KEKASIH

KEKASIH
Apa ini hanya mimpi?


__ADS_3

Dan siang itu terlewatkan begitu saja tanpa Abizar ingin melanjutkan aksi panasnya ia memutuskan akan melakukannya jika Alyssa benar-benar sudah siap untuk melakukan nya.


Alyssa menggeliat di saat tubuhnya seperti ada yang menindih. Dan betapa terkejutnya ia saat menyadari jika Abizar benar-benar masih bersamanya, bahkan lelaki itu dan diri nya masih nampak polos didalam selimut yang sama nmembelit tubuh mereka.


Alyssa berbalik menatap Abizar yang masih memeluk erat tubuhnya, bahkan kaki lelaki itu membelit kakinya seolah ia tidak ingin Alyssa pergi darinya.


"Kak Abi…apa ini hanya mimpi jika kau benar-benar ada di sini 6 tahun bukan waktu yang sedikit untuk aku pergi meninggalkan mu dan ingin melupakan rasa ini, tapi kenapa kau tiba-tiba saja muncul kembali?,'' Gumamnya dalam hati.


Cup.


Satu kecupan mendarat sempurna di bibirnya membuat Alyssa terkejut dan salah tingkah, bahkan wajahnya kembali merona merah.


"Ada apa kau menatap ku seperti itu apa kau begitu terpesona dengan ketampanan suamimu ini hmmm…?" mendengar itu Alyssa hanya bisa menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya itu. Dan hal itu membuat Abizar memeluk nya semakin dalam.


"Sayang, Aku minta maaf jika aku selama ini telah membuat mu terluka, aku ingin kita memulai semuanya dari awal, mungkin ini terlalu buru-buru bagimu, tapi ketahuilah selama 6 tahun aku menunggu momen ini."


"A-aku_''


''Bagaimana kalau aku menjadi Kekasih mu, sebelum kau menerimaku untuk kembali menebus kesalahan-kesalahanku di masa lalu, agar kita bisa saling mengenal lebih deka. Aku mohon sayang... beri aku kesempatan lagi" pintanya.

__ADS_1


Abizar menyentuh dagu wanitanya itu dan tatapan mereka pun saling mengunci dan entah keberanian dari mana Alyssa memberikan sebuah tautan yang tentu saja memancing gairah Abizar yang sempat padam Abizar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ia pun kembali membalas penuh semangat hingga tiba saat penyatuan nya.


"Aku berjanji akan pelan" ucapnya, sedangkan Alyssa terlihat pasrah menanti apa yang akan terjadi selanjutnya, namun ia sendiri sudah memantapkan hati dan niatnya untuk memberikan sebuah kesempatan pada lelaki di depannya itu, karena biar bagaimana pun cinta nya pada Abizar tidak pernah benar-benar hilang hingga detik ini.


"Aaaa... Abi... Sakit Kak..." Jerit nya kembali saat milik Abizar berhasil menerobos nya masuk, sampai-sampai ia menggigit lengan Abizar dan jangan lupa kuku-kuku cantik nya menancap sempurna di punggung lelaki itu saat merasa ada bagian tubuhnya seolah terbagi benjadi dua bagian.


Abizar menghentikan gerakannya sejenak ia memberikan jeda agar milik Alyssa menerima nya dengan sempurna sedangkan tangan nya kembali aktif memberikan sentuhan-sentuhan lembutnya. Alyssa pun kembali terdengar mengerang menikmati permainan Abizar, Abizar pun segera bergerak perlahan, memberikan tekanan demi tekanan dengan lembut, membuat Alyssa terlihat begitu gelisah saat merasakan sesuatu yang ingin tumpah.


"Kak Abi, Aaahk... " tanpa sadar Alyssa menekan panggul Abizar agar ia melakukan nya lebih dalam lagi, dan benar saja Abizar mempercepat gerakannya dengan sempurna.


"Kita keluarkan Sama-sama ya sayang," ucap Abizar yang di anggguki Alyssa, Abizar pun memberikan satu tekanan yang membuat Alyssa memeluk tubuhnya sambil mengerang panjang, keduanya pun saling memeluk dan sesekali Abizar mengelap peluh yang ada di wajah istrinya itu.


"Terima kasih sayang kau telah menjaga dirimu dan cinta mu hanya untukku" Sungguh Abizar kembali menangis dalam dekapan istrinya ini, saat mengingat kembali ke angkuhanya di masa lalu. la merasa sangat beruntung masih di beri kesempatan untuk memiliki seutuhnya wanita yang ia sia-siakan selama ini.


Ya tiga tahun lalu sebenarnya Alyssa pernah pulang, namun ia tidak ingin menampakkan dirinya, disaat ia mengetahui jika ia di anggap sudah meninggal oleh semua keluarganya, hingga ia mengetahui Ibunya kena struk, Alyssa benar-benar terpukul waktu itu, namun di saat ia melihat Abizar dari kejauhan yang begitu telaten mengurus sang Mama Alyssa pun merasa tenang dan memutuskan untuk menemui sang Mama namun lagi-lagi ia harus kecewa di saat ada seorang wanita datang mendekati dan memeluk Abizar dan nampak Abizar yang terlihat tersenyum bahagia, Alyssa pun kembali memilih untuk pergi, karena baginya sudah tidak ada artinya ia hidup atau pun mati, toh Abizar tidak akan pernah mencintainya, dan kabar tentang orang tua nya ia menyuruh seseorang untuk selalu mengabarkan tentang perkembangan sang Mama ya itu Sahabat nya.


"Sayang aku sangat lapar," ucap Alyssa pada akhirnya karena semenjak dari rumah sakit ia tidak memakan apapun di tambah sampai di rumah ia hanya tidur.


"Apa, sayang? Apa aku tidak salah dengar, boleh kau mengulanginya lagi?" tanya Abizar saat panggilan sayang keluar tanpa Alyssa sadari karena memang ia sedang terbawa suasana.

__ADS_1


"Aku bilang aku lapar" rengek manjanya membuat Abizar semakin gemas dengan istrinya yang nampak semakin cantik dan semakin dewasa namun tetap manja tentunya.


"Aku fikir bukan kata yang itu, kamu tadi memanggilku ku apa, ayo cepatlah katakan kalau tidak aku akan menghukummu" ucap Abizar sambil menggelitik istrinya.


"Iya, iya aku ingat, s-sayang..." ucapnya lalu kembali memeluk Abizar membuat Abizar tersenyum lebar dan kembali menggodanya.


"Sayang bagaimana kalau kita melakukan nya lagi" bisiknya lembut.


"Melakukan apa? Aku bilang aku lapar kita makan dulu," ajak Alyssa dengan suara manjanya dan polosnya. Abizar pun mengerti jika penyakit grogi istrinya kambuh lagi, dia kadang akan menjadi orang yang binggung.


"Baiklah sekarang kita mandi dan setelah makan kita akan melanjutkan permainan kita bagaimana setuju,"


"Satuju," jawab Alyssa yang di barengi gelengan kepalanya.


Abizar yang melihatnya pun hanya bisa tertawa bahagia melihat istrinya ternya masih sama seperti dulu di saat otaknya berfikir lain maka hatinya pun berkata lain.


*


"Bagaimana apa kau menyukai rasanya?" tanya Abizar di saat istrinya begitu lahapnya memakan Coto Makasar, yaitu makanan favorit Abizar itu.

__ADS_1


"Aku masih bingung darimana kau pandai memasak seperti ini?"


"Bukankah kau menyimpan dan meninggal kan banyak resep di laci dapur, Aku belajar memasak dari resep yang kau tinggalkan itu karena aku ingin memasak seperti lezatnya masakanmu" Mendengar pengakuan Abizar Alyssa pun terkejut bukankah selama ini Abizar tak pernah menyantap makanan buatannya lalu bagaimana ia tahu rasa masakan yang di buatnya untuk Abizar?.


__ADS_2