KEKASIH

KEKASIH
Pulang


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu kini kesehatan Pak Ahmad kembali membaik saat kolepsnya beberapa waktu yang lalu dia harus di bawa kerumah sakit di mamuju kota untuk melakukan pemeriksaan. Dan ternyata ada pembengkakan di lambungnya membuatnya harus segera di operasi, beruntung operasi nya sukses dan lancar.


"Lain kali kalau sakit jangan didiamkan lagi Pak...!" ujar sang istri Rany.


Bagaimana tidak waktu di makassar Pak Ahmad menyembunyikan pakta sakitnya dari semua orang karena ia merasa tidak enak pada besannya itu.


"Kasihan Yumna Pak...jika harus bolak-balik Mamuju, Makassar. Apa lagi bulan madu mereka harus tertunda beberapa waktu."


"Sudahlah Bu, ibu jangan menyalahkan Bapak lagi kasihan kan Bapak baru sembuh dari sakitnya," Sela Yumna yang mengepak baju mendengar lbunya pagi-pagi sudah mengomel saja.


"Habis Bapakmu katanya malu tapi ujung-ujungnya membahayakan diri dan membuat orang lain kelimpungan," timpal Rany lagi.


"lya Bu... Bapak tahu Bapak salah Bapak sudah minta maaf sama Ibu tapi kenapa Ibu masih saja mengomel Bu ?"


"Ibu tidak mengomel Pak hanya saja lbu kasihan sama Yumna dan juga Vano kini yang harus berjauhan dengan suaminya."


"Bu.. sud__"


"Yumna maafkan Bapak ya Nak," Ucap Pak Ahmad menjeda kalimat Yumna.


"Dan bilang pada suamimu yang super baik itu, sampaikan padanya salam Terima kasih Bapak padanya, dan juga mertuamu yang sudah baik mengizinkan mu tinggal merawat bapak." Lanjutnya lagi, Sedang Yumna hanya bisa tersenyum sambil menggenggam kedua tangan Pak Ahmad.


"Bapak juga mau meminta maaf padamu, Nak karena sudah membuatmu jauh dari suamimu."


"Sudahlah Pak, Bapak jangan berkata seperti itu, Yumna Tidak apa-apa kok pak, lagi pula itu sudah menjadi kewajiban Yumna untuk merawat bapak, kalau bukan Yumna lalu siapa yang akan merawat Bapak," timpal Yumna dengan wajahnya yang sudah berkaca-kaca."


Pak Ahmad mencium pucuk kepala sangat putri, lalu mengusap lembut wajahnya.


"Apa barang-barangmu sudah tidak ada yang tertinggal sayang?" Tanya Rany sang mama mengalihkan pertanyaan karena dia pun hampir menangis, bukan hampir sih tapi sedang.

__ADS_1


"Tidak Bu, Yumna sudah bereskan semuanya," "Baiklah sayang pesan Ibu, Jadilah istri yang baik untuk suamimu, patuhi segala perintahnya selama itu baik, dan berbaktilah kepadanya juga pada mertuamu, berbuat baiklah padanya jaga nama baik dan kehormatan suamimu, dan jangan pernah membuat buruk nama suamimu dan keluarga besarnya," Nasehat Rany.


"lya Bu insya Allah Yumna akan berusaha semampu Yumna," ujarnya.


"Bu, sepertinya jemputan Yumna sudah tiba, Yumna pamit dulu ya Ibu, dan Bapak jaga kesehatan baik-baik segera kabari Yumna jika ada sesuatu..!" ucapnya kembali.


"Baiklah sayang sekali lagi Bapak dan Ibu berterima kasih padamu dan juga keluarga dan suamimu karena telah banyak membantu bapakmu, berhati-hatilah di jalan ya nak, maafkan Ibu dan Bapak tidak bisa mengantarmu,"


"Sudah tidak apa-apa Bu Yumna pamit dulu, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam" jawab salam uluk dari kedua orang tuanya, setelah bersalaman dan berpelukan juga berpamitan.


Yumna pun segera melangkahkan kakinya keluar, kini saatnya ia kembali lagi ke kota Makassar. Setelah 1 minggu yang lalu Vano lebih dulu kembali karena Ada banyak hal yang harus segera ia selesaikan, dan setelah menempuh perjalanan selama 4 jam melalui udara dan darat, la pun sampai di rumah suaminya dengan selamat.


Dan ia pun tiba di rumah tempt pukul 10.00 malam.


"Waalaikumsalam, eh…Yumna, baru Ki datang kah?" tanya Daeng Jarre dengan logat Makassarnya.


"Iye Daeng terlambat Kak tadi, karena ada sedikit kendala di perjalanan," sahut Yumna juga ikut memakai logat Makassar.


"Oh iye masuk **** di dalam karena ada ji itu suster Andini di dalam, Kalau Pak Bos belum pi pulang." Terang Daeng Jarre.


"Baiklah Daeng Jarre permisi kak dulu, terima kasih diii." Yumna pun segera memasuki halaman rumah yang begitu luas itu sementara barang-barangnya dibawakan oleh Daeng Jarre dari belakang.


"Assalamualaikum Andini Kamu belum tidur," tanyanya pada Andini yang belum Waalaikumsalam, eh...Yumna kamu baru datang ya? iya Din aku baru tiba tadi di jalan macet belum lagi pesawatnya dilay." Tutur Yumna pada Andini yang sudah di anggap sahabatnya itu.


"Duh Yumna tau nggak sih kalau aku tuh kangen banget sama kamu, mana Pak Bos seminggu ini marah-marah terus sama aku,"


"Marah kenapa?" tanyanya dengan kening yang berketut.

__ADS_1


"Entahlah aku juga tidak tahu, intinya dia gak mau aku merawatnya, sepertinya hari aku mau juga maubpulang kampung juga."


"Lho kok bisa dadakan begini bagaimana denga Mas Vano? maksudku dengan Pak Bos? siapa yang akan menjaganya?"


"Kan ada kamu Yum,"


"Iya kalau dia mau dijaga sama aku nggak apa-apa sih, Tapi kalau tidak."


"Please deh Yum, Mamaku sedang sakit keras jadi aku tuh harus pulang secepatnya, aku juga sudah pesan tiket pesawat Malam ini aku akan segera pulang ke Palu." Terang Andini.


Padahal Yumna hanya merasa merasa kesepian jika Andini harus pulang, tapi dia juga tidak boleh egois karena Andini juga sangat di butuh kan oleh orang tuanya, sama seperti dirinya, Selama satu bulan merawat sangat Bapak.


"Ya sudahlah kalau begitu, salam buat keluargamu di rumah dan berhati-hatilah di jalan," ucap Yumna sembari memeluk Andini."Terima kasih, Sekarang kau naik lah kau pasti capek, istirahat sebelum Pak Bos datang dan berteriak memanggilmu," ucap Andini.


"Tapi..Pak Bos tidak tahu kok kalau aku datang hari ini."


"Yang benar,?"


"Iya Aku Tahu, Kau pasti ingin membuat kejutan kan untuk Pak Bos ya?" tebak Andini "Kejutan apa? aku hanya datang karena memang di haruskan untuk datang kan."


"Ya kau benar juga hehehe" Andini pun tertawa renyah.


"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu ya, Dan kau silakan beristirahat."


"Ya-ya, Selamat jalan." Yumna yang merasa benar penat segera menuju ke lantai 2 dan memasuki kamar pribadi suaminya itu, Ia pun segera melangkah masuk ke dalam kamar mandi karena ingin segera membersihkan tubuhnya, setelah selesai Ia pun segera berbaring di atas tempat tidur.


Namun sayang setelah berbaring matanya malah tak bisa terpejam dengan gelisah, la terus membolak-balik badan mencari posisi ternyaman namun tetap saja kantuk itu menghilang begitu saja, dan tepat pukul 01.00 malam dini hari kantuknya pun mulai menyerang, sedangkan saat itu Vano baru saja tiba.


Vano masuk ke dalam kamarnya tanpa menyadari kehadiran Yumna yang sedang tertidur pulas setelah mencuci wajahnya, kaki dan tangan, Ia pun beranjak mendekati tempat tidur walaupun belum menyadari jika Yumna ada di sampingnya karena saking mengantuk dan lelah, Ia pun segera terlelap ke dalam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2