
Dan benar saja begitu Abizar tiba di rumah sakit Ia melihat Vano baru saja keluar dari ruangan VVIP di mana sekarang Yumna dipindahkan dan sedang beristirahat.
"Untuk apa lagi kau kemari?" tanya tanya Vano ketika melihat Abizar berdiri di depan pintu ruangan di mana istrinya di dalam Tengah beristirahat.
"Maaf aku ke sini hanya ingin mengucapkan selamat untuk semuanya selamat karena kau telah menjadi ayah dan selamat karena Yumna telah kembali lagi diantara kita."
"Bukan di antara kita, tapi aku." Ralat Vano cepat. "Apa kau masih belum bisa melupakan istriku? Apa kau akan tega melukai hati Alyssa yang sekarang sudah sah menjadi istrimu?"
"Kau tidak akan bisa menyalahkan perasaanku Vano, Kenapa Aku nelum bisa melupakan istrimu karena cintaku padanya sudah lama berkembang dan tidak mudah untuk dihapuskan, sedangkan Alyssa aku tidak Mencintainya. Apa kau akan memaksa hatiku untuk jatuh cinta padanya? itu sama saja dengan aku menipu diriku sendiri dan juga menipu hati Alyssa.
"Kau tidak perlu khawatir Aku akan mencoba untuk tidak mencintai istrimu lagi."
"Baguslah, kalau begitu Ternyata kau sudah menyadari letak kesalahanmu itu di mana." Ucap Vano kembali denga wajah datar nya itu.
"Baiklah, sampaikan salamku pada Yumna,"
"Tentu saja aku akan menyampaikannya nanti" Timpal Vano, Abizar pun pamit lalu segera melangkah pergi meninggalkan Vano yang masih berdiri menatap kepergiannya itu.
"Assalamualaikum Kak…"
"Waalaikumsalam… Alyssa, kau… Sejak kapan kau ada di sini? tanya Vano yang begitu terkejut dengan kedatangan Alyssa yang tiba-tiba.
"Baru saja sampai kok Kak," bohongnya Padahal dia mendengar semua percakapan antara kakaknya dan suaminya itu.
"Mm… Maafkan Aku jika tadi sempat marah padamu, karena saat itu aku juga sangat panik mendengar tentang kabar Kak Yumna," ucap Alyssa kini tertunduk penuh dengan rasa penyesalannya.
"Kakak juga minta maaf padamu, karena sudah berlaku kasar dan tidak sopan, Kakak sadar apa yang kamu lakukan itu, karena kau sangat menghormati dan mencintai suamimu, dan kakak tidak menyalahkanmu dalam hal ini, mungkin jika Kakak juga berada dalam situasi seperti tadi Yumna pasti juga akan membela kakak." Ujar Vano panjang lebar.
Sambil memeluk sang Adik, Alyssa pun membalas pelukan sang kakak.
__ADS_1
"Sekarang apa boleh Alyssa masuk Kak?" tanya Alyssa.
"Tentu saja boleh. Tapi kau jangan terlalu banyak bicara pada kakakmu karena dia butuh istirahat total dulu."
"Tentu saja kak, aku akan melihat kakak ipar sebentar saja setelah itu aku akan pergi."
"Baiklah masuklah sekarang tunggu apa lagi?" ujar Vano.
"Apa aku juga boleh masuk?" cicit seseorang membuat keduanya menoleh ke arah sumber suara. "Clarissa kau... Bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan keadaanku karena ada suamiku yang selalu setia untuk menjagaku benarkan sayang?" ucap Clarissa menatap kepada Jimmy sang suami, Jimmy pun hanya tersenyum lalu mengangguk sambil menggenggam erat tangan istrinya itu.
"Dan kau Bagaimana dengan lukamu Itu?"
Kau tidak perlu khawatir tentang Lukaku, Aku ini dokter, aku juga laki-laki kuat, bukan laki-laki lemah lagi pula Ini hanya luka kecil kok" timpal Jimmy.
"Baguslah kalau semuanya baik-baik saja, sekarang kalian berdua boleh masuk! biar Aku dan Jimmy menunggu di luar." Ujar Vano hanya mengizinkan Alyssa dan Clarissa yang masuk. Alyssa dan Clarissa pun bergegas masuk.
Sementara itu di sebuah ruangan.
"Bagaimana dokter apa kau akan kesana?" tanya dokter kepala menatap Abizar yang hanya terlihat diam semenjak masuk di ruangan.
"Tentu saja aku akan kesana karena biar bagaimana pun Mamuju adalah kampung halamanku," ucap Dokter Abizar mantap namun tetap dengan wajah datar nya. Yah,, dokter Abizar di tugaskan untuk ke kota Mamuju Sulawesi barat untuk membantu petugas medis di sana, yang saat ini tengah membutuhkan banyak petugas medis, karena semalam kota Mamuju tengah mengalami goncangan gempa dahsyat, banyak korban yang membutuhkan penanganan yang cepat.
"Tepat pukul 01:00 Abizar baru tiba di rumah dan seperti biasa Abizar akan mendapati Alyssa akan tertidur di sofa untuk menunggu kepulangannya.
"Alyssa bangunlah, tidurlah di kamar mu!" ucap Abizar pelan. Namun tidak ada pergerakan sama sekali membuat Abizar mau tidak mau harus mengangkat tubuh istrinya tersebut.
Namun bukannya membawa Alyssa masuk di kamar yang biasa Alyssa tempati tidur selama ini, namun Abizar membawa Alyssa masuk ke dalam kamar tidurnya sendiri, yah Abizar sudah memutuskan untuk memulai hubungannya dari awal dengan Alyssa setelah membaringkan tubuh Alyssa di atas tilam Abizar pun hendak berbalik pergi namun tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh Alyssa.
__ADS_1
"Kau mau ke mana Kak?" ucap Alyssa membuka matanya.
"Kau…" kejut Abizar di saat melihat Alysa tiba-tiba terbangun.
"Kau,, tidurlah aku akan membasuh tubuhku dulu." Ucapnya datar lalu pergi meninggalkan Alyssa begitu saja.
"Boleh aku ikut mandi bersamamu kak?" ucap Alyssa memberanikan diri dengan sedikit beteriak. Mendengar teriakan Alyssa Abizar pun sejenak berhenti tanpa menoleh.
"Kau, Aku Maksudku aku kan baru pulang dari rumah sakit jadi aku tidak sempat membersihkan tubuhku Karena tadi aku terlalu capek dan mengantuk." Ucap Alyssa memberi penjelasan, karena ia memang benar-benar belum membersihkan tubuhnya setelah mengetahui jika suaminya belum pulang dan ia pun memilih untuk menunggu Abizar pulang dan ingin berbicara penting dengannya, namun karena terlalu lama menunggu ia pun ketiduran.
Mendengar itu semua Abizar tidak menjawab apapun, ia memilih untuk melangkah pergi dan segera masuk ke dalam Bhatroom.
Merasa tak mendapatkan jawaban iya atau tidak, Alyssa pun bergegas menyusul suaminya masuk ke dalam Bhatroom. Beruntung di dalam kamar mandi tersebut ada dua tempat mandi yang hanya terhalang oleh Dinding Kaca sebagai pemisah.
"Ya ampun Kenapa aku lupa membawa baju ganti," gumam Alyssa, saat menyadari kalau dia hanya membawa handuk.
"Sebaiknya aku cepat keluar sebelum Kak Abizar keluar dan melihatku polos seperti ini." Gumamnya lagi lalu Meraih handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Ia pun bergegas menuju pintu beranjak keluar tanpa mengetahui kalau Abizar telah keluar terlebih dahulu Namun karena buru-buru kakinya pun terpeleset jatuh hingga menabrak sesuatu.
"Aaawww…!"
Bugh…
"Kenapa tubuhku tidak sakit?" gumamnya terheran.
"Menyingkirlah dari tubuhku!" tegas suara bariton seorang pria di bawahnya.
"Kak Abi kau diamana?" tanyanya binggung, yah begitulah Alyssa ia akan berubah binggung jika ada kejadian yang tiba-tiba menimpanya.
Abizar yang merasa tubuhnya sakit karena tiba-tiba saja ia merasa tertimpa benda berat begitu kesal saat menyadari kalau dirinya ternyata tertimpa tubuh Alyssa.
__ADS_1
"Menyikirlah kau menyakiti ku" ucap Abizar mendorong begitu keras tubuh Alyssa.
"Aaaw…Kak Abi kau menyakiti ku!" pekik Alyssa saat menyadari tubuhnya mendarat sempurna di atas lantai kamar yang dingin tanpa memperdulikan nada protes dari Alyssa Abizar segera bangkit berdiri lalu berjalan menuju lemari pakaiannya.