ke dua orang tua yumna.


Semua orang bersorak sorai di saat kedua mempelai saling bertukar cincin dan Dion yang begitu posesif terus saja merangkul istri nya. Berbeda dengan Kayla yang nampak tidak senang di hari bahagianya itu.


Terlihat Yumna yang begitu anggun bahkan ia duduk bersama para tamu undangan lainnya, dari tadi matanya terus saja mencari keberadaan kedua orang tuanya, namun sesaat matanya bersitatap dengan orang yang begitu menyakitinya bahkan kepergiannya pun tak di cari.


Dan dia adalah Vano, Vano menatap nya dengan tatapan kebencian meski di dalam hati laki-laki itu sebenarnya sangat ingin memeluk wanitanya itu, apalagi ia berusaha mencari keberadaan Yumna selama ini, dia pun bahkan langsung datang kerumah Yumna di Mamuju bahkan kedua orang tuanya mengatakan kalau Yumna tidak pulang, begitu pun Kayla dan Dion tidak tahu menahu tentang keberadaan Yumna.


Bahkan hal ini membuat hubungan Dion dan Vano merenggang, karena Dion marah dan kecewa atas sikap Vano yang seenaknya saja memperlakukan Yumna.


"lkutlah dengan ku!"


"Tidak! aku ingin lagi ikut denganmu apapun alasannya karena kau bukan suamiku lagi," ucap Yumna berusaha ketus agar Vano tidak lagi mengganggunya.


"Aku ingin bicara denganmu secara baik-baik Yumna, karena ini sangat penting,! ini demi kedua orang tuamu. Apa kau lihat kalau orang tuamu tidak hadir di sini itu karena Bapak masuk rumah sakit," Ucap Vano dengan penuh penekanan.


Dan ucapan Vano yang terakhir tadi mampu membuat Yumna spontan bangkit dari duduknya, Yumna sejenak melirik ke arah Kayla, Kayla nampak mengangguk sedih.


"Pergilah Nak" ucap Bi Nurul yang ntah dari mana tiba-tiba beradab di sampingnya.


"Bibi…" lirih Yumna.


"Sebaiknya kau ikut dengan Nak Vano Nak… bibi nanti akan menyusulmu, mertuamu juga ada di rumah sakit," Ucap Bi Nurul menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah Bi Yumna akan pergi sekarang juga" ucap Yumna lalu berbalik.


"Naiklah dimobil aku akan mengantarmu!" ucap Vano. Membuat Yumna sejenak terdiam dan menghentikan langkah nya.


Yumna pun menarik nafas panjang karena jujur ia merasa sesak mendengar penawaran Vano.


"Kak Abi apa kau bisa mengantrku kerumah sakit?" tanya Yumna, saat melihat Abizar juga sedang memperhatikan nya.


Abizar tidak menjawab dia memilih menatap Vano lalu setelah itu memberikan anggukan tanda setuju.


Yumna pun tersenyum lalu segera berlalu meninggalkan Vano yang masih berdiri mematung, melihat kepergianya dengan kedua tangan yang mengepal.


"Kakak kenapa kakak masih disini? ayo kita susul mereka," ajak Alyssa menarik tangan kakaknya itu.


"Untuk para tamu undangan, Maafkan kami berhubung Besan kami sedang masuk rumah sakit, kami tidak mengadakan pesta penikan yang terlalu ramai karena ini permintaan putra dan Putri menantu kami, kami harap kalian semua bisa menikmati pesta ini ya…" ucap kedua orang tua Dion.


"Sementara itu Yumna yang begitu gelisah sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu kedua orang tua nya. Begitu mobil yang di bawa oleh Abizar berhenti di loby rumah sakit ia pun segera membuka pintu mobil lalu segera turun dengan cepat, dan bersamaan dengan mobil Vano yang juga baru tiba.


"Yumna Hati-hati…! kau jangan melangkah terlalu cepat nanti kau jatut!" cicit abizar saat melihat yumna melangkah begitu cepat. namun yumna tidak memperdulikan perkataan Abizar hingga.


"Aaaah…!" Yumna menyentuh perutnya yang terasa nyeri


"Kakak…!" cicit Alyssa dari belakang. beruntung dengan sigap Vano menahan tubuh Yumna sebelum Abizar berhasil menyentuh nya.


"Aaaaah… turunkan aku…!" pekik Yumna terkejut saat tiba-tiba ia merasakan tubuhnya melayang di udara. Sedangkan Abizar yang berusaha untuk mencegatnya tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya dengan cepat hingga membuat tubuhnya limbung dan.


Bugh.


Tubuhnya pun terjatuh ke lantai dan menimpa tubuh seseorang bahkan bibir mereka saling menyentuh.


"Kak Abi sakit…"


"Apa-apa an kalian disini? apa yang kau lakukan pada putri ku!?" teriak Pak Adhyaksa terkejut saat melihat Putri terbaring di lantai dan di atas tubuhnya ada seorang laki-laki.

__ADS_1


"Papa…!" kejut Alyssa mendorong dengan kencang tubuh Abizar hingga membuatnya jatuh ke lantai.


"Kalian harus menikah hari ini juga."


"Apa…!" keduanya terkejut.


"Kenapa kalian terkejut? lihatlah di sekeliling kalian Orang-orang sudah melihat apa yang kalian lakukan,"


"Iya! Abi, kalian harus menikah hari ini juga,"


"Ummi, Abah kenapa kalian juga ada di sini?" Ucap Abizar tak kalah terkejut nya.


"Biarkan nanti Abah jelaskan sekarang kalian bangun dan ikut kami apa kalian tidak malu menjadi sebuah tontonan?" Baik Abizar dan Alyssa melihat sekeliling dan benar saja ada banyak orang yang tengah menyaksikan mereka.


Sementara itu Yumna masih saja menutup mata dan menymbunyikan wajah nya karena dia tidak ingin bersitatap dengan Vano.


"Apa kau jijik pada ku?"


"Turun kan Aku atau kalau tidak aku akan berteriak kau akan melecehkan ku!" ancam Yumna tidak ingin menjawab pertanyaan Vano.


"Kau itu istriku bagaimana caranya kau akan menganggap seorang suami akan melecehkanmu?"


"Tapi kita sudah_"


"Aku sudah memintamu kembali dengan baik-baik pada Bapak, dan sekarang tergantung padamu setidaknya lakukan ini demi Bapak." Ucap Vano membuat Yumna terdiam.


"Assalamu'alaikum bapak… Ibu…" ucap yumna begitu tiba di ruangan di mana tempat pak Ahmad dirawat.


"Wa'alaikumsalam…" jawab uluk salam lbu dan lbu mertuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_1


__ADS_2