
Bugh.
Alyssa jatuh tepat di dada bidang milik lelaki yang masih sama yaitu membuat jantung nya selalu berdebar, bahkan ia belum menyadari jika ia hanya memakai pakaian mandi nya saja.
"Alyssa... Abizar..." Ucap keduanya secara bersamaan. Namun Alisa yang tersadara dengan cepat bangkit dari tubuh Abizar.
''Kau mau ke mana?'' tanya Abizar sambil menahan tubuh wanitanya itu dengan sebuah pelukan.
''Jangan pergi, aku masih merindukanmu. Tetaplah seperti ini, tapi kau harus memanggilku seperti yang dulu, Aku merindukan Panggilanmu itu.
''Tidak bisa Abi semuanya sudah berubah ini sudah 6 tahun berlalu maka Lupakan semua itu, Aku tidak ingin terjebak lagi bersamamu dan bersama kisah kebodohanku di masa lalu yang terlalu mencintaimu" tolak Alyssa.
"Tidak Alisa, kau harus tetap mencintaiku Dulu Sekarang Dan Selamanya,"
"Tidak Abi... Aku tidak mau mencintai mu lagi karena itu akan sangat menyakitkan untuk ku," ujarnya kembali.
Dan kau pergilah," usirnya kembali dan segera bangkit dari Atas tubuh Abizar, namun baru saja ia akan berbali kembali tangannya di tarik dan ia pun kembali terjatuh di panggkuan Abizar.
"Abi… ump…" ucapannya tenggelam bersama sebuah tautan yang semula biasa saja kini semakin menuntut, Alyssa yang merasa kewalahan kini mau tidak mau membalas permainan Abizar, dan Abizar tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, ia tidak akan pernah ingin kehilangan Alyssa untuk yang kedua kalinya bila perlu dia akan membuat Alyssa segera mengandung.
"Abi..."
"Kak Abi,..." ucap Abizar menekan kalimatnya di saat Alyssa mulai meracau dengan permainan yang membuat wanita nya itu sudah tidak berdaya.
__ADS_1
Alyssa semakin menggila di buat oleh permainan Abizar yang memang sangat lihai dalam memberinya sentuhan itu, bahkan lelaki itu tidak melewatkan sedikit pun untuk menikmati setiap inci tubuhnya, dan entah sudah keberapa kali Alyssa meracau tidak karuan karena seperti tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sendiri.
Sedangkan hujan di luar sana sudah semenjak tadi turun dengan derasnya membuat suasana semakin mendukung.
Abizar menatap manik mata wanita di bawahnya itu, ia pun kembali meneteskan air mata membuat Alyssa merasa binggung bahkan berfikir jika Abizar menangis karena sebenarnya senjata pamungkas miliknya tidak bisa berdiri. Lalu kemudian ia pun memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Kau, kenapa menangis?" Alyssa pun tanpa sadar menghapus dengan lembut air mata yang jatuh di wajah tampan suaminya itu, dan ini untuk pertama kalinya Abizar terlihat menangis di depannya.
"Terima kasih," Abizar berucap dengan begitu bahagia, karena merasa Alyssa begitu masih perhatian padanya.
"Kau tenang saja, ada banyak orang yang mempunyai kelemahan seperti mu, untuk itu kau tidak perlu menangis, atau memaksa melakukannya pada hari ini, masih ada hari yang lain kok, jika kau serius berobat kau pasti akan sembuh," Alyssa berucap sambil tersenyum.
Sedang kan Abizar mengerutkan keningnya di saat mendengar ucapan Alyssa tersebut, Namun sesaat kemudian ia pun tersadar di saat mencerna apa yang di maksudkan Alyssa tadi, dan dia pun merasa geram jika Alyssa menganggap nya lelaki yang lemah.
"Bukankah semuanya sudah berakhir" ucap Alyssa.
"Apa kau kira aku selemah itu untuk mengakhiri sebuah permainan yang baru saja akan di mulai," kini Abizar menekan kalimatnya bahkan memberikan tatapan menggodanya.
Gleg.
Dengan susah payah Alyssa kembali menelan Saliva nya.
"Kau, lalu untuk apa kau menangis kalau bukan karena hal itu?" tanya Alyssa dengan begitu gugup. Karena ternyata dugaannya salah.
__ADS_1
"Aku menangis karena aku sangat bahagia, dan itu artinya air mataku ini air mata bahagia, kau tahu kenapa? karena penantian ku tidak sia-sia, Apa kau tahu, di saat aku mengetahui kepergian mu hidupku seperti berhenti berputar, dan di saat semua orang menganggap kau sudah tiada Aku menolak nya dengan keras, bahkan aku tidak menghadiri pemakamanmu hari itu, karena hatiku berkata kau masih hidup.
Lalu Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan kota, dimana kota itu terlalu banyak menyimpan kenangan tentangmu, dan aku tidak sanggup hidup hanya dengan mengingat kenangan tentangmu, karena itu membuatku ingin mengakhiri diriku, dan di saat aku mengingat mu aku pun bertekad untuk pergi karena dengan pergi setidaknya aku bisa membuka lembaran baru dalam hidupku, untung saja Anha memanggilku untuk bertugas di sini. Dan siapa sangka kita di pertemukan kembali tanpa di sangka kau juga masih setia menunggu ku, buktinya hingga hari ini kau belum menikah." Tutur nya panjang kali lebar.
"Siapa yang setia padamu,? sebentar lagi Aku akan akan menikah dengan orang yang sudah menjadi tunangan ku karena tidak mungkin aku menunggumu, karena Aku…ump" karena kesal dan merasa terbakar api cemburu Abizar kembali memberikan tautan mematikannya terlihat dari caranya yang membuat Alyssa kembali terhanyut dalam permainan nya, apa lagi saat ini Abizar memberikan sesapannya begitu dalam, membuat Alyssa kembali menggila. Apa lagi kali ini Abizar tidak ingin menjeda permainan, karena ia ingin membuktikan pada Alyssa kalau dia bukanlah lelaki lemah yang seperti yang di prasangka kan padanya.
"Ahk…Kak…Abi…A…Aku…" Alyssa menggigit bibir bawahnya saat racauan tak karuan nya terus saja keluar, membuat Abizar bersemangat ingin segera menuntaskan segala hasrat yang terpendam selama ini. Hingga Abizar melihat tubuh wanitanya bergetar di saat pelepasannya, dengan deru nafas yang memburu Alyssa hanya bisa pasrah dengan apa yang ingin dilakukan suaminya itu, karena meskipun ia mati-matian ingin melupakan cintanya pada Abizar toh selama enam tahun ini ia tidak bisa melupakan lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta terlalu dalam itu.
"Sayang… Apa boleh Aku melakukannya?" Abizar bertanya karena tak ingin membuat istrinya itu terluka lagi karena tidak merasa di hargai.
Alyssa tidak menjawab ia hanya menutup wajah dengan kedua tangannya, sedangkan wajahnya kini bersemu merah.
"Abizar pun hanya tersenyum saat melihat istrinya itu malu-malu kucing.
Sebelum memulai penyatuannya Alyssa dan Abizar pun tak lupa berdoa, sama di saat mereka memulai pemanasan tadi.
"Aukh Kak Abi, Sakit…" cicit Alyssa saat sesuatu yang keras di bawah sana terus saja berusaha menerobos masuk.
"Sayang tatap aku, maafkan Aku, jika membuatmu sakit lagi, aku tidak akan melakukannya jika kau masih belum siap untuk melakukannya" ucap Abizar serius, ia tidak ingin membuat istrinya merasa trauma atau sakit lagi.
"Kak Abi aku,…"
"Ssst… jangan katakan apa pun sayang… Aku sangat mencintai mu maaf kan atas kesalahan ku hari ini" ucap Abizar tulus. Abizar menyelimuti tubuh polos istrinya itu. Begitupun dengan Abizar ia pun ikut masuk dalam selimut lalu memeluk istrinya itu dari belakang.
__ADS_1