
Setelah Abizar keluar dari kamarnya Alyssa segera masuk untuk membersihkan tubuhnya begitu juga dengan Abizar dan keduanya sibuk dengan pemikirannya masing-masing Abizar menatap dirinya di depan cermin, ia lalu mendengus kesal dan menghantam cermin di depannya itu dengan sebuah tinju milik nya.
Sementara itu di kamar mandi milik Alyssa tiba-tiba saja Alyssa menjerit memanggil nama Abizar, bahkan jantung nya berdegup kencang seakan ia bisa merasakan apa yang tengah terjadi pada Abizar.
"Aku kenapa selalu saja tidak bisa membencimu meski aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak mencintaimu, hyi… hyi…tangis kesedihan nya pecah kembali.
Sementara itu Abizar berusaha membalut luka tangan nya yang terus saja mengeluarkan darah segar akibat serpihan kaca, tak ada raut wajah kesakitan yang nampak hanya wajah datar tanpa senyuman.
"Maafkan aku Alyssa jika aku seperti pecundang, seharusnya aku sejak awal menolak dengan tegas pernikahan kita, yang hanya membuat mu terluka, Aku akan berusaha untuk memulai semuanya dari awal, saat aku menyelesaikan tugasku di Mamuju, sekarang bukan waktu yang tepat untuk kita berbicara banyak karena hanya akan terjadi kesalah fahaman saja di antara kita, karena waktu kita terbatas aku akan segera pergi. Aku berjanji jika aku kembali maka semuanya akan baik-baik saja."
Monolognya dalam hati.
Setelah Abizar selesai membalut lukanya ia pun segera bersiap-siap untuk menuju bandara internasional Sultan Hasanuddin, untuk berangkat dengan tujuan Mamuju.
"Apa kau sudah siap?" tanya dokter Anha di seberang telepon karena ia juga dikirim ke sana untuk melaksanakan tugas kemanusiaannya bersama Abizar.
"Ya,, Aku sudah di dalam mobil, segera meluncur kita bertemu di Bandara ya."
"Baiklah Aku menunggu mu dokter, Assalamu'alaikum" ucap Dokter Anha.
"Waalaikumusalam…" lalu Abizar memutuskan panggilan telepon nya, sejenak ia menatap layar telepon nya lalu menatap kearah kamar Alyssa yang masih gelap. Abizar menarik nafas panjang, lalu mencari kontak dan menuliskan sebuah pesan.
"Aku pulang ke Mamuju, jaga dirimu baik-baik." Send, pesan pun terkirim ke nomor Alyssa.
Setelah itu Abizar pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Airport.
"Ya Ampun ini sudah pukul enam pagi! bisa-bisanya aku terlambat untuk sholat…" cicit Alyssa. lalu segera melompat turun dari ranjangnya lalu ia pun segera bergegas mengambil air wudhu.
__ADS_1
Setelah melaksanakan kewajibannya Alyssa melipat mukena dan menyimpannya seperti semula, Ia pun melangkah menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi, setelah 30 menit berkutat di dapur Ia pun segera mempersiapkannya di atas meja makan, lalu ia segera menuju kamar Abizaruntuk memanggilnya sarapan bersama.
"Kak aku sudah mempersiapkan makanan untukmu keluarlah untuk sarapan, Takutnya nanti Kau terlambat berangkat ke rumah sakit. " Panggil Alyssa di balik pintu, sambil mengetuk pintu namun tak ada suara yang menimpali, ia pun mengulang kembali memanggil Abizar sambil mengetuk pintu berulang kali, namun tetap saja sama 5 menit la menunggu Tak ada jawaban, Alyssa pun mencoba untuk memutar handle pintu.
"Ternyata tidak dikunci" gumamnya Alyssa pun perlahan melangkah masuk dan menelisik keseluruh ruangan, namun nampaknya Abizar tak ada di tempat itu.
"Apa dia sudah berangkat pagi-pagi sekali?" gumamnya kembali, ia pun memutuskan untuk keluar meninggalkan kamar Abizar dan kembali menuju dapur, Alyssa pun menyendok makanan ke atas piring makanannya lalu menyuapnya, kesekian kalinya ia sarapan sendiri.
"Sebaiknya aku harus cepat-cepat, karena hari ini aku hendak menjenguk Kak Yumna ke rumah sakit, atau di sana juga bisa bertemu dengan Kak Abi" gumamnya berfikir.
Alyssa pun segera mengakhiri makannya selalu bergegas menuju bathroom setelah selesai berkemas dan bersiap-siap Ia pun bergegas hendak keluar.
"Ke mana handphoneku?" pikirnya mencari-cari.
"Oh… Astaga ya ampun aku hampir melupakannya" ucapnya kembali pada diri sendiri Alyssa segera mengambil handphone yang berada di atas nakas, sejenak Alyssa membuka layar handphonenya dan matanya tertuju pada sebuah pesan masuk yang berada di layar handphonenya itu.
"Aku pulang ke Mamuju Jaga dirimu baik-baik"
"Apa…, jadi dia pulang ke Mamuju? apa Ummi dan Abah sakit Kenapa dia tidak mengabarkan secara langsung padaku? dan Kenapa dia tidak mengajakku pergi? sangat menyebalkan sekali, jika dia tidak menganggap ku istri setidaknya dia jangan memutuskan hubungan antara mertua dan menantu!" Kesalnya.
"Sebaiknya Aku menelpon Abah dan Ummi aku ingin mencari tahu keadaan mereka" Alyssa pun segera menghubungi nomor kedua mertuanya beruntung saja sang Ummi mengangkat teleponnya, Alyssa pun tidak butuh waktu lama menanyakan apakah benar Abizar pulang ke rumah namun jawabannya Abizar tidak pernah mengatakan kalau ia ingin pulang dan mertuanya berjanji jika benar-benar datang ia akan memberikan informasi kepada Alyssa, Alyssa pun segera menutup sambungan teleponnya.
"Sebaiknya aku segera ke rumah sakit saja, daripada aku disini" ucapnya kembali, Ia pun bergegas meninggalkan rumah dan menuju rumah sakit 15 menit ia pun, tiba di rumah sakit.
"Assalamualaikum Kak…"
"Waalaikumsalam…ada tamu rupanya Ayo masuk. Ayo… mari silakan masuk Nak Alyssa!" ucap Bu Rany mempersilakan Alyssa untuk masuk.
__ADS_1
"Terima kasih Bu," ucap Alyssa ramah.
"Oh ya Bu Kak Yumna kemana kok dia tidak ada?"
"Oh… itu. Yumna sedang melakukan Ct scan di bagian kepalanya, meski dokter sudah mengatakan kalau kepalanya tidak apa-apa tapi nak Vano sangat takut kalau terjadi apa-apa pada kepala Yumna, untuk itu kenapa Nak Vano membawanya untuk melakukan CT Scan.
"Oh…Baiklah, Bu… kalau begitu Alyssa keluar sebentar Alyssa menunggu di luar saja."
"Apa tidak sebaiknya nak Alyssa menunggu di disini saja." Ucap Bu Rany menawarkan.
"Tidak usah Bu, lagi pulang Alyssa sekalian mau ke kantin sebentar dan mencari Kak Abi, nanti kalau Kak Yumna sudah kembali Alyssa akan kembai ke sini Bu," ucap Alyssa.
Bu, Rani pun hanya mengangguk mengiyakan sedangkan Alyssa kini berjalan menuju ruangan Abizar di mana Abizar bertugas selama ini karena ia ingin mencari tahu kenapa dokter Abizar ke Mamuju karena tadi setelah sampai di rumah sakit sang mertua menghubungi nya dan mengatakan Abizar belum memberi tahu apa tujuannya untuk datang ke Mamuju. Setidaknya mungkin ia akan mendapatkan sebuah informasi.
Namun setelah masuk di ruangan itu Alyssa tak mendapatkan informasi apa pun.
Akhirnya ia pun memilih menuju kantin untuk memesan Caffe Latte kesukaan nya.
Namun baru saja ia mendudukkan bokongnya tiba-tiba ia mencuri dengar bercakapan para perawat yang tak jauh dari tempat duduk nya.
"Kamu tahu tidak Kalau dokter Abizar itu ditugaskan ke Mamuju bersama dokter Anha lho dokter tercantik itu, kalian tahu kan aku itu iri padanya karena ia begitu dekat dengan dokter Abizar" ucap sang perawat tersebut.
"Benarkah? oh ya ampun aku juga pernah melihat nya memeluk dokter Anha di saat dokter Anha menangis ntahlah mungkin mereka sedang bertengkar." Timpal perawat yang satunya lagi.
"lya benar sayang sekali dokter Abizar tidak mau melirik kita, Kita kan juga cantik,"
"Tapi tak secantik dokter Anha dan tak sepintar dia" timpal yang lainnya lagi.
__ADS_1
"Dahlah, ayo kita pergi waktu istrahat kita sudah habis, takutnya nanti dokter Abi dan dokter Anha cegukan terus jika kita terus menggunjingnya."