
"Aku juga mencintaimu!"
Deg.
"Apa? Kau_men-cin-taiku?" Timpal Abizar mengeja ucapannya, karena ia masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dan diucapkan Yumna baru saja.
Abizar yang semula membelakangi Yumna dengan kedua tangan yang tersimpan di saku celana, kini berbalik menatap Yumna, namun dengan cepat Yumna memiringkan tubuh nya agar ia tak bersitatap langsung dengan Abizar.
Abizar yang mengerti pun segera membuang pandangannya ke samping karena Biar bagaimanapun Yumna adalah seorang istri dari seorang laki-laki, jadi tidak sewajarnya dia menatap wajah wanita yang bukan mahramnya.
"Apakah benar apa yang kau katakan padaku Yumna?" Tanya Abizar masih tidak percaya. "Buat apa Yumna berbohong dan itu tidak ada untung nya buatku. Aku mengatakan yang sebenarnya namun Aku sadar diri kita berbeda itu yang membuatku harus menyimpan rasa cintaku dalam diam, tapi itu dulu, sekarang aku mencintai suamiku dan selamanya akan tetap seperti itu."
"Aku mengerti takdir kita memang tak bersama, tapi dengan mengungkapkan segala apa yang aku rasakan padamu selama ini Aku merasa menjadi lebih lega, dan kau tahu sendiri kan kita itu tidak boleh berandai-andai Untuk itulah aku tidak pernah mengatakan Seandainya aku mengungkapkan perasaanku padamu mungkin kita akan berjodoh.,Tidak segampang itu kan jalan yang Allah takdirkan ke kita memang tidak pernah bisa menebaknya," ucap Abizar.
"Aku harap kau bisa bahagia bersamanya," Doa Abizar begitu tulus, karena dengan mendoakan orang yang pernah ada di dalam hati nya membuat nya merasa lega dan juga merasa tidak ada beban yang di rasa dalam hatinya.
"Insya Allah Aamin… Terima kasih banyak atas doanya Kak, semoga Allah mempertemu- kan kakak dengan gadis yang baik dan solehah,"
"Tapi aku kemungkinan akan susah untuk membuka hatiku pada wanita lain, karena aku mencintaimu tidak dalam waktu yang singkat jadi tidak sesingkat itu waktu untuk melupakanmu Meski aku akan terus belajar berusaha mencoba dan terus mencoba, untuk menghapusmu," ucap Abizar.
"Sebaiknya aku pamit dulu tidak baik kau berlama-lama di luar, masuklah! Vano pasti sedang menunggumu, Assalamualaikum." Hening sejenak saat Yumna menatap kepergian Abidzar.
__ADS_1
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." Jawab uluk salam Yumna dengan pelan sebelum melangkah masuk menemui suaminya. Ia pun terlihat menarik nafas dengan lega karena suatu permasalahan yang berada di dalam hatinya sudah terselesaikan, sementara itu Abizar yang melangkah tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Alyssa.
Ia Mencoba menyapa dengan mengucapkan salam dan tersenyum, namun gadis itu membuang muka bahkan menatapnya dengan tatapan tak sukanya, entah apa yang terjadi dan sedang dipikirkan oleh Gadis itu, yang jelasnya Abizar melihat ada perubahan pada sikapnya itu, tidak seperti biasanya.
'Apakah dia mendengar percakapanku tadi dengan Yumna ya?' gumamnya dalam hati.
'Ya Allah jangan sampai dia mendengarnya karena aku tidak mau Sesuatu terjadi pada Yumna, Aku tidak ingin ada yang salah sangka dengan apa yang kami bicarakan tadi' lirihnya berdoa dalam hati tak jauh beda dengan Yumna yang baru saja masuk ke kamarnya untuk menemui Vano tiba-tiba saja Vano memberikannya tatapan tajam membuat Yumna menundukkan kepala.
"Maaf Mas Apakah Mas Butuh sesuatu?" "Keluarlah Aku tidak membutuhkan apapun darimu sebaiknya mulai sekarang kau menjauhlah dariku. Dan mulai sekarang biarkan Alisa mengurusku!" sentak Vano.
"Tapi Mas aku kan istrimu__?"
"Aku tahu Mas, tanpa Mas mengingatkan aku pun aku tahu aku hanyalah istri sementara buatnya Untuk itulah di saat sementara ini biarkan aku menjadi istrimu yang setia,biarkan aku merawatmu sementara, Anggap saja untuk membayar semua apa yang telah Mas berikan selama ini padaku dan juga pada kedua orang tuaku, Apa yang ingin Aku lakukan mungkin tidak sebanding dengan apa yang Mas lakukan, meski tidak seberapa tapi aku berharap Semoga ada manfaatnya untukmu Mas, Maafkan Aku Mas… aku tidak bermaksud untuk menyela atau membantahmu, tapi aku hanya ingin berbakti padamu, suka ataupun tidak suka Aku harap kau mau menerima permintaanku ini, Anggap saja ini permintaan terakhir ku sebelum kita berpisah." Mendengar kalimat Yumna yang begitu panjang lebar, Vano pun hanya tersenyum.
"Tapi Aku tidak yakin kau bisa setia selama bersamaku!"
"Mam-maksudmu Mas…?"
"Kakak dan kakak ipar!" Cicit Alyssa, dengan senyuman di bibirnya.
"Apa sih yang kalian bicarakan Serius amat sih, tanya Alyssa kembali, Namun keduanya tetap diam sedang Vano merasa kesal dengan kedatangan Alyssa yang tiba-tiba saja muncul di antara mereka.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu masuk tidak mengetuk pintu ataupun memberi salam!" serah Vano.
"Maaf aku sedikit lupa," ucapnya salah tingkah.
"Dan untuk apa kau kemari? keluarlah! Aku hanya ingin berbicara empat mata dengan istriku," usir nya.
"lya, iya Baiklah aku keluar dasar." gerutu Alyssa, lalu pergi meninggalkan kakaknya.
"Mas aku__"
"Sudahlah Aku tidak ingin berdebat lagi denganmu, bukankah sejak awal kita menikah hanya karena perjodohan dari kedua orang tua kita? untuk itu jangan terlalu kau pikirkan,!
sebaiknya kau Ikuti apa yang aku katakan tadi, sekarang kau keluarlah, dan persiapkan dirimu besok, karena kita akan datang ke pestanya Dion.
"Tapi Mas, boleh tidak untuk saat ini, Mas mengatakan kalau aku adalah istrimu di depan Dion Mas, setelah itu apapun keputusanmu aku akan mengikutinya, tapi sampai perpisahan kita, Aku hanya ingin melayanimu sebagaimana istri yang semestinya melayani suaminya dengan baik,"
Vano nampak terdiam menimbang dan memikirkan apa yang dikatakan Yumna padanya.
"Baiklah Aku akan mencoba berdamai denganmu, setidaknya jika kita berpisah nanti aku bukanlah orang yang kau cap sebagai suami terkejam dan buruk dalam hidupmu."
"Sekali lagi aku minta maaf padamu Mas, karena aku terlalu banyak permintaan, kau sudah terlalu baik padaku dan juga pada kedua orang tuaku, Aku tidak bisa membalasnya, jadi biarkan Allah yang akan membalas semuanya semoga kelak Mas dipertemukan dengan cinta sejati Mas yang akan mendampingi Mas seumur hidup."
__ADS_1