KEKASIH

KEKASIH
Sandiwara.


__ADS_3

"Katakan padaku Vano siapa wanita ini? kenapa kau dan dia berpelukan begitu mesra apa ini yang kau lakukan selama ini di belakang ku? bukan kah kau sendiri yang mengatakan bahwa kau tidak akan menyentuh tangan wanita yang belum halal untuk kau sentuh, lalu apa ini?"


Clarissa tiba-tiba saja muncul dengan berbagai pertanyaan yang di lemparkan ke Vano dan tentu saja membuat keduanya sontak terkejut. Vano hanya bisa diam tanpa bisa menjelaskannya pada Clarissa, karena situasinya sangatlah tiba-tiba.


"Maafkan kelancangan saya Pak Bos, karena saya sudah lancang memeluk Anda, hanya karena saya takut kecoa" Ucap Yumna memberikan penjelasannya, karena dia tidak ingin suaminya mendapatkan masalah.


"Ohw…jadi kau yang kegatelan yang memeluk calon suamiku, berani-beraninya kau menyentuhnya" Clarissa yang geram mendekati Yumna dan ingin melayang kan sebuah tamparan di wajah Yumna namun beruntung Vano dengan cepat menahannya.


"Hentikan Clarissa…! apa yang akan kau lakukan padanya? dia bisa menuntutmu karena aku merekrutnya di sebuah agen ternama, jika kau di tuntut maka aku tidak akan bertanggung jawab!" ancam Vano merasa geram saat tangan Clarissa ingin menampar wajah istrinya itu.


"Apa kau sekarang berani membentak ku hanya gara-gara wanita ini? kau ahk…" Clarissa tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba saja dia terkulai beruntung dengan sigap Dokter Jimmy menahan tubuhnya hingga ia tidak jatuh membentur lantai yang dingin.


"Cepat bawa dia masuk ke kamarnya…!" perintah Vano.


"Bagaimana dengan keadaannya?" tanya Vano pada dokter Jimmy yang tengah memeriksa kesehatan Clarissa.


"Haaah…" Jimmy nampak menarik nafas panjang sebelum menjelaskan semuanya.


"Dengar kan Aku, kau tahu sendirikan kalau dia itu punya penyakit jantung dan juga sesak nafas, untuk itu aku mintak kerjasamanya aku minta, jangan pernah memberi sedikit pun kesakitan baik fisik maupun mental kepadanya. Karena jika tidak itu akan berakibat fatal, apa kau faham dengan apa yang aku maksudkan ini?"


"Baiklah Aku mintak maaf padamu, tapi aku mohon bukalah matamu dan jangan lakukan ini padaku, Aku mohon" ucap Vano. Dan bener saja terlihat Clarissa yang nampak berusaha mengerjapkan matanya.


"Clarissa syukur lah kamu sudah sadar" bukan Vano yang berkata tapi Jimmy.

__ADS_1


"Clarissa aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk membentakmu." Bukannya menjawab Clarissa hanyadiam dan memalingkan wajahnya.


"Jim...temani aku malam ini, aku tidak ingin orang lain selain kamu Jim…" ujar Clarissa membuat Vano mengepalkan tangannya.


"Sekarang apa kah dia itu lebih penting daripada aku Clarissa? apa kau sengaja melakukannya agar aku merasa cemburu? aku sudah meminta maaf padamu tapi kenapa kau melakukan semua ini padaku?"


"Sebaiknya kau pergi dari sini dan bawa pelayanmu itu, aku tidak ingin melihatmu untuk saat ini, nanti jika hatiku sudah membaik aku akan menghubungimu, tapi tidak untuk saat ini untuk itu pulanglah…" usir Clarissa lagi.


"Baiklah untuk hari aku mendengarkanmu tapi tidak dengan besok kau harus tinggal bersamaku, kalau kau mau besok kita akan menikah," ucap Vano begitu serius. Baik Jimmy dan juga Yumna begitu terkejut dengan keseriusan Vano, namun lain halnya dengan Clarissa ia nampak biasa saja, namun di dalam hatinya ia bersorak gembira, bagaimana tidak dengan segala kelicikannya ia kembali memperdayai Vano.


"Dasar Laki-laki bodoh! jika bukan karena hartamu, dan dendamku pada orang tuamu aku tidak akan pernah mau menikah denganmu, tapi kita lihat saja sampai dimana perjuangan cintamu untukku."


Ucapnya namun hanya dalam hati lalu menyeringai.


"Jim, usir dia… katakan padanya aku tetap akan menikah di hari ulang tahunku, dan itu harus dengan pesta yang meriah, jika tidak maka aku Akan mati dalam keadaan penasaran dan aku akan menghantui kalian semua."


"Sayang tapi ulang tahunmu itu 4 bulan lagi kan," ucap Vano mengingatkan, sedangkan Yumna hanya bisa menahan gejolak hati nya bagaimana tidak beberapa saat lalu Vano mengucapkan cinta untuk nya hingga membuatnya berfikir mungkinkah ucapan cinta Vano kepadanya hanyalah agar ia tetap bertahan selamanya di sisi Vano, berbeda sekali dengan ungkapan cinta dan perasaan nya kepada Clarissa.


"Mas El, sangat mencintai kekasihnya, apa boleh aku iri dan ingin menjadi wanita yang begitu di cintai oleh Mas El, Astaghfirullah, kenapa aku harus berfikir seperti ini, seharusnya aku mensyukuri apa yang telah Allah beri untukku tanpa harus mengeluh lagi, namun itulah sifat manusia jika sudah meminta dan mendapatkan nya bukannya bersyukur namun meminta lebih dan seterusnya, kasihan Kamu Mas…"


"Pak Bos bagaimana kalau saya akan pulang duluan saja, besok kalau Pak Bos membutuhkan saya lagi, Pak Bos bisa menghubungi agen saya, bagaimana?"


"Baiklah, tapi biar aku yang mengantarkanmu, lagi pula Clarissa belum ingin berbicara padaku, sayang aku pulang dulu besok aku baru kemari, istirahat lah dengan cukup dan jangan banyak fikiran, dan kau, kau hanya seorang dokter jangan terlalu dekat dengan nya." Ucap Vano menatap Jimmy penuh dengan penekanan.

__ADS_1


*


Tidak ada yang berbicara semua diam dan hening baik Vano dan juga Yumna di sibukkan dengan pemikiran nya Masing-masing. Tatapan Yumna hanya lurus kedepan menatap jalan yang di laluinya, sedangkan Vano begitu serius duduk di kursi kemudi.


Sementara itu Jimmy dan juga Clarissa hanya bisa tertawa lepas melihat kebodohan Vano yang begitu mudahnya untuk mereka tipu.


"Sayang kau memang ratu drama yang sangat hebat, mungkin kau bisa mendapatkan piala Oscar, karena telah membodohi lelaki seperti Vano itu.


"Kau benar sekali sayang dan kau tau dia adalah ATM berjalan kita setelah semuanya berhasil aku kuasai aku akan menceraikannya dan kita akan hidup bahagia dan kaya raya selamanya."


"Kau benar sekali sayang tapi sudahlah jangan memikirkannya dulu karena aku sudah tidak tahan, aku sangat menginginkanmu kau tau sejak bertemu kekasihmu kau mengurangi jatahku, tapi baguslah kau sudah mengusirnya, dan saat nya kita bercinta."


Ucap Jimmy yang mulai tanpa ragu membuka semua penghalang di tubuh nya dan juga pada tubuh Clarissa.


"Kau itu selalu menggairahkan untuk ku meskipun aku sudah melakukannya berulang kali" puji Jimmy saat memulai aksinya.


"Kau juga sayang, kau selalu bisa membuatku puas dan tak bisa berpaling dari setiap sentuhanmu, aukh…ahk…"


"Bagaimana? apa kau menyukainya?"


"Aukh…ahk…sa…yang…ahk…shhht…aku…ahk…" Clarissa, sudah tak sanggup berkata-kata, di saat Jimmy mulai menyecap bagian intinya. la hanya bisa mengerang kenikmatan sambil menekan kepala Jimmy agar melakukannya lebih dalam lagi, dan mereka pun terus melakukannya entah sudah yang keberapa kalinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2