
Mendengar kata-kata Vano yang ingin sholat,Yumna pun mengucapkan rasa syukurnya di dalam hati.
'Alhamdulillah ya Allah, tetaplah buat suami hamba jadi seperti ini, menjadi orang yang kembali mengingatmu,' lirihnya namun tetap dalam hati.
"Ayo cepat…! Kenapa kamu masih bengong,?" "I-iya Mas…" Jawab Yumna gugup begitu tersadar dari lamunannya. Yumna pun dengan telaten mendampingi suaminya untuk berwudhu dan dengan telaten pula Yumna memasangkan peci di atas kepala milik Vano dan juga menggelarkan sajadah di depannya. Vano pun memulai langkah awal salatnya dengan begitu khusyuk, setelah mengucap salam Vano pun menatap kembali ke arah Yumna.
"Bagaimana keadaanmu hari ini apa kau baik-baik saja,? dan kenapa kau tak kembali berbaring.?"
"Aku tidak suka terlalu banyak berbaring, karena itu akan membuatku semakin merasa sakit, dan malas,"
"Sebaiknya untuk sementara ini kita akan membatalkan surat perjanjian itu," Ucap Vano datar.
"Mam-maksud Mas?"
"Apa perlu kau selalu bertanya di saat aku mengatakan sesuatu,? dan aku akan mengulangi lagi perkataan yang sama yang aku katakan padamu tadi,? lain kali kau pasang pendengaranmu dengan baik, dan benar, karena Aku tidak ingin kau sampai bertanya-tanya kembali…!?"
"Ti-dak aku hanya… aku hanya… senang mendengarnya," Timpal Yumna.
"Dan aku yang tidak senang," Jawab Vano.
"Jika kau tidak senang lalu untuk apa kau membatalkannya,? jika itu akan membuatmu merasa tidak rela dan tidak ikhlas?"
"lni semua aku lakukan karena janjiku pada Mama dan Papa, tapi seperti yang pernah aku katakan padamu, aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu, entah sekarang ataupun selamanya, karena cintaku hanya untuk dia seorang saja. Dan Selamanya tertanam di dalam sini." Ucapnya sambil menunjuk dada sebelah kiri tepat ke arah jantungnya.
Deg.
Mendengar perkataan Vano Entah kenapa hati Yumna kembali terasa teriris, la seperti susah untuk bernafas, Namun ia sadar siapalah dirinya dibandingkan Vano, Vano yang tergolong anak orang yang berada, sedangkan ia hanyalah datang dari kampung, bahkan soal pendidikan pun Vano jauh di atasnya, karena Yumna hanya mengecap pendidikan dasar saja.
Meski begitu Yumna adalah orang yang selalu ingin banyak tahu, apalagi zaman sekarang media sosial gampang diakses di mana-mana, Yumna pun menggunakan kesempatan itu untuk belajar dan mencari tahu apa-apa yang tidak ia ketahui, dari situlah dia banyak mengerti Bagaimana kehidupan di kota dan kehidupan orang-orangnya yang seperti apa, Tapi Yumna tetaplah Yumna yang sederhana tak terpancing dengan glamor kehidupan di kota besar.
__ADS_1
"Sebaiknya kita pergi berbulan madu," Ucap Vano dan itu mampu membuat Yumna terkejut dan membelalakan matanya.
"Ber-bub bulan madu,? Mam-ma maksud Mas?" tanya Yumna terbata kembali karena suaminya itu menurutnya selalu membuatnya terkejut, untung saja ia tidak punya riwayat sakit jantung.
"Dengarkan Aku, kau jangan begitu senang dulu, ini adalah alasannya kita pergi bulan madu agar kedua orang tua kita tidak curiga, Bukankah akan lebih baik jika kita membuat alasan untuk berbulan madu di luar, dan itu akan membuat kita bisa terbebas sementara dari rasa pernikahan yang menjerat ini," ucap Vano kembali.
"Baiklah, Mas… aku akan ikut apa yang ingin Mas kehendaki," Baguslah jika sekarang kau mengerti dengan Apa maksud dan tujuanku yang sebenarnya," Ucap Vano dengan wajah datar.
"Mas… apa boleh aku minta sesuatu padamu?"
"Apa yang akan kau minta dariku? pasti kau akan meminta uang kan? kau tenang saja, aku akan selalu memberikan uang jajan setiap bulan untukmu, Apakah 50 juta sudah cukup untukmu?" tanya Vano dengan tersenyum sinis.
"Apa uang jajan? 1 bulan 50 juta" Kejut Yumna kembali saat membayangkan jumlah uang yang sangat pantastis untuk diri nya itu.
"Iya,, Kau benar sekali aku akan memberikan uang jajan 50 juta setiap bulan atau kau masih merasa kurang,?"
"Tit-tidak Mas, aku tidak akan pernah merasa kekurangan Insya Allah aku akan selalu merasa cukup bagaimanapun keadaanku Aku hanya ingin meminta sesuatu darimu tolong dikabulkan ya," pintanya lagi.
"Aku hanya ingin melayanimu dengan baik Mas, Seperti para istri pada umumnya, aku akan menerima apapun konsekuensinya nanti walaupun Mas, tidak akan pernah mencintaiku tapi setidaknya Izinkan aku mengabdi padamu karena aku ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang bisa melayani suaminya dengan tulus dan sepenuh hati." Terang Yumna memberi penjelasan.
"Apa kau tidak keberatan dengan melakukan semua itu padaku?"
"Tentu saja tidak, kalau aku keberatan untuk apa aku ingin melakukannya dan meminta izinmu,"
"Baiklah kalau begitu, terserah kau saja, Tapi ingat jangan jatuh cinta dan jangan pernah mengharapkan cinta, karena aku tidak akan Sudi menerimanya dan tidak akan Sudi untuk memberinya,"
"Baiklah Mas, aku mengerti. Mas tidak perlu khawatir tentang hal itu.
"Dan Ingat jangan mencampuri urusan pribadi masing-masing."
__ADS_1
"Baiklah Mas, kalau begitu mulai hari aku akan mulai melayanimu dan semoga kau merasa nyaman atas pelayananku untukmu, Jika ada yang tidak kau suka, Maka Katakan Saja agar aku bisa memperbaikinya dengan benar."
"Baiklah,, sekarang kau bantu aku, Aku ingin masuk ke dalam Bhatroom. Aku ingin segera menyegarkan tubuhku," perintah Vano, Yumna pun segera mendorong masuk kursi roda milik suaminya, Ia segera menyiapkan segala peralatan mandi dan juga mengisi air panas serta menuangkan cairan antiseptik ke dalam Bhathub.
"Sebaiknya sekarang kau keluar karena aku bisa melakukannya sendiri,"
"Tapi Mas Aku__"
"Apa kau sengaja ingin melihat tubuhku yang sedang terbuka?" Tentu saja tidak Mas jawab Yumna segera dengan perasaan malu.
"Baiklah Mas kalau begitu aku permisi,"
Pamitnya.
"Apa tidak sebaiknya kau juga segera mandi karena kita akan sama-sama turun ke bawah!" "lya,, Mas aku akan menunggu jika Mas sudah selesai baru aku akan mandi," Yumna pun segera menyiapkan pakaian yang ada di lemari untuk suaminya.
"Aku sudah selesai, kau mandilah," ucap Vano begitu keluar dari dalam Bhatroom.
"Mas, kenapa kamu tak memanggilku?" Tanyanya dengan dengan membelakangi Vano.
"Sudah tidak apa-apa lagi pula aku masih bisa kok." Timpalnya.
"Sekarang kau masuk lah untuk mandi, jangan sampai Mama dan Papa selama menunggu lama di bawah,"
"Tapi aku tidak bawa baju ganti Mas…"
"Bukalah lemari yang ada di sana," tunjuk nya pada sebuah lemari besar di ruangan itu.
Yumna pun berjalan mendekat lemari yang di tunjuk oleh Vano tadi, dan perlahan Yumna membuka lemari tersebut.
__ADS_1
"Masss…ini?"